Sudaryono: Ketahanan Pangan Fondasi Utama Transformasi Ekonomi Prabowo
Meeting Results – Jakarta, 12 Juni — Dalam sebuah acara yang berlangsung di ibu kota, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan bahwa keselamatan pangan adalah pondasi penting dalam mewujudkan perubahan ekonomi nasional yang menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka pertemuan strategis Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) di Jakarta, Jumat (12/6). GEKIRA, sebagai sayap Partai Gerindra, berperan aktif dalam mengumpulkan aspirasi dari komunitas Kristen di Indonesia, terutama Protestan dan Katolik.
Peran GEKIRA dalam Agenda Pembangunan Nasional
Pertemuan GEKIRA tahun 2026 ini mengambil tema “Transformasi Ekonomi Nasional dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto”. Tema tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menyelaraskan rencana kerja organisasi dengan visi pembangunan pemerintahan. Sudaryono menyatakan bahwa keselamatan pangan bukan hanya tentang produksi beras atau tanaman pertanian biasa, tetapi juga tentang kedaulatan bangsa. Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memastikan Indonesia bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan makanan warganya.
“Ketahanan pangan adalah jaminan bahwa rakyat dapat hidup sejahtera tanpa menggantungkan diri pada impor. Presiden Prabowo berkomitmen mengubah cara kerja pemerintah agar negara ini mampu berdiri sendiri dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengerahkan berbagai upaya untuk memperkuat sistem pangan nasional. Upaya ini mencakup peningkatan hasil pertanian, pengoptimalan penggunaan lahan pertanian, serta modernisasi teknologi pertanian. Selain itu, pembangunan infrastruktur irigasi dan pengembangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan.
Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Sudaryono menekankan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi nasional memerlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk organisasi kemasyarakatan dan kelompok relawan yang selama ini turut serta dalam proses politik Prabowo. “Kami telah bersama-sama membangun kepercayaan terhadap Presiden Prabowo. Setelah kemenangan dicapai, tugas kita adalah mengawal agar semua program pemerintah berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi rakyat,” katanya.
Dalam memperbaiki kondisi pangan, pemerintah juga fokus pada penutupan kebocoran sistem yang sebelumnya merugikan negara. Hal ini mencakup praktik korupsi, penyimpangan penggunaan anggaran, over invoicing, dan transfer pricing. Sudaryono mengatakan bahwa langkah-langkah ini wajib diambil meski ada pihak yang merasa terganggu. “Tujuan utama dari perbaikan sistem adalah menghasilkan pemerintahan yang lebih bersih, lebih efektif, dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia berharap GEKIRA dan kader-kadernya bisa menjadi pilar dalam menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. “Masyarakat harus memahami bahwa setiap kebijakan memiliki tujuan besar untuk kemajuan bangsa. Jangan hanya fokus pada keuntungan pribadi, tetapi jelaskan bagaimana program pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” imbuh Sudaryono.
Harapan untuk Konsolidasi dan Kolaborasi
Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, mengatakan bahwa Rakernas 2026 bukan hanya acara konsolidasi internal, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan program yang konkret dan relevan dengan kebutuhan bangsa. “Kita perlu menyelaraskan langkah-langkah organisasi dengan agenda nasional agar transformasi ekonomi bisa berjalan efektif,” ujarnya.
Nikson menegaskan bahwa GEKIRA memiliki tanggung jawab besar dalam membantu pemerintah merealisasikan kebijakan-kebijakan yang mendorong kesejahteraan rakyat. “Seluruh program yang dijalankan Presiden Prabowo bertujuan menghadirkan perubahan nyata. GEKIRA akan ikut menyukseskan program ini dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Dalam memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga memperhatikan aspek-aspek seperti pengurangan ketergantungan pada bahan makanan impor, pengembangan kebun raya, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sudaryono berharap masyarakat bisa turut andil dalam mengawasi penerapan kebijakan tersebut. “Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa semua langkah yang diambil memberi dampak yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” katanya.
Kebijakan yang diambil saat ini, menurut Sudaryono, adalah bagian dari upaya untuk memperbaiki sistem pemerintahan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya bangsa. “Dengan sistem yang lebih baik, pemerintah bisa memastikan distribusi kekayaan secara adil dan mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah,” ujarnya.
Komitmen Prabowo untuk Kedaulatan Pangan
Sudaryono juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. “Semua kebijakan yang diambil pemerintah, baik itu tentang pertanian, pangan, atau sektor lainnya, adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proses transformasi ekonomi, pemerintah juga sedang fokus pada peningkatan produktivitas sektor pertanian. Ini termasuk penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan hasil panen, serta peningkatan kualitas bahan pangan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sudaryono menyatakan bahwa keberhasilan transformasi ini tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat.
“Kita perlu memahami bahwa transformasi ekonomi bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang keadilan dan kesejahteraan yang merata. Jadi, semua program yang dijalankan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Dengan adanya rakernas ini, Sudaryono berharap GEKIRA bisa menjadi wadah yang mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebijakan pangan. “Masyarakat perlu tahu bahwa keselamatan pangan adalah pondasi dari pertumbuhan ekonomi yang sehat. Dengan memahami ini, mereka bisa berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa,” ujarnya.