Pramono Ungkap Peluang Tambahan Sekolah Swasta Gratis, Termasuk Madrasah
Key Discussion – Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa terdapat kemungkinan untuk menambah jumlah sekolah swasta yang diberikan gratis jika anggaran memungkinkan. Ia menjelaskan bahwa peluang ini berpotensi terbuka apabila DPRD DKI Jakarta memberikan ruang fiskal tambahan. “Mudah-mudahan, ke depan, kalau kemudian ruang fiskal DPRD DKI Jakarta dapat menambah, pasti akan kami tambah (sekolah swasta gratis),” ujarnya dalam sebuah pertemuan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis.
Usulan Komisi E Dorong Inklusi Madrasah dalam Program Sekolah Swasta Gratis
Dalam rapat paripurna yang berlangsung hari ini, Kamis, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Subki mengusulkan agar madrasah, yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama, masuk ke dalam program sekolah swasta gratis. Ia menyatakan, “Saya mengusulkan kepada gubernur dan jajarannya agar sekolah gratis disusul nanti dengan madrasah swasta gratis,” katanya. Subki menilai bahwa adanya perluasan program ini bisa menjadi langkah yang signifikan untuk menjangkau lebih banyak siswa.
“Perlu dicatat bahwa di Jakarta ada juga pendidikan yang di bawah koordinasi Kementerian Agama, yaitu madrasah. Mereka anak Jakarta, mereka membayar pajak, maka jangan sampai diskriminasi ini kepanjangan,” tambah Subki.
Subki juga menyoroti bahwa program sekolah swasta gratis yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta pada tahun ajaran 2026/2027 sudah mencapai 103 lembaga, dan menurutnya, ini layak diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa perluasan program tersebut sebaiknya mencakup semua jenis sekolah, termasuk madrasah, agar tidak ada kesenjangan dalam akses pendidikan. “Pemprov DKI Jakarta perlu memperhatikan sekolah swasta lainnya, terutama yang berada di bawah Kementerian Agama, yaitu madrasah, yang sampai saat ini belum masuk ke dalam program sekolah swasta gratis,” jelasnya.
Apresiasi terhadap Program Sekolah Swasta Gratis Tahun 2026/2027
Subki mengakui bahwa inisiatif sekolah swasta gratis yang telah diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027 layak mendapatkan penghargaan. Ia menyebutkan bahwa program ini telah menjangkau 103 lembaga dan memberikan manfaat bagi banyak siswa. Meski demikian, ia menilai bahwa kebijakan ini masih perlu diperluas untuk mencakup seluruh jenis sekolah, termasuk madrasah, yang merupakan bagian integral dari sistem pendidikan DKI Jakarta.
Dalam pernyataannya, Subki menekankan bahwa siswa madrasah adalah anak-anak Jakarta yang sama seperti siswa di sekolah lainnya. Mereka juga memiliki tanggung jawab berkontribusi terhadap pemerintah melalui pajak, sehingga tidak adil jika mereka tidak mendapatkan kesempatan yang setara. “Saya rasa, program ini bisa memberikan dampak yang lebih besar jika bisa menjangkau semua tingkat pendidikan, termasuk madrasah,” tambahnya.
Pemprov DKI Diingatkan untuk Hindari Diskriminasi dalam Pendidikan
Menurut Subki, saat ini madrasah swasta masih terlewat dari program gratis yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Ia menyebutkan bahwa hal ini bisa menciptakan ketimpangan dalam akses pendidikan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan finansial lebih tinggi. “Jika tidak dimasukkan, maka akan ada kesenjangan yang memperparah kondisi ekonomi para orang tua murid di madrasah,” paparnya.
Dalam perspektifnya, Subki berharap Pemprov DKI Jakarta bisa mengevaluasi kembali kebijakan pendidikan swasta gratis dan melibatkan semua sektor pendidikan, termasuk madrasah, dalam program tersebut. Ia menjelaskan bahwa madrasah memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda, terutama dalam bidang agama dan nilai-nilai keagamaan. “Madrasah tidak boleh dibiarkan tertinggal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta,” tegasnya.
Pramono Anung Wibowo, dalam wawancaranya, juga menyatakan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi berdasarkan ketersediaan anggaran dan kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa penambahan ruang fiskal dari DPRD DKI Jakarta akan menjadi dasar utama untuk melanjutkan program tersebut. “Pemerintah daerah akan menyesuaikan kebijakan ini dengan keadaan finansial dan kebutuhan masyarakat,” tambah Pramono.
Sekolah swasta gratis yang diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, program ini juga dianggap sebagai upaya untuk mendorong pemerataan pendidikan di kota metropolitan ini. Dengan adanya lebih banyak sekolah gratis, pemerintah daerah berharap bisa memberikan peluang yang lebih merata bagi seluruh anak Jakarta, baik yang berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu.
Pramono juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menentukan jumlah sekolah swasta gratis yang akan diberikan. Ia menjelaskan bahwa pengalokasian anggaran akan dilakukan secara cermat untuk memastikan program ini dapat berjalan secara optimal. “Kami akan mengupayakan agar sekolah swasta gratis bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Jakarta,” kata Pramono.
Usulan Subki untuk memasukkan madrasah ke dalam program sekolah swasta gratis dianggap sebagai langkah yang strategis. Dengan ini, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan latar belakang agama bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, seperti siswa lainnya. “Ini adalah langkah yang seharusnya dilakukan, agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati manfaat pendidikan yang setara,” ujarnya.
Dalam keseluruhan diskusi ini, Pramono dan Subki sepakat bahwa pendidikan gratis harus menjadi prioritas dalam mengatasi kesenjangan sosial di Jakarta. Mereka menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang bisa membawa manfaat bagi seluruh generasi ke depan,” tutur Pramono.
Dengan adanya dukungan dari DPRD DKI Jakarta, program sekolah swasta gratis bisa berkembang lebih luas lagi. Pramono mengatakan bahwa kebijakan ini akan terus diperluas sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah. “Jika anggaran memungkinkan, kami akan mencoba menambah jumlah sekolah swasta gratis,” ujarnya. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan dan melihat kemungkinan perluasan ke berbagai lembaga pendidikan.