Politik

Stok pangan dan energi aman – Prabowo: Negara lain panik, RI masih oke

Stok Pangan dan Energi Tetap Aman, Prabowo: Negara Lain Panik, RI Masih Stabil

Stok pangan dan energi aman – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia masih dalam kondisi stabil meski menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, ketersediaan bahan pangan dan energi nasional tidak terganggu, sehingga bisa memastikan kesejahteraan masyarakat. “Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” tutur Prabowo saat berbicara di Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu.

Prabowo juga menyebutkan bahwa ada sejumlah pihak yang terus mempertanyakan kestabilan negara ini, terutama dalam menghadapi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, dia mengklaim bahwa kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya berdasar. Dalam pandangan Prabowo, masyarakat di daerah pedesaan tetap bisa berdikari dan tidak bergantung sepenuhnya pada mata uang asing. “Di tingkat desa, kita tidak menggunakan dolar AS sebagai alat utama,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo menyoroti bahwa Indonesia mampu menjaga ketersediaan sumber daya pangan dan energi meskipun situasi global sedang tidak menentu. Dia menyatakan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. “Kita tidak perlu khawatir, karena rasio antara produksi domestik dan kebutuhan nasional masih seimbang,” tambahnya.

“Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit,” ujar Prabowo.

Dalam menghadapi tekanan global, Prabowo menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi alam Indonesia secara bijak. Ia berpendapat bahwa sumber daya yang dimiliki harus dijaga dengan baik agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. “Indonesia harus mampu menjadi pelaku utama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi sendiri,” tambahnya.

Menurut Prabowo, beberapa negara mulai memperlihatkan kecemasan karena terganggunya rantai pasok global akibat perang di Timur Tengah. Salah satu dampaknya adalah penutupan Selat Hormuz, yang memengaruhi alur perdagangan minyak. “Situasi ini membuat banyak negara mengalami ketidaknyamanan, sementara Indonesia tetap tenang dan siap memberikan bantuan jika diperlukan,” papar Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa permintaan bantuan dari luar negeri sudah mulai terdengar. Tidak hanya bahan pangan, negara-negara lain juga mengajukan permintaan terkait pupuk, terutama urea. Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, telah memutuskan untuk menjual 500 ribu ton urea ke Australia. “Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tetap siap memberi bantuan ke negara-negara yang membutuhkan,” katanya.

Di samping Australia, Prabowo menyebutkan bahwa beberapa negara seperti Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil juga aktif mengajukan permintaan pupuk dari Indonesia. Ia menilai permintaan tersebut mencerminkan kepercayaan negara-negara tersebut terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam. “Indonesia memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk dan bahan pangan secara konsisten,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa kebijakan pemerintah harus selalu berorientasi pada keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam seperti pertanian dan energi harus dipertahankan agar tetap bisa menjadi pilar utama kehidupan masyarakat. “Dengan menjaga ketahanan pangan dan energi, kita bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain yang sedang menghadapi tekanan,” jelasnya.

Dalam pandangan Prabowo, ketahanan nasional tidak hanya tergantung pada produksi dalam negeri, tetapi juga pada kemampuan mengelola kebijakan ekonomi secara tepat. Ia menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah, meski sedang berfluktuasi, tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. “Karena perekonomian Indonesia tetap stabil, kita bisa menghadapi perubahan global dengan tenang,” tambahnya.

Prabowo juga menyoroti peran Indonesia dalam menstabilkan perekonomian regional. Menurutnya, negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah mulai memperhatikan langkah-langkah Indonesia dalam mengelola pasokan bahan pokok. “Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penyuplai, tetapi juga mitra yang bisa diandalkan,” ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan global, Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus tetap fokus pada keberlanjutan. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan harus didasarkan pada kebutuhan rakyat dan kemampuan negara untuk bertahan. “Kita tidak boleh terbawa oleh arus global yang tidak stabil, karena Indonesia memiliki kapasitas untuk melawan gejolak tersebut,” katanya.

Prabowo menambahkan bahwa kestabilan bahan pangan dan energi menjadi jaminan utama bagi kesejahteraan rakyat. Ia berpendapat bahwa Indonesia telah berhasil menciptakan sistem yang cukup resilien dalam menghadapi krisis ekonomi dan bencana alam. “Dengan kondisi tersebut, kita bisa melanjutkan pembangunan tanpa tergantung pada pasar global yang tidak menentu,” jelasnya.

Mengenai potensi ekspor, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi pelaku utama dalam perdagangan internasional. Ia menekankan bahwa urea dan beras menjadi produk yang sangat diminati oleh negara-negara lain, terutama yang mengalami kelangkaan bahan bakar atau pangan. “Kita bisa menjadi penyuplai utama, selama kita memperkuat infrastruktur dan kebijakan,” katanya.

Di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak bisa diraih tanpa kerja keras dari seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus meningkatkan kapasitas produksi, memastikan akses pasar, dan menjaga kestabilan harga. “Kita harus mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum fokus pada ekspor,” ujarnya.

Dengan menghadapi krisis global, Prabowo berharap

Nadia Hakim

Nadia Hakim adalah penulis yang menaruh perhatian pada aspek nilai, etika, dan tanggung jawab dalam berdonasi. Tulisan-tulisannya di atapkitadonasi.com membahas zakat, sedekah, dan amal dari sudut pandang sosial dan moral, dengan bahasa yang tenang dan informatif. Nadia berkomitmen menghadirkan konten yang mendorong kebaikan tanpa menyesatkan pembaca.