Gerindra sebut Sudaryono miliki kinerja bagus untuk jabat Kepala BGN
Gerindra Sebut Sudaryono Miliki Kinerja untuk Kepemimpinan BGN
Atapkitadonasi.com – Jakarta – Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Sudaryono sebagai calon yang tepat untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pernyataannya, Gerindra sebut Sudaryono miliki kinerja yang solid selama bertugas di Kementerian Pertanian. Dukungan ini disampaikan oleh Juru Bicara partai, Bahtra Banong, yang menilai bahwa Sudaryono memiliki rekam jejak profesional yang mengesankan. Pengangkatan ini menyusul pengunduran diri Nanik S. Deyang dari posisi Kepala BGN yang telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak istana.
Kinerja dan Potensi Sudaryono di Bidang Gizi
Bahtra Banong menjelaskan bahwa pengalaman Sudaryono di kementerian pertanian menjadi nilai tambah yang signifikan bagi BGN. Menurutnya, Sudaryono tidak hanya memiliki kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga masih berada dalam usia produktif yang memungkinkan beliau membawa energi baru dalam memimpin BGN ke depan. “Saya pikir kerja-kerjanya bagus selama di Kementerian Pertanian dan beliau juga masih muda, tentu punya energi yang besar untuk mengurusi pengelolaan BGN ke depan,” ujar Bahtra Banong saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Rabu.
Selain faktor usia dan pengalaman, Sudaryono juga dinilai memiliki visi yang progresif. Hal ini sangat penting mengingat BGN memiliki tanggung jawab besar dalam mengkoordinasikan berbagai program gizi nasional, termasuk program Makan Gizi Gratis (MBG) yang sedang menjadi fokus perhatian pemerintah. Bahtra berharap Sudaryono dapat melakukan perbaikan tata kelola yang lebih efektif dalam program-program tersebut. Gerindra sebut Sudaryono miliki kinerja yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi BGN saat ini.
Harapan untuk Perbaikan Tata Kelola BGN
Salah satu prioritas utama yang diharapkan dari kepemimpinan Sudaryono adalah peningkatan efisiensi dan efektivitas program-program BGN. Bahtra Banong menekankan bahwa perbaikan ini akan menjadi harapan bersama seluruh stakeholders yang terlibat dalam sektor gizi nasional. “Agar BGN ke depan bisa semakin baik dan tentu itu menjadi harapan kita bersama,” ucapnya dengan optimisme tinggi.
Program Makan Gizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif strategis yang memerlukan koordinasi intensif antar lembaga. Dengan pengalaman Sudaryono di bidang pertanian, diharapkan program ini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Sudaryono juga dikenal sebagai figur yang mampu membangun sinergi antar kementerian dan lembaga terkait.
Pengunduran Diri Nanik S. Deyang
Sementara itu, pengunduran diri Nanik S. Deyang dari posisi Kepala BGN telah dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada Rabu pagi. Menurut Yuza, pengunduran diri ini dilakukan setelah Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Proses pengunduran diri ini berlangsung dengan baik dan tanpa kontroversi.
“Hari ini, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Yuza dalam pernyataannya yang disampaikan secara resmi. Pernyataan ini memberikan kejelasan mengenai alasan pengunduran diri yang sebenarnya.
Bahtra Banong juga menegaskan bahwa pengunduran diri Nanik murni disebabkan oleh alasan kesehatan, bukan karena faktor politik atau urusan lainnya. “Jadi, tidak ada kaitan dengan urusan yang lain karena memang beliau ingin konsentrasi terhadap pengobatan,” katanya. Hal ini sejalan dengan penjelasan Nanik sendiri dalam pernyataan yang diunggah di media sosialnya.
Proses Pengangkatan Sudaryono sebagai Kepala BGN
Dalam pernyataannya di media sosial, Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa pengunduran dirinya berkaitan erat dengan kebutuhan pengobatan jantung di luar negeri. “Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui. Namun, saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulis Nanik dalam pernyataannya.
Pengangkatan Sudaryono sebagai Kepala BGN baru telah resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu sore. Proses pengukuhan ini menandai dimulainya babak baru dalam kepemimpinan lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan gizi nasional Indonesia. Gerindra sebut Sudaryono miliki kinerja yang mumpuni untuk menghadapi tantangan tersebut.
Dengan pengalaman dan kualifikasi yang dimiliki, Sudaryono diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan BGN. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Partai Gerindra, menjadi modal penting bagi keberhasilan kepemimpinan beliau dalam menjalankan tugas-tugas strategis lembaga ini ke depan. Sudaryono siap memimpin BGN dengan visi yang jelas dan komitmen tinggi terhadap perbaikan sektor gizi nasional Indonesia.