5.000 Orang Ramaikan Jalan Sehat Sarungan di Kota Tangerang
Important Visit – Kota Tangerang, Banten, menjadi sorotan pada akhir pekan lalu saat menggelar Jalan Sehat Sarungan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Al-A’zhom 2026. Acara ini menarik partisipasi sekitar lima ribu orang, dengan peserta berkeliling rute sekitar lima kilometer sebelum tiba di Masjid Raya Al-A’zhom. Kehadiran masyarakat yang antusias menggambarkan minat tinggi terhadap kegiatan yang menggabungkan kesenian lokal dan semangat kebersamaan.
Wali Kota: Jalan Sehat Sarungan sebagai Momentum Silaturahmi
Sachrudin, Walikota Tangerang, menjelaskan bahwa Jalan Sehat Sarungan bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga upaya memperkuat ikatan sosial antara warga dan pemerintah daerah. “Tujuan utama dari acara ini adalah menciptakan kesatuan masyarakat melalui kegiatan yang santai, sekaligus mempertahankan tradisi budaya Islam di Kota Tangerang,” tuturnya usai pembukaan acara di Puspemkot Tangerang. Menurutnya, penggunaan sarung sebagai pakaian utama peserta menjadi simbol perayaan nilai-nilai keagamaan dan kesadaran akan identitas budaya lokal.
“Kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan cara yang efektif untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan, dan merasakan suasana yang lebih akrab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sachrudin.
Dalam penjelasannya, Walikota Tangerang menekankan bahwa budaya Islam yang dipupuk melalui Sarungan adalah bagian dari upaya melestarikan warisan leluhur. “Dengan memakai sarung, peserta menunjukkan penghormatan terhadap tradisi, sambil juga menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik yang rutin,” tambahnya. Acara ini telah menjadi agenda tahunan yang diharapkan dapat memperkuat kearifan lokal dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
Ketua Pelaksana: Festival Al-A’zhom Memeriahkan Kehidupan Budaya
Fahrul Rizal, Ketua Pelaksana Festival Al-A’zhom, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan rangkaian acara tahunan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Tangerang dan seluruh warga yang aktif dalam kegiatan ini, terutama sebagai bagian dari menyambut Tahun Baru Hijriah,” ujarnya. Selain Jalan Sehat Sarungan, festival ini menawarkan berbagai program seperti lomba, tabligh akbar, hingga festival kuliner yang menampilkan hidangan khas Kota Tangerang.
“Festival Al-A’zhom diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk merayakan kebudayaan, berbagi semangat gotong royong, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fahrul.
Menurut Fahrul, keberagaman kegiatan dalam festival ini dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Dengan menggabungkan elemen religius, budaya, dan hiburan, kami ingin menciptakan pengalaman yang menyenangkan namun bermakna,” tambahnya. Acara tersebut juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas sosial yang berkelanjutan.
Detil Festival Al-A’zhom 2026: Masa Aktif dan Kegiatan Lengkap
Festival Al-A’zhom 2026 berlangsung sejak 15 hingga 27 Juni 2026, dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom. Selain Jalan Sehat Sarungan, acara ini menampilkan perlombaan seperti lomba kreativitas dan seni, serta tabligh akbar yang dihadiri oleh ulama dan tokoh masyarakat. Kegiatan kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan penjual makanan tradisional yang berjejer di sepanjang jalur acara.
Wali Kota Tangerang mengakui bahwa partisipasi masyarakat terhadap festival ini menunjukkan keinginan untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi. “Kami berharap acara ini menjadi percontoh bagaimana budaya Islam bisa dipertahankan sekaligus diperkenalkan ke masyarakat luas,” katanya. Dalam acara pembukaan, peserta diberikan kesempatan untuk memahami sejarah Sarungan serta peranannya dalam kehidupan sosial masyarakat Tangerang.
Kehadiran sekitar 5.000 orang di Jalan Sehat Sarungan menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Peserta yang menggunakan sarung sebagai pakaian utama juga menikmati suasana yang hangat, dengan suasana alam dan kegiatan yang menyenangkan. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Islam tidak hanya berkaitan dengan ritual ibadah, tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari yang penuh makna,” tambah Sachrudin. Acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan yang sehat dan bermakna.
Dalam menata masa depan, Kota Tangerang terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan. Festival Al-A’zhom 2026 menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku seni. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, baik secara sosial maupun ekonomi, terutama bagi UMKM yang berpartisipasi dalam festival,” jelas Fahrul. Kehadiran ribuan orang dalam Jalan Sehat Sarungan menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan yang kuat.
Kebudayaan Sarungan, yang merupakan tradisi khas masyarakat Tangerang, diperkenalkan dalam bentuk yang lebih modern namun tetap mempertahankan esensi. Peserta tidak hanya melalui rute jalan sehat, tetapi juga menikmati kesenian lokal yang diangkat dalam bentuk pertunjukan dan kerajinan. “Selain memperkuat keakraban, acara ini juga menjadi ajang promosi wisata budaya dan religius di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin. Dengan berbagai inovasi, festival ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, baik anak muda maupun dewasa.
Pembukaan festival di Masjid Raya Al-A’zhom menjadi momen penting yang menandai keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Kami menilai acara ini sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya memperkenalkan budaya Islam kepada generasi muda,” tambah Fahrul. Dengan demikian, Festival Al-A’zhom tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya yang terus