Wamendikdasmen: Mutu Pendidikan Kunci Kemajuan Muhammadiyah di Jabar
New Policy – Cimahi, Sabtu – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan faktor utama bagi Muhammadiyah di Jawa Barat dalam memperkuat daya saing serta menjaga kepercayaan publik. Dalam kunjungannya ke Kota Cimahi, ia mengungkapkan bahwa mutu pendidikan tidak hanya menjadi tolok ukur keberhasilan, tetapi juga menjadi pendorong untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing di tengah dinamika perubahan sosial dan teknologi.
Peran Pendidikan dalam Membentuk Generasi Unggul
Dalam pidatonya, Fajar menjelaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus menjadi wadah yang mampu memproduksi individu dengan karakter kuat dan kemampuan adaptasi tinggi. “Api pencerahan Muhammadiyah di Jawa Barat harus terus menyala melalui pendidikan berkualitas, sehingga sekolah-sekolahnya bisa menghasilkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman,” tutur Fajar. Ia menambahkan, perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi pendidikan saat ini memaksa lembaga pendidikan untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar layanan pendidikannya.
“Kompetisi pendidikan saat ini semakin ditentukan oleh mutu, inovasi, layanan yang baik, serta kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh sekolah Muhammadiyah wajib terus meningkatkan kualitas pendidikan untuk memenuhi harapan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Fajar memaparkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses mengajar, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang efektif. “Sekolah yang dikelola masyarakat, seperti Muhammadiyah, harus memiliki strategi yang jelas agar bisa menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi pendidikan,” lanjutnya.
Capaian dan Tantangan di Tingkat SMP
Menurut Fajar, ada hal-hal yang sudah berhasil dicapai oleh Muhammadiyah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen sekolah Muhammadiyah di Jawa Barat telah meraih akreditasi A. “Ini menunjukkan komitmen yang baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di jenjang SMP,” kata dia.
Meski demikian, Fajar juga mengingatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak boleh berhenti di tingkat SMP. Ia menyoroti bahwa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) masih memerlukan perhatian lebih. “Meski capaian di SMP sudah baik, kami harus terus berusaha agar SD dan SMA juga mampu mencapai standar yang sama,” terangnya.
Dalam rangka mewujudkan hal ini, Fajar menggarisbawahi perlunya perencanaan yang matang, serta pengembangan amal usaha pendidikan dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan. “Dengan perencanaan yang baik, sekolah Muhammadiyah bisa bergerak secara terarah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang dan masa depan,” katanya. Ia menekankan bahwa proses pengembangan harus didasari oleh komitmen jangka panjang, bukan sekadar membuka sekolah tanpa peningkatan kualitas.
Strategi Kolaborasi dengan Pemerintah
Fajar Riza Ul Haq juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam mendorong akses pendidikan yang merata. “Sekolah swasta, termasuk Muhammadiyah, merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan nasional sekaligus meningkatkan kualitasnya,” tuturnya. Ia berharap kolaborasi ini bisa berjalan secara berkelanjutan, dengan saling mendukung dan memperkuat kelebihan masing-masing pihak.
Dalam pandangan Fajar, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam memperkaya sistem pendidikan Indonesia. “Dengan berkolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan inovatif, sehingga masyarakat semakin percaya pada kemampuan sekolah Muhammadiyah,” ujarnya.
“Jangan hanya bermodal bismillah lalu membuka sekolah. Muhammadiyah harus dibangun dengan perencanaan, mutu, inovasi, dan keberlanjutan agar terus berkembang dan dipercaya oleh masyarakat,” kata Fajar.
Menyikapi tantangan di masa depan, Fajar mengusulkan bahwa Muhammadiyah perlu terus beradaptasi dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. “Pendekatan modern seperti penggunaan digital dalam pembelajaran bisa mempercepat peningkatan kualitas, selama tidak mengabaikan nilai-nilai pendidikan yang menjadi dasar Muhammadiyah,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh hanya bersifat teknis, tetapi harus menyentuh aspek kualitas manusia. “Pendidikan yang baik bukan hanya tentang materi yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana membangun karakter, kemandirian, dan keahlian yang diperlukan di era sekarang,” jelas Fajar. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang mampu menghasilkan individu yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak dan bertanggung jawab.
Langkah Menuju Pendidikan Berdaya Saing
Fajar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi pendidikan nasional. “Dengan fokus pada mutu, kami bisa menciptakan sekolah yang berdaya saing, baik secara lokal maupun nasional,” katanya. Ia berharap upaya peningkatan kualitas pendidikan ini tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh Muhammadiyah, tetapi juga bisa diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, Fajar meminta agar perencanaan pengembangan amal usaha pendidikan dilakukan secara sistematis. “Setiap program atau inisiatif harus memiliki tujuan jelas, serta kemampuan untuk mengukur hasilnya secara teratur,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya pelatihan pengelolaan sekolah dan guru yang terus berkembang guna menjaga konsistensi mutu pendidikan.
Kemajuan Muhammadiyah di Jawa Barat, kata Fajar, akan menjadi contoh yang baik bagi lembaga pendidikan lainnya. “Kalau Muhammadiyah mampu menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, maka masyarakat akan lebih percaya dan aktif dalam mendukung pendidikan yang diberikan,” tambahnya. Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.
Dalam kesimpulannya, Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tergantung pada upaya bersama. “Sekolah Muhammadiyah harus menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional, dengan tetap menjaga integritas dan keunggulan yang menjadi ciri khasnya,” pungkasnya. Ia berharap kebijakan dan strategi yang diterapkan bisa menjadi langkah konkrit untuk menghadapi tantangan yang ada, sekaligus menciptakan generasi yang mampu memimpin perubahan di masa depan.