Wamentan: Anggaran dimaksimalkan untuk kesejahteraan petani-swasembada

Wamentan: Penganggaran Optimal untuk Kesejahteraan Petani dan Swasembada Pangan

Atapkitadonasi.com – Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan penegasan bahwa alokasi anggaran pemerintah saat ini dimaksimalkan dengan tujuan ganda, yakni meningkatkan taraf hidup petani serta mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui pelaksanaan berbagai program strategis yang telah dirancang secara komprehensif. Dalam pernyataannya, Wamentan menekankan bahwa efektivitas penggunaan dana menjadi kunci utama keberhasilan program pertanian nasional.

Realisasi Keuangan dan Rencana Kerja 2027

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks Rapat Kerja Komisi IV DPR RI yang membahas dua dokumen penting, yaitu Laporan Keuangan Kementerian Pertanian untuk Tahun Anggaran 2025 serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2027. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2025, realisasi pendapatan Kementerian Pertanian tercatat mencapai Rp501 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 43,79 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi belanja mencapai Rp25,09 triliun. Jumlah tersebut dialokasikan untuk mempercepat berbagai program strategis pembangunan pertanian di seluruh Indonesia. Peningkatan pendapatan terutama didorong oleh naiknya penjualan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penerimaan kembali belanja dari tahun anggaran sebelumnya. Selain itu, posisi keuangan Kementerian Pertanian juga menunjukkan tren yang semakin kuat dan stabil.

“Yang paling penting, anggaran yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi petani, meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung tercapainya swasembada pangan,” kata Wamentan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Aset dan Ekuitas yang Meningkat

Hingga 31 Desember 2025, total aset Kementerian Pertanian tercatat sebesar Rp86,16 triliun. Nilai ekuitas mencapai Rp83,39 triliun, yang berarti meningkat 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wamentan menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Kementerian Pertanian dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata.

“Keberhasilan meraih kembali opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) juga menjadi indikator meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan kementerian setelah sebelumnya kembali memperoleh opini WTP pada tahun 2025” ucap Wamentan.

Menurut Wamentan, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Kementerian Pertanian. Setiap anggaran negara dipastikan digunakan secara tepat sasaran untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Predikat WTP bukan sekadar capaian administrasi, tetapi bukti nyata bahwa tata kelola keuangan Kementerian Pertanian semakin baik dan profesional.

Apresiasi dari DPR RI

Keberhasilan Kementerian Pertanian mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 menjadi bukti semakin kuatnya tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan anggaran negara. Capaian tersebut mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian mengoptimalkan penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel guna mendukung program pembangunan pertanian serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

“Pendapatan Kementerian Pertanian meningkat sebesar 43,79 persen atau senilai Rp501 miliar. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, terlebih Kementan kembali memperoleh predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Ketut Suhendra mengapresiasi konsistensi Kementerian Pertanian dalam mempertahankan opini WTP. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Kementan dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan dan pengawasan internal sehingga mampu menjaga kualitas tata kelola pemerintahan. Senada, Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Habibur Rochman menilai keberhasilan Kementan tidak hanya tercermin dari raihan opini WTP, tetapi juga dari meningkatnya kinerja penerimaan negara.