Ekonomi

Key Strategy: Tabungan SimPel Bank Mandiri capai 966.000 rekening per Maret 2026

Bank Mandiri’s SimPel Savings Accounts Reach 966,000 Accounts by March 2026

Key Strategy – Jakarta, Senin – Seiring berjalannya program literasi keuangan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat jumlah nasabah tabungan SimPeler (SimPel) yang terdaftar hingga Maret 2026 mencapai 966.000 rekening. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, total dana yang terkumpul dari rekening SimPel mencapai Rp354 miliar, dengan rata-rata saldo per rekening sebesar Rp366.000. Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh strategi yang melibatkan kerja sama dengan institusi pendidikan, pendekatan berbasis riset, dan program yang terukur dalam menciptakan kebiasaan finansial yang berkelanjutan.

Program Literasi dan Inklusi Keuangan

Dalam keterangan resmi yang diterbitkan di Jakarta, Adhika Vista menegaskan bahwa tabungan SimPel bukan hanya sarana untuk menjangkau pelajar, tetapi juga alat untuk membentuk pola pikir keuangan yang baik sejak usia dini. “Kami yakin bahwa pendidikan keuangan harus diiringi dengan akses nyata. Dengan SimPel, kami bukan hanya membuka rekening, tetapi juga menciptakan kesadaran finansial yang bisa memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

“Kami meyakini, literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui tabungan SimPel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan,” ujar Adhika.

Program ini mencakup pelajar dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah atas, dengan sebagian besar nasabah berasal dari tingkat SMA yang mencapai 64 persen. Adhika juga menyoroti bahwa provinsi Jawa Timur menjadi wilayah yang paling berkontribusi dalam memperluas jangkauan program ini. Hal ini menunjukkan peran penting daerah tersebut dalam mendorong partisipasi pelajar nasional.

Perluasan Program Literasi

Sejak 2025, Bank Mandiri terus memperluas kegiatan pendidikan keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Beberapa inisiatif yang dilakukan termasuk pelatihan di Universitas Musamus, Merauke, dan Universitas Negeri Gorontalo. Dari seluruh peserta program, lebih dari 1.000 mahasiswa telah mendapat pemahaman yang lebih dalam mengenai manajemen dana. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk menanamkan nilai-nilai finansial yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” tambah Adhika.

Strategi “Mandirian Mengajar”

Di tahun 2026, Bank Mandiri meluncurkan program “Mandirian Mengajar” yang berhasil menyentuh hampir 10.000 peserta di berbagai tingkat pendidikan. Peningkatan pemahaman keuangan dari peserta program ini mencapai 47 persen, menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten. Adhika menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan setiap pelajar memperoleh pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

“Kami percaya bahwa literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Melalui SimPel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Adhika.

Kemitraan Bank Mandiri dengan pemerintah serta lembaga pendidikan menjadi pilar utama dalam mengembangkan inisiatif ini. Adhika menjelaskan bahwa program jangka panjang dilakukan untuk memastikan keuangan inklusif menjadi bagian dari proses pembelajaran di tingkat sekolah. “Setiap rekening yang terbuka adalah awal dari perjalanan menuju kemandirian finansial dan kesuksesan masa depan,” tambahnya.

Inisiatif Fasilitas Sekolah dan Program Bantuan

Dalam upaya memperkuat kontribusi terhadap pendidikan, Bank Mandiri telah menyelesaikan renovasi di 27 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Perbaikan yang dilakukan mencakup struktur atap, lantai, dinding, ruang kelas, serta fasilitas umum. Selain itu, sanitasi sekolah juga ditingkatkan, sekaligus peralatan belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi diperbaiki. Peningkatan infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen bank untuk mendukung kualitas pendidikan.

Sebagai tambahan, Bank Mandiri menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan literasi sejak usia dini. Program ini bertujuan memberikan akses yang lebih luas kepada pelajar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami informasi finansial. Selain itu, bank juga menyalurkan 267 beasiswa bagi mahasiswa se Indonesia, serta membagikan perlengkapan sekolah bagi pelajar yang membutuhkan.

Distribusi Tas Sekolah dan Dukungan Pendidikan

Dari Desember 2025 hingga Maret 2026, lebih dari 26.000 paket tas sekolah telah disalurkan. Distribusi ini mencakup wilayah yang terkena dampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, serta daerah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara. Adhika menegaskan bahwa program ini bertujuan memastikan semua pelajar memiliki akses yang layak untuk belajar, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga mereka.

Bertepatan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, Bank Mandiri berencana menyalurkan lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region. Ini merupakan langkah untuk memperluas dampak dukungan kepada siswa yang membutuhkan bantuan. Adhika menyoroti bahwa keberhasilan SimPel bukan hanya terlihat dari jumlah rekening, tetapi juga dari peran bank dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Program SimPel ini menjadi contoh nyata bagaimana keuangan inklusif bisa berdampak pada penguatan kemandirian dan kesadaran finansial generasi muda. Dengan pendekatan yang sistematis, Bank Mandiri terus berupaya memastikan setiap inisiatifnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Setiap rekening pertama adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih terarah dan mandiri,” tegas Adhika. Dengan demikian, program ini tidak hanya mengurangi kesenjangan akses keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan untuk bangsa Indonesia.

Rina Ramadhan

Rina Ramadhan adalah penulis yang mengangkat tema zakat, sedekah, dan kepedulian sosial dengan pendekatan sederhana dan informatif. Di atapkitadonasi.com, ia berupaya menjembatani pemahaman antara kewajiban sosial dan praktik donasi yang benar. Rina berkomitmen menghadirkan konten yang ramah pembaca dan mudah dipraktikkan.