Yang Dibahas: Humaniora sepekan, skema “war ticket” haji hingga WFH untuk dosen
Kekinian, Berita Humaniora, Kebijakan Haji hingga WFH Dosen
Selama satu minggu terakhir, beberapa isu humaniora memperoleh perhatian publik, termasuk kebijakan terkini mengenai ibadah haji, penggunaan kerja jarak jauh (WFH) bagi dosen, serta peristiwa alam yang memengaruhi aktivitas pendidikan. Berikut rangkuman peristiwa terkini yang relevan.
Eksplorasi Benda Langit di Lampung
Dalam laporan terbaru, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan objek misterius yang muncul di langit Lampung sebagaimana terlihat dalam video viral di media sosial bukanlah fenomena alam biasa, melainkan sampah antariksa. Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa objek terang tersebut bergerak ke arah timur laut dan terpecah menjadi bagian-bagian kecil.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten heboh karena melihat objek terang yang meluncur di langit. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujar Thomas dalam konfirmasi di Jakarta.
Eksplorasi Gunung Semeru
Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi yang menghasilkan guguran awan panas hingga 2,5 kilometer ke arah selatan. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan bahwa erupsi terjadi pada pukul 20.47 WIB.
“Kolom letusan teramati mencapai kira-kira 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl),” jelas Sigit dalam laporan tertulis.
Kebijakan Haji 2026
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa biaya haji tahun 2026 akan turun sekitar Rp2 juta meskipun harga avtur mengalami kenaikan. Ia menjelaskan kebijakan ini dipastikan dijalankan meskipun kondisi ekonomi global dan domestik terus berubah.
“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta rupiah, walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta.
Skema “War Ticket” untuk Ibadah Haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut bahwa skema “war ticket” akan menjadi opsi tambahan dalam penyelenggaraan haji jika Kamar Laut Saudi membuka kuota secara besar-besaran. Ia menambahkan bahwa mekanisme ini masih dalam tahap evaluasi.
“Kalau Saudi membuka kuotanya dalam jumlah besar, kita akan buka dua skema. Pertama adalah antrean biasa, skema kedua disebut ‘war ticket’ oleh Pak Menteri,” ungkap Dahnil.
Pemakaian WFH bagi Dosen
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong perguruan tinggi memberikan kesempatan satu hari kerja jarak jauh (WFH) kepada dosen dan tenaga kependidikan per minggu. Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem kerja ini untuk meningkatkan efisiensi.
“Kita mendorong kampus melakukan pemilihan dan evaluasi. Proses satu hari WFH dalam satu minggu bisa dijadikan langkah awal,” kata Brian kepada wartawan di Jakarta.
