Pelaku Usaha Kuliner Banyumas Tingkatkan Pemahaman Keamanan Pangan
Special Plan – Purwokerto – Upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan pelaku usaha kuliner di Kabupaten Banyumas serta sekitarnya semakin intensif melalui pelaksanaan program Food Safety Class. Inisiatif ini digagas oleh Intisari Purwokerto sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten di industri makanan dan minuman. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan produk, keluhan konsumen, serta potensi kejadian keracunan makanan, sementara meningkatkan kualitas layanan dan daya saing usaha lokal.
Pendiri Intisari Purwokerto Berharap Meningkatkan Kualitas Usaha
Pendiri Intisari Purwokerto, Eddy Setio, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat prinsip-prinsip keamanan pangan. “Dengan memahami konsep food safety, para pelaku usaha bisa mengelola bisnisnya lebih baik dan meminimalkan masalah seperti retur atau keluhan pelanggan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penerapan keamanan pangan secara rutin tidak hanya mengoptimalkan kualitas produk tetapi juga membangun kepercayaan konsumen, yang menjadi faktor kritis dalam mempertahankan usaha di sektor kuliner.
“Ketika prinsip keamanan pangan diintegrasikan ke dalam operasional sehari-hari, risiko produk rusak, keluhan, hingga kejadian keracunan dapat dikurangi secara signifikan. Ini juga membantu meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan yang semakin ketat,” tambah Eddy.
Stefu Santoso: Pakar Kuliner Nasional Berikan Pemahaman Keamanan Pangan
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pembekalan oleh Stefu Santoso, pakar kuliner nasional yang memiliki pengalaman luas di bidang perhotelan dan restoran. Ia juga tercatat sebagai Worldchefs Certified Continental Judge, gelar yang mengakui kompetensinya dalam penilaian dan pengembangan standar profesional di dunia masakan. “Kami ingin memberikan wawasan praktis tentang cara menjaga kualitas produk hingga ke tahap pelayanan,” ujarnya.
“Workshop ini dirancang untuk memperkuat kesadaran pelaku usaha bahwa keamanan pangan bukan sekadar keharusan administratif, tetapi bagian integral dari pengelolaan bisnis F&B (Food and Beverage) yang efektif,” kata Stefu.
Kolaborasi dengan Association of Culinary Professionals untuk Penguatan Kompetensi
Intisari Purwokerto menjelaskan bahwa kegiatan Food Safety Class merupakan bagian dari kolaborasi dengan Association of Culinary Professionals (ACP) yang bertujuan mendorong peningkatan kualifikasi sumber daya manusia di sektor kuliner. “Kolaborasi ini memungkinkan kami menyampaikan pengetahuan yang relevan dengan praktik industri modern, termasuk persyaratan global dalam penerapan keamanan pangan,” tutur Eddy.
Menurut Stefu, keamanan pangan menjadi faktor penentu utama dalam kelangsungan usaha. “Seorang pelaku usaha yang menerapkan protokol food safety secara tepat akan mengurangi kerugian yang mungkin terjadi karena kesalahan dalam proses produksi atau penyimpanan,” katanya. Ia menambahkan bahwa konsumen kini lebih berhati-hati terhadap kualitas produk, sehingga kepatuhan terhadap standar keamanan pangan menjadi syarat wajib untuk mempertahankan loyalitas mereka.
Intisari Purwokerto: Dari Toko Bahan Kue ke Penyedia Pelatihan Profesional
Sejak didirikan pada tahun 1981, Intisari Purwokerto tidak hanya berperan sebagai penjual bahan baku kue dan makanan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal. Eddy Setio menjelaskan bahwa lembaga ini secara bertahap mengembangkan program pelatihan dan edukasi untuk mengisi kebutuhan peningkatan keterampilan dalam bidang kuliner. “Kami ingin menjadi pusat referensi bagi pelaku usaha kecil maupun menengah yang ingin meningkatkan standar kerja mereka,” ujarnya.
Pelatihan Food Safety Class dianggap sebagai bentuk kegiatan yang strategis, terutama mengingat pertumbuhan industri makanan dan minuman di Banyumas yang cukup pesat. Eddy menegaskan bahwa pelaku usaha dari berbagai bentuk, mulai dari hotel, kafe, hingga UMKM, perlu memiliki pengetahuan yang sama mengenai prosedur keamanan pangan. “Hal ini membantu menciptakan keseragaman standar di seluruh rantai bisnis makanan, mulai dari produksi hingga distribusi,” katanya.
Kegiatan Menjadi Sarana untuk Membangun Budaya Keamanan Pangan
Stefu Santoso menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar para pelaku usaha mampu memahami betul peran keamanan pangan dalam menjaga kesehatan dan kepuasan pelanggan. “Keamanan pangan memastikan bahwa produk yang dijual tidak hanya enak tetapi juga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang,” kata dia. Ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengenalkan teori tetapi juga memberikan contoh praktis yang bisa langsung diterapkan.
Menurut Stefu, keberhasilan usaha kuliner kini bergantung pada kombinasi antara kualitas produk dan kepercayaan konsumen. “Jika pelaku usaha bisa mengelola pangan secara higienis dan terstandarisasi, mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif, terutama dalam menjangkau pasar lebih luas,” katanya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga membantu mengidentifikasi tantangan yang sering dihadapi, seperti kesalahan dalam penyimpanan bahan baku atau kurangnya pemahaman tentang prosedur sanitasi.
Harapan untuk Menjangkau Lebih Banyak Pelaku Usaha
Eddy Setio mengatakan bahwa kegiatan ini adalah awal dari upaya lebih luas untuk memberdayakan pelaku usaha kuliner Banyumas. “Kami berharap program serupa dapat dilaksanakan di kota-kota lain, sehingga lebih banyak usaha bisa terbantu dalam meningkatkan standar pangan mereka,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa selain Food Safety Class, Intisari Purwokerto akan terus mengembangkan program edukasi lain, seperti pelatihan manajemen kualitas dan pemasaran produk.
Stefu Santoso menegaskan bahwa keamanan pangan adalah fondasi utama dari bisnis F&B. “Tanpa pengelolaan yang baik, usaha bisa terkena dampak negatif seperti reputasi buruk atau penurunan penjualan,” kata dia. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya keamanan pangan yang menjadi kebiasaan, bukan sekadar kebijakan formal.
Kegiatan Food Safety Class yang diadakan di Purwokerto ini menunjukkan komitmen Intisari Purwokerto untuk mendukung keberlanjutan industri kuliner lokal. Dengan menggandeng pakar seperti Stefu Santoso, program ini diharap