Kebijakan Baru: Media Iran Sebut Putri, Menantu, dan Cucu Khamenei Tewas Usai Iran Diserang
Media Iran Sebut Putri, Menantu, dan Cucu Khamenei Tewas Usai Iran Diserang
Pada hari Minggu (1/3/2026), media Iran melaporkan bahwa putri, menantu, serta cucu dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi negara itu, meninggal akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Laporan dari kantor berita Fars serta sumber-sumber media lokal lainnya menyebutkan, berdasarkan informasi dari sumber tepercaya di lingkungan kediaman pemimpin revolusioner, kabar mengenai kepergian mereka telah terbukti.
Sebelumnya, AS dan Israel mengklaim bahwa Khamenei sendiri tewas dalam serangan terhadap Iran, tetapi Iran menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk melemahkan semangat pasukan. Dalam rangkaian serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026), lokasi utama yang menjadi target adalah kompleks keamanan di Teheran. Dikutip dari New York Times, citra satelit Airbus Defence and Space menunjukkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi rusak parah.
Beit-e Rahbari, yang merupakan tempat tinggal Khamenei, juga dianggap sebagai pusat strategis bagi pertemuan pejabat senior Iran. Analisis ahli mengungkapkan bahwa pola kerusakan dan efek ledakan pada bangunan selaras dengan penggunaan amunisi khusus untuk menembus struktur bawah tanah, seperti amunisi bunker-buster. Senjata ini dirancang untuk meruntuhkan fasilitas yang diangkut dalam lapisan beton.
Operasi Militer dan Pernyataan Trump
Operasi militer yang dilakukan AS dan Israel melibatkan serangan beruntun ke sejumlah lokasi penting di Iran. Seusai serangan, asap tebal menghiasi distrik Pasteur, Teheran, tempat kediaman Khamenei. Otoritas Iran langsung memperkuat keamanan di ibu kota.
“Setelah berkomunikasi dengan sumber terpercaya di lingkungan kediaman pemimpin tertinggi, kabar mengenai gugurnya putri, menantu, dan cucu Khamenei telah dikonfirmasi,”
Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa target operasi mereka adalah fasilitas militer. Militer Israel juga memberikan peringatan agar warga sipil Iran menjaga jarak dari infrastruktur militer untuk mengurangi risiko korban. Serangan ini dianggap sebagai tindak lanjut dari rencana bersama yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan oleh kedua negara.
