Dewa United Banten Curi Kemenangan dalam Laga Semifinal IBL 2026 di Kandang Pelita Jaya
Dewa curi kemenangan laga pertama semifinal – Jakarta, Sabtu – Dalam laga semifinal pertama babak best-of-five Indonesian Basketball League (IBL) 2026, Dewa United Banten berhasil memperoleh kemenangan dramatis dengan skor 78-76 di GMSB, Jakarta Selatan. Pertandingan yang berlangsung ketat ini menjadi momen penting bagi kedua tim, khususnya karena Pelita Jaya Jakarta bertindak sebagai tuan rumah. Meski berada di kandang, Dewa United mampu mempertahankan dominasi mereka hingga akhir pertandingan, mengakhiri laga dengan keunggulan tipis yang berdampak besar pada jalannya kompetisi.
Perpaduan Kunci Pemain untuk Kemenangan Dramatis
Kemenangan Dewa United Banten di semifinal pertama ini didukung oleh performa apik dari tiga pemain utama, Troy Gillenwater, Joshua Ibarra, dan Donell Cooper. Ketiganya berperan penting dalam menggerakkan permainan, terutama melalui keterampilan teknik dan keberanian dalam menembak. Gillenwater, sebagai power forward, menjadi pilar utama tim tamu dengan mencatatkan 35 poin serta enam rebound. Ibarra, yang berposisi center, memperlihatkan kehebatannya dengan mengumpulkan 22 poin dan 14 rebound, sementara Cooper, meskipun tidak mencetak poin terbanyak, berkontribusi signifikan lewat 12 assist, 10 poin, dan delapan rebound.
Pemain lokal, Perrin Levon Buford, yang bermain sebagai small forward, juga tampil menonjol dengan pencapaian double-double, yaitu 23 poin dan 12 rebound, serta tujuh assist. Namun, keberhasilan Buford tidak terlepas dari peran dominan Gillenwater dan Ibarra yang membantu mengukir margin keunggulan. Di sisi lain, Pelita Jaya Jakarta menghadirkan perlawanan sengit, terutama dalam babak-babak penting.
Tempo Tinggi di Kuarter Pertama
Dari awal pertandingan, kedua tim menunjukkan semangat tinggi dan kompetisi sengit. Pelita Jaya Jakarta, yang dilatih oleh David Singleton, segera mengambil inisiatif dengan memperkenalkan tempo cepat. Perrin Levon Buford, di kuarter pertama, menjadi pelaku pertama yang membuka skor lewat alley-oop yang mampu memperlihatkan kecepatan dan keterampilan permainannya. Namun, Dewa United Banten tidak kalah semangat. Perpaduan antara Troy Gillenwater dan Joshua Ibarra membawa tim tamu memimpin dengan keunggulan 10-4 setelah memperoleh beberapa lemparan bebas dan tembakan tiga angka.
Pada kuarter pertama, perbedaan skor mencapai 33-14, menunjukkan dominasi Dewa United yang terus berlanjut. Meski begitu, Pelita Jaya Jakarta tetap menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun permainan, terutama melalui efisiensi dalam bola-bola pendek dan pergerakan di paint area.
Dominasi Tim Tamu di Kuarter Kedua
Kuarter kedua memperlihatkan momentum Dewa United yang tidak berhenti. Perpaduan Gillenwater dan Ibarra terus menciptakan kesulitan bagi tim tuan rumah, dengan memanfaatkan jump shot dan driving layup untuk memperlebar keunggulan. Skor akhir kuarter kedua mencapai 55-37, menandakan bahwa Dewa United jauh lebih konsisten dalam menjaga ritme permainan.
Usai halftime, Pelita Jaya Jakarta menunjukkan penyesuaian strategi. Kombinasi Prastawa, Buford, dan Jeff Withey membawa tim tuan rumah memperkecil selisih poin, menciptakan ketegangan yang semakin memanas. Pertandingan memasuki fase yang lebih intens, dengan skor menipis menjadi 58-67 setelah kuarter kedua. Perbedaan poin pada kuarter kedua mencapai 18 poin, tetapi di kuarter ketiga, Pelita Jaya mampu mengubah permainan melalui penguasaan bola di area pertahanan.
“Kami memperlihatkan ketenangan dan strategi yang lebih baik setelah halftime. Tapi Dewa United tetap berada di jalur yang benar,” ujar salah satu pelatih setelah pertandingan.
Dalam kuarter ketiga, Dewa United Banten terus mencoba memperkuat dominasi mereka. Pemain yang dinobatkan sebagai IBL Local MVP 2026, Rio Disi, menjadi faktor penentu dalam menjaga keunggulan melalui beberapa tembakan tiga angka. Namun, Pelita Jaya Jakarta tidak menyerah. Prastawa, yang berperan sebagai kapten, berhasil menyamakan skor dengan lemparan tiga angka pada sisa waktu 15 detik, memicu reaksi luar biasa dari penonton.
Penutupan Sengit di Kuarter Terakhir
Di kuarter terakhir, kedua tim memasuki fase yang sangat ketat. Pelita Jaya Jakarta berusaha memperkecil ketertinggalan dengan beberapa langkah strategis, termasuk penekanan pada permainan bola-bola pendek. Namun, Dewa United Banten tetap tampil konsisten. Troy Gillenwater, yang sempat memimpin dalam kuarter kedua, kembali menjadi penentu akhir melalui ofensif rebound dan underbasket di detik-detik terakhir, memastikan kemenangan timnya dengan skor 78-76.
Hasil ini tidak hanya memperlihatkan ketangguhan Dewa United Banten sebagai juara IBL 2025, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan dalam tekanan kandang. Sebaliknya, Pelita Jaya Jakarta menunjukkan kemampuan beradaptasi yang baik, meskipun akhirnya harus menerima kekalahan. Kemenangan Dewa United Banten ini menjadi pengantar yang menegangkan bagi babak final IBL 2026, yang akan menentukan pemenang kompetisi tahun ini.
Sejumlah faktor menjadi penentu dalam pertandingan ini. Pertama, konsistensi dalam melibatkan semua pemain, termasuk peran penting Prastawa dan Jeff Withey dalam membangun permainan dari belakang. Kedua, keberhasilan permainan offensif dari Gillenwater dan Ibarra yang terus menciptakan peluang. Ketiga, ketenangan dan sikap berani Perrin Levon Buford dalam menghadapi tekanan. Meski kehilangan banyak poin di kuarter pertama, Dewa United Banten mampu mengubah momentum dan mempertahankan fokus hingga akhir.
Analisis dari sisi statistik menunjukkan bahwa penampilan para