Pohon di area SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi mulai ditebang
Pohon di Area SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi Mulai Ditebang untuk Pemugaran
Atapkitadonasi.com – Pohon di area SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi kini mulai mengalami proses penebangan dan pemangkasan. Langkah ini menandai dimulainya aktivitas pemeliharaan lingkungan sekolah yang telah lama dinanti oleh warga sekitar. Petugas dari Suku Dinas Hutan Kota Jakarta Selatan telah turun ke lapangan untuk membersihkan pepohonan yang tumbuh di sekitar bangunan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penanganan perbaikan yang sebelumnya tertunda, mengingat kondisi sekolah belum mengalami pemugaran signifikan selama dua tahun terakhir.
Afrida, seorang orang tua murid berusia 33 tahun, menyampaikan rasa haru kepada awak media saat melihat proses penebangan berlangsung. Ia mengungkapkan rasa syukur atas langkah yang telah diambil oleh pemerintah daerah. “Pohon sudah mulai ditebang, kami bersyukur, ya,” ujarnya pada hari Rabu di lokasi sekolah. Kehadiran petugas dan alat-alat berat di sekitar area sekolah menjadi pertanda bahwa proses perbaikan akan segera dimulai secara bertahap.
Posisi Pohon yang Dipangkas dan Reaksi Orang Tua
Teramati secara visual, pohon-pohon yang dipangkas tersebut berada di posisi strategis, tepatnya di antara gedung utama yang mengalami kerusakan dan kantin sekolah. Kehadiran kendaraan dinas dari Suku Dinas Kehutanan Kota Jakarta Selatan yang terus keluar-masuk area sekolah semakin memperkuat indikasi bahwa proses pembersihan dan perbaikan sedang berlangsung. Kendaraan-kendaraan tersebut terlihat membawa serta ranting-ranting pohon hasil pemangkasan dari SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09.
Perwakilan orang tua murid menyambut positif langkah ini sebagai titik terang dalam situasi yang selama ini memprihatinkan. Mereka telah lama berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi lingkungan sekolah yang semakin memburuk. Afrida juga menyampaikan rasa syukur karena pemerintah daerah dan dinas terkait mulai merespons persoalan bangunan rusak yang belum diperbaiki sejak tahun 2024. Proses penebangan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembangunan ulang gedung sekolah yang lebih aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, harapan kami di awal dapat tanggapan dari Pak Gubernur. Sekarang, sudah ada tanggapan, dan dari dinas pun sudah turun tangan,” ujar Afrida.
Tahapan Selanjutnya dan Rencana Pembangunan
Meskipun demikian, Afrida mengakui bahwa masih ada tahapan yang harus dilalui. Ia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut baik dari pihak sekolah maupun instansi terkait. Realisasi pembangunan diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya tidak dapat menyebutkan satu per satu pihak yang telah membantu, namun berharap yang terbaik untuk kemajuan sekolah. Proses penebangan pohon ini merupakan langkah awal yang penting sebelum pembangunan gedung dimulai.
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa pembangunan sekolah telah masuk ke dalam penyusunan dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) untuk tahun 2025. Sebelumnya, pembangunan ini diusulkan agar terealisasi pada tahun 2027. Namun, pihaknya berharap proses tersebut dapat dipercepat mengingat mekanisme anggaran berjalan secara bertahap. Dengan adanya penebangan pohon di area SDN Kebayoran, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan dari pepohonan yang ada.
Sejarah Keruntuhan Gedung dan Dampaknya
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang berlokasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengalami keruntuhan gedung saat berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tanggal 27 November 2024. Sebanyak empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terdampak dalam insiden tersebut. Hujan deras yang turun pada sore hari menyebabkan gedung sekolah roboh secara perlahan. Insiden ini menjadi momen penting yang mendorong pemerintah untuk segera mengambil tindakan.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kekhawatiran orang tua semakin meningkat jika gedung yang sudah rapuh tersebut semakin ambruk dan membahayakan banyak orang. Sejak kejadian itu, orang tua terus meminta kejelasan kepada pihak sekolah, namun kepastiannya masih tertunda. Proses penebangan pohon di area sekolah menjadi salah satu langkah konkret yang menunjukkan adanya kemajuan dalam penanganan masalah ini.
Saat ini, tercatat sebanyak 274 siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang masih bersekolah di sekolah tersebut. Jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya yang mencapai 300 siswa. Pemprov DKI diharapkan dapat membantu sekolah agar dapat dibangun kembali menjadi lebih baik dan nyaman bagi para siswa. Hal ini menjadi semakin penting mengingat peristiwa tersebut membuat kegiatan mengaji menjadi tertunda dan mengganggu rutinitas belajar para siswa. Dengan adanya perbaikan yang sedang berlangsung, diharapkan kondisi sekolah akan kembali normal dalam waktu dekat.