Agenda Kunjungan: Bank Muamalat: Pembiayaan multiguna naik 37,1 persen sepanjang 2025
Bank Muamalat: Pembiayaan Multiguna Naik 37,1 Persen Sepanjang 2025
Jakarta, 4 April 2025 – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan multiguna berbasis prinsip syariah. Nilainya meningkat hingga 37,1 persen (tahunan /yoy) menjadi Rp647 miliar pada 2025, dibandingkan Rp472 miliar di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk perluasan kemitraan tabungan payroll.
Strategi Pencapaian yang Dinamis
Dalam kaitan tersebut, jumlah rekening juga mengalami kenaikan 25,3 persen (tahunan) menjadi 8.865 unit. Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengungkapkan bahwa kinerja positif ini terutama dipengaruhi oleh penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi aparatur sipil negara (ASN). Penyaluran gaji ini meningkatkan aksesibilitas produk Multiguna iB Hijrah, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan syariah seperti pendidikan, renovasi rumah, dan pembelian kendaraan.
“Kami juga mengoptimalkan segmen lain termasuk lembaga negara, BUMN, ekosistem haji dan umrah, serta industri halal yang dinilai memiliki kebutuhan pembiayaan berbasis syariah,” ujar Ricky.
Besides ASN, Bank Muamalat terus memperluas target pasar ke sektor pendidikan dan layanan kesehatan, seperti sekolah, perguruan tinggi, serta rumah sakit. Pembiayaan multiguna ini menggunakan skema akad seperti murabahah, ijarah multijasa, maupun musyarakah mutanaqisah (MMQ) untuk kebutuhan refinancing.
Strategi Peningkatan Portofolio
Bank Muamalat menegaskan fokus pada peningkatan jumlah nasabah yang sudah ada. Prioritas diberikan kepada pelanggan payroll, nasabah pembiayaan, serta klien dari bisnis perusahaan dan komersial. Meski agresif dalam pertumbuhan, bank ini tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana.
Dengan limit hingga Rp1,5 miliar dan angsuran tetap, produk Multiguna iB Hijrah menawarkan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Tenornya mencapai 15 tahun, memungkinkan penyesuaian sesuai kondisi finansial nasabah. Layanan untuk produk ini dirancang agar mudah diakses, dengan syarat calon nasabah membawa identitas diri, dokumen penghasilan, serta surat ketetapan (SK) pegawai atau izin praktik sebagai pendukung.
