CCTV ungkap jejak pergerakan Sutrimo sebelum dievakuasi ambulans
Daftar Isi
Rekaman CCTV dan ETLE Telusuri Aktivitas Sutrimo Menjelang Evakuasi
Atapkitadonasi.com – Jejak perjalanan Sutrimo pada malam hingga pagi hari sebelum ia dibawa ambulans dari kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah dipetakan melalui rekaman kamera pengawas dan tilang elektronik. Rangkaian visual itu mencatat perpindahan kendaraan, sejumlah lokasi yang dilewati, hingga waktu ambulans membawa korban ke rumah sakit pada Kamis, 23 Juli.
Sutrimo, kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal secara mendadak pada Juli 2026. Penelusuran rekaman menjadi bagian penting untuk menyusun kembali aktivitasnya dalam jam-jam sebelum peristiwa tersebut.
Ambulans tiba menjelang pukul 09.00 WIB
AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya selaku Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa ambulans bernomor polisi B 1418 KIX tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.53 WIB. Sepuluh menit kemudian, pada pukul 09.03 WIB, tim medis membawa Sutrimo dari tempat kejadian menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
“Rangkaian rekaman visual ini menjadi petunjuk utama dalam merekonstruksi jam-jam krusial korban sebelum kejadian,” jelas Anom.
Data CCTV dan ETLE memperlihatkan aktivitas Sutrimo berlangsung sejak Rabu malam, 22 Juli. Dalam periode itu, ia terlihat menggunakan tiga jenis sepeda motor di sekitar Petogogan dan Radio Dalam. Urutan waktu tersebut membantu penyidik membedakan pergerakan korban pada tiap fase malam hingga dini hari.
Motor pertama mogok di depan klinik
Perjalanan awal yang tercatat terjadi pada pukul 21.20 WIB. Sutrimo ketika itu mengendarai Yamaha Mio dengan pelat nomor B 3205 EAL. Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami mogok di depan Klinik SAS.
Sekitar 10 menit setelahnya, seorang rekan datang dengan Honda Supra bernomor polisi B 6978 SS. Rekan itu membantu mendorong Yamaha Mio yang digunakan Sutrimo melewati Jalan Petogogan I hingga melintasi Jalan Radio III. Rekaman pada fase ini menjadi titik awal kronologi kendaraan yang dipakai korban sepanjang malam.
Perpindahan ke Yamaha Jupiter dan NMAX
Pada Kamis dini hari pukul 00.35 WIB, Sutrimo kembali tampak dalam rekaman, kali ini memakai Yamaha Jupiter merah berpelat B 3888 NDI. Ia terlihat melintas di Jalan Petogogan II serta area Klinik Skinesio.
Dua menit kemudian, tepat pada pukul 00.37 WIB, ia sempat berada di Klinik Morden. Keberadaannya di lokasi itu tidak berlangsung lama. Rekaman menunjukkan Sutrimo meninggalkan area klinik pada pukul 00.39 WIB dengan arah perjalanan menuju Jalan Radio III.
Perubahan kendaraan kembali terjadi pada pukul 01.22 WIB. Pada waktu tersebut, Sutrimo tercatat menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Sampai sekitar pukul 03.00 WIB, motor itu beberapa kali terpantau melewati Jalan Petogogan I, sekitar Klinik SAS, serta Jalan Radio IV.
“Sebelum insiden tersebut, korban terpantau beraktivitas sepanjang malam dan sempat berganti tiga sepeda motor yang berbeda di sekitar kawasan Petogogan dan Radio Dalam,” katanya.
Rincian nomor kendaraan dan lokasi yang dilalui memberi gambaran bahwa penyidik tidak hanya menelusuri satu titik kejadian. Catatan waktu dari kamera di sejumlah ruas jalan diperlukan untuk menyusun urutan aktivitas secara lebih utuh, termasuk jeda ketika korban berpindah kendaraan atau berhenti di suatu tempat.
Berhenti di warung Pecel Lele Sambel Setan
Pada pukul 03.11 WIB, Sutrimo terlihat berboncengan dengan rekannya. Keduanya melaju dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela, lalu berputar arah. Perjalanan itu berakhir di warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya.
Mereka berada di lokasi tersebut sekitar 27 menit. Rekaman berikutnya menunjukkan keduanya kembali bergerak pada pukul 03.38 WIB dengan tujuan ke arah Jalan KH Ahmad Dahlan.
“Keduanya menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum kembali bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB,” ucapnya.
Aktivitas terakhir Sutrimo yang terekam terjadi pada pukul 05.30 WIB. Ia melintasi Jalan Kramat Pela dan kemudian berhenti di depan lokasi kejadian, masih menggunakan Yamaha NMAX B 4184 SJK. Setelah itu terdapat jeda sekitar tiga jam sebelum ambulans tiba pada pukul 08.53 WIB.
Keluarga meminta perkembangan penyidikan
Selain penelusuran rekaman perjalanan, keluarga almarhum Sutrimo telah meminta kejelasan mengenai hasil ekshumasi jenazah. Kuasa hukum keluarga mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyerahkan surat permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan atau SP2HP.
SP2HP merupakan pemberitahuan perkembangan penanganan perkara kepada pihak yang berkepentingan. Dalam konteks ini, permohonan tersebut ditujukan untuk memperoleh penjelasan atas proses penyidikan dan hasil pemeriksaan yang terkait dengan kematian Sutrimo.
Urutan waktu dari CCTV serta ETLE kini menempatkan aktivitas sejak Yamaha Mio mogok pada Rabu malam, perpindahan ke Yamaha Jupiter dan Yamaha NMAX, hingga evakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring sebagai bagian dari kronologi yang perlu ditelaah. Rekaman visual tersebut menjadi dasar untuk memahami pergerakan korban sebelum kejadian di Radio Dalam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is CCTV ungkap jejak pergerakan Sutrimo sebelum?
CCTV ungkap jejak pergerakan Sutrimo sebelum is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does CCTV ungkap jejak pergerakan Sutrimo sebelum matter?
CCTV ungkap jejak pergerakan Sutrimo sebelum matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.