Sebelum Mematahkan Harapan Publik, Victor Lai Mengasah Kemampuan di Indonesia
Perjalanan Karier Victor Lai dan Hubungannya dengan Indonesia
Solving Problems – Jakarta, 20 Mei 2025 – Victor Lai, atlet asal Kanada, mengakhiri perjalanan badmintonnya dengan kemenangan mengejutkan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan. Namun, sebelum membawa pulang gelar pertama dalam kariernya, ia memiliki kisah yang tak terlepas dari Indonesia. Pada 2016, Viktor memutuskan untuk berlatih di bawah bimbingan Jeffer Rosobin, mantan pelatih tunggal putra Merah Putih. “Pada tahun 2016, saya datang ke Indonesia guna mengikuti latihan bersama pelatih Jeffer. Hal ini memperkuat ikatan saya dengan tanah air,” ujarnya seusai pertandingan di hari Minggu.
Jeffer, yang pernah membawa pemain nasional ke puncak prestasi, menjadi mentor kunci dalam perkembangan karier Victor. Selama masa latihan di Jakarta, atlet muda tersebut menyerap teknik dan strategi yang menjadi dasar kemampuannya. Meski akhirnya menjadi lawan di final Indonesia Open 2026, hubungan antara Victor dan Indonesia tidak berakhir saat ia meninggalkan tanah air. Kedekatan itu terus terjaga melalui pelatih-pelatih lain yang berasal dari negara ini, yang turut memberikan kontribusi dalam memperkaya permainannya.
Kemenangan Bersejarah di Indonesia Open 2026
Di final Polytron Indonesia Open 2026, Victor menghadapi Jonatan Christie, wakil tuan rumah yang sebelumnya terkenal sebagai salah satu pemain andalan Indonesia. Pertandingan berjalan sengit, dengan Victor berhasil mengalahkan Jonatan 21-19, 21-8. Hasil ini memicu gema di media, karena Viktor menjadi atlet Kanada pertama yang meraih gelar Indonesia Open. Sejumlah penggemar tuan rumah merasa kecewa, terutama karena Jonatan gagal menduduki podium tertinggi.
“Saya sangat ingat salah satu pelatih saya menunjukkan momen saat Jojo membalikkan keadaan melawan Victor Axelsen di French Open 2019. Itu sangat menginspirasi saya,” kata Victor.
Kemenangan tersebut juga membawa kenangan lama kembali ke permukaan. Sejak kecil, Viktor tumbuh dengan menyaksikan para legenda bulutangkis seperti Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Lin Dan, dan sejumlah atlet lainnya. Permainan mereka menjadi motivasi awalnya untuk terjun ke olahraga ini. “Saat saya lebih muda, saya sering menonton semua pemain hebat seperti Kento Momota, Victor Axelsen, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan pemain-pemain lainnya,” lanjutnya.
Dukungan dari Pelatih dan Pengaruh Permainan
Victor tidak hanya mengambil ilmu dari pelatih Jeffer, tetapi juga dari para instruktur di klub tempat ia berlatih di Kanada. Beberapa dari mereka berasal dari Indonesia, yang berperan penting dalam membentuk gaya permainannya. Ia mengakui bahwa pengaruh pelatih-pelatih asal negeri ini membantu meningkatkan performa di lapangan. “Banyak pelatih saya sebelumnya, bahkan sampai sekarang, berasal dari Indonesia. Saya sangat beruntung dibantu oleh para pelatih dari salah satu negara terbaik dalam olahraga ini,” tambahnya.
Beberapa tahun sebelum tampil di Istora, Viktor mengikuti pertandingan Jonatan Christie yang sempat menghebohkan dunia badminton. Saat itu, Jonatan memperlihatkan kemampuan luar biasa dalam membalikkan skor melawan pemain top seperti Victor Axelsen. Pertandingan tersebut menjadi salah satu momen yang tak terlupakan bagi Viktor. “Saya masih mengenang permainan Jojo ketika ia mengubah arus pertandingan melawan Victor Axelsen di French Open 2019. Itu menginspirasi saya untuk terus berkembang,” ujarnya.
Kisah Penampilan Masa Kecil yang Memengaruhi Karier
Sejak usia dini, Viktor Lai terpukau oleh permainan legendaris dari para pemain internasional. Pemainan Taufik Hidayat, yang dianggap sebagai pelopor prestasi Indonesia, menjadi sumber semangat pertamanya. Selain itu, bintang-bintang seperti Lee Chong Wei dan Lin Dan juga membentuk visi dan ambisinya. “Kisah-kisah dari para legenda ini selalu mengingatkan saya bahwa bulutangkis bisa mengubah hidup seseorang,” katanya.
Kemudian, ia mengenal Jonatan Christie sebagai salah satu atlet paling berbakat di Asia. Saat Jonatan memperlihatkan kekuatan di turnamen global, Viktor menjadi penonton yang tak henti memberi dukungan. “Saya selalu mengikuti karier Jojo. Ia membuktikan bahwa Indonesia bisa menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.
Seiring waktu, keinginan Viktor untuk menjadi bagian dari sejarah badminton Indonesia semakin kuat. Ia memutuskan untuk menerapkan pengalaman dan ilmu yang telah diperolehnya di tanah air dalam perjalanan di luar negeri. Hasilnya, kemenangan di final Indonesia Open 2026 tidak hanya mengejutkan penggemar, tetapi juga memicu refleksi tentang peran Indonesia dalam pembentukan atlet-atlet internasional.
Pada hari Minggu, saat pertandingan berlangsung, Viktor mampu bertahan di bawah tekanan suara meriah dari penonton Istora. Meski Jonatan Christie menerima dukungan penuh, Viktor tetap fokus dan memastikan kemenangannya. Kini, sejarah telah berubah: Indonesia kembali mendapat penantang yang pernah terbentuk di bawah bimbingan para pelatih lokal. Meski hasilnya membuat penonton tuan rumah sedih, kisah Viktor Lai mengingatkan bahwa bangsa ini tetap menjadi bagian dari dunia badminton yang luas.