Dirut Pertamina Patra Niaga: Ajang PINDEX jadi forum kolaborasi
Meeting Results –
Jakarta – Pertamina Patra Niaga, perusahaan energi hilir milik Pertamina, melalui Direktur Utamanya Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa acara PINDEX 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi yang menghadirkan berbagai pihak terkait. “PINDEX bukan hanya pertemuan antara pemasok dan pembeli, tetapi menjadi platform untuk berbagi ilmu, menjelajahi peluang kerja sama, serta membangun nilai tambah bersama,” tutur Mars Ega dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Focus pada Inovasi dan Teknologi Energi Hilir
Acara pembukaan PINDEX 2026 di Tangerang, Banten, berlangsung pada Rabu (3/6), dan Mars Ega menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur energi. Ia meminta para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki berbagai inovasi, mulai dari transformasi SPBU, desain mobil tangki yang lebih modern, hingga peningkatan kapasitas terminal BBM menjadi facility blending. “Selain itu, PINDEX juga menjadi ajang untuk mengenalkan teknologi seperti biorefinery, digitalisasi, dan artificial intelligence yang relevan dengan kebutuhan operasional di masa depan,” tambahnya.
“PINDEX 2026 hadir sebagai inisiatif pertama dalam bidang engineering downstream yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga, dengan tujuan memperkuat sinergi antar sektor dan menghadirkan solusi inovatif untuk keberlanjutan energi nasional,”
Dalam kesempatan tersebut, Mars Ega juga menyoroti peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi distribusi energi. Ia menekankan bahwa inovasi harus selaras dengan tujuan mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi, serta mendukung pertumbuhan sektor hilir secara berkelanjutan. “Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci untuk mempercepat transformasi dan menciptakan ekosistem yang lebih kuat,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Mitra Strategis Nasional dan Internasional
Menurut Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, PINDEX 2026 menjadi ruang diskusi yang luas. “Selama tiga hari penyelenggaraan, dari 3 hingga 5 Juni 2026, ajang ini menghadirkan 73 stan pameran yang menampilkan berbagai teknologi dan inovasi dari perusahaan serta merek di bidang infrastruktur energi, sektor teknologi, serta mitra strategis dari dalam dan luar negeri,” katanya.
“Teknologi yang ditampilkan mencakup berbagai aspek, mulai dari instrumentasi, jaringan pipa, mobil tangki, hingga industri maritim, khususnya fasilitas dermaga. Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat adopsi teknologi yang andal dan membangun jaringan kerja sama yang lebih luas,”
Hari Purnomo menambahkan bahwa acara ini tidak hanya tentang pameran, tetapi juga konferensi dan diskusi yang fokus pada peningkatan kinerja sektor energi hilir. “Dengan menggabungkan pemikiran dari berbagai pihak, PINDEX berharap mendorong percepatan transformasi industri dan memastikan keberlanjutan layanan energi di masa depan,” tuturnya.
Peluang untuk Publik dan Masa Depan Energi Indonesia
Dalam wawancara yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat umum. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan melihat langsung bagaimana energi didistribusikan, teknologi yang digunakan, serta berbagai inovasi yang mendukung kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
“PINDEX 2026 berlangsung hingga 5 Juni 2026 dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Ini menjadi ajang edukasi yang memperkaya pemahaman masyarakat tentang perkembangan sektor energi,”
Roberth menjelaskan bahwa PINDEX tidak hanya fokus pada profesional industri, tetapi juga memberikan akses bagi publik untuk memahami proses distribusi energi dan peran teknologi dalam menunjang keberlanjutan. “Dengan menghadirkan teknologi modern, seperti digitalisasi dan AI, kami ingin menunjukkan bagaimana Indonesia bisa mewujudkan distribusi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Energi
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam segala aspek operasional. “Kolaborasi dengan mitra strategis menjadi pondasi utama untuk memastikan layanan energi tetap relevan dan dapat beradaptasi dengan perubahan global,” kata Mars Ega.
Event ini diharapkan menjadi sarana untuk membangun hubungan antar sektor, termasuk perusahaan teknologi, pemerintah, dan organisasi internasional. “Dengan menampilkan solusi inovatif, PINDEX berupaya menciptakan ekosistem yang lebih terpadu dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam bidang energi hilir,” terangnya.
Dalam konteks nasional, Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa inovasi teknologi adalah bagian penting dari strategi peningkatan kualitas distribusi energi. “Masa depan distribusi energi Indonesia akan bergantung pada teknologi modern yang canggih, sekaligus mengedepankan aspek lingkungan,” tambah Roberth.
PINDEX 2026, yang menjadi ajang pertama sejenis dalam sejarah Pertamina Patra Niaga, berharap menjadi model kolaborasi untuk pengembangan infrastruktur energi. “Dengan menggabungkan keterampilan dan sumber daya dari berbagai pihak, kami yakin acara ini akan memberikan dampak signifikan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam produksi dan distribusi energi,” pungkas Hari Purnomo.
Sebagai penutup, acara ini dianggap sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan global, terutama di tengah transisi menuju energi bersih dan efisien. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam menciptakan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. “PINDEX 2026 menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga menginspirasi perubahan di seluruh sektor energi,” tutup Roberth.