Kebijakan Baru: Gelombang Protes Kematian Khamenei di Konsulat AS Karachi Ricuh, 7 Orang Tewas
Gelombang Protes Kematian Khamenei di Konsulat AS Karachi Ricuh, 7 Orang Tewas
Protes yang terjadi di depan konsulat Amerika Serikat di Kota Karachi, Pakistan, pada hari Minggu (1/3) waktu setempat memicu kekacauan. Aksi ini dianggap sebagai reaksi warga Pakistan terhadap kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Massa menggelar aksi unjuk kekuatan di berbagai titik strategis kota, termasuk Numaish Chowrangi, Abbas Town, dan kawasan Tower.
Kerusuhan meletus setelah demonstrasi meluas, dengan para peserta aksi berkumpul di sekitar konsulat yang berada di Mai Kolachi Road. Paling sedikit tujuh korban jiwa dan dua belas orang terluka akibat adu mulut antara peserta aksi dengan petugas keamanan di dekat konsulat Amerika Serikat di Karachi.
Mengutip Al Jazeera, bentrokan pecah di sekitar konsulat Amerika Serikat setelah gelombang protes menyebar ke berbagai wilayah Kota Karachi.
Peserta aksi mengguncang jalanan sambil membawa slogan yang mengecam pembunuhan pemimpin Iran. Beberapa dari mereka bergerak ke arah konsulat, di mana pengamanan telah ditingkatkan. Dalam aksi tersebut, sejumlah orang terlapor merusak bangunan konsulat, membakar sebagian area, dan menyerang fasilitas.
Di sisi lain, demonstran juga disebut melemparkan batu ke arah aparat keamanan. Ada laporan tidak terkonfirmasi mengenai suara tembakan yang terdengar di lokasi tersebut. Petugas kepolisian sedang berusaha menenangkan massa dan menambahkan personel untuk mengendalikan situasi.
Otoritas setempat meminta warga tetap tenang, tidak mempercayai atau menyebarkan isu yang belum terbukti. Mereka menegaskan bahwa kondisi di lokasi terus dipantau secara ketat.
