Direktur The Voice of Istiqlal Dianugerahi Penghargaan oleh Dubes Jepang
Special Plan – Jakarta, pada Rabu (tanggal) – Direktur The Voice of Istiqlal (Voist), Mulyono Lodji, telah menerima penghargaan khusus dari Duta Besar Jepang di Indonesia tahun 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perannya dalam memperkuat kerja sama dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Duta Besar Jepang, Myochin Mitsuru, dalam pidatonya saat upacara penyerahan penghargaan di kediamannya di Jakarta, menegaskan bahwa Mulyono Lodji layak mendapatkan penghargaan tersebut karena kontribusinya yang luar biasa dalam menggencarkan pertukaran budaya dan membangun kemitraan antara dua negara.
Upacara Penyerahan Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, Mitsuru menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Mulyono dalam berbagai inisiatif yang mendukung hubungan Indonesia-Jepang. “Mulyono Lodji benar-benar layak menerima penghargaan ini, karena usahanya menciptakan ikatan yang lebih erat antara masyarakat kedua negara,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kedubes Jepang telah lama membangun kerja sama strategis dengan Indonesia, dan penghargaan ini menjadi bukti komitmen bersama menuju masa depan yang harmonis.
“Mari kita terus membangun dengan fondasi kepercayaan yang kuat yang telah dibangun dan berjalan bersama menuju masa depan yang harmonis bagi kedua negara kita,” kata Mitsuru dalam pidatonya.
Sebagai bagian dari upacara, Mulyono Lodji mengucapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh kedubes Jepang. “Bagi saya, penghargaan ini adalah apresiasi yang lebih dari yang saya harapkan,” katanya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini aktif memperkuat persahabatan antara kedua bangsa,” lanjutnya. Menurutnya, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk mempertahankan hubungan bilateral yang saling menghormati dan meningkatkan pemahaman bersama.
Kontribusi dalam Pertukaran Budaya
Dari 2020 hingga kini, Mulyono Lodji menjabat sebagai direktur Voist dan berperan penting sebagai koordinator antara Kedubes Jepang dan Masjid Istiqlal. Tugasnya meliputi pengelolaan komunikasi selama kunjungan pejabat Jepang ke Istiqlal, serta promosi budaya dan kebijakan luar negeri Jepang di Indonesia. Keberadaannya di Istiqlal, yang merupakan simbol keagamaan nasional, menjadi jembatan untuk memperdalam hubungan diplomatik dan budaya.
Sebagai alumni Program JENESYS Pemuda-Pemudi Islam tahun 2022, Mulyono Lodji menekankan peran program tersebut dalam membangun kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai dan kebijakan Jepang. Program JENESYS, yang merupakan inisiatif pertukaran pemuda antara Jepang dan negara-negara Asia Pasifik, bertujuan memperdalam saling pengertian melalui pendekatan yang inklusif. Selain itu, program ini juga mengupayakan pembentukan jaringan kerja sama di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Mulyono Lodji juga menggagas pembentukan asosiasi alumni dari Program JENESYS, yang akhirnya diresmikan di Masjid Istiqlal pada September 2025. “Asosiasi ini bertujuan mengembangkan kolaborasi antar alumni di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya. Ia berharap organisasi tersebut bisa menjadi platform untuk terus mendorong hubungan Indonesia-Jepang di tingkat masyarakat luas.
“Bagi saya penghargaan ini adalah apresiasi yang lebih dari yang saya inginkan dan ini saya persembahkan bagi masyarakat Indonesia yang selama ini memberikan perhatian lebih dengan membangun persahabatan Indonesia dan Jepang,” kata Mulyono Lodji.
Dubes Jepang, Myochin Mitsuru, menyoroti bahwa penghargaan ini sejalan dengan visi kedubes dalam memperkuat ikatan antar bangsa. “Kedubes Jepang telah lama menikmati hubungan lintas negara yang semakin kuat, dan ini menjadi momentum untuk memperluas kerja sama di masa depan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam membangun hubungan bilateral yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Program JENESYS, Mulyono Lodji mengalami peningkatan pemahaman tentang kebijakan luar negeri Jepang, budaya, dan sejarah. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya, tetapi juga memungkinkannya berperan aktif dalam mengomunikasikan nilai-nilai Jepang kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, ia menggagas inisiatif yang lebih luas, seperti kerja sama dalam bidang pendidikan islam dan peningkatan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Program JENESYS sendiri telah berjalan selama beberapa tahun dan melibatkan pemuda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran global tentang kebijakan dan kultur Jepang. Dengan menggandeng masjid sebagai pusat keagamaan, pengaruh program ini bisa mencapai kalangan yang lebih luas, terutama dalam konteks keberagaman masyarakat Indonesia.
Penghargaan yang diberikan oleh Dubes Jepang menjadi pengakuan atas dedikasi Mulyono Lodji dalam membangun hubungan bilateral. Ia juga memandang bahwa penghargaan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dalam promosi budaya dan ekonomi. “Kami akan terus bekerja sama untuk mempererat persahabatan, menghormati perbedaan, dan menciptakan keadilan antar bangsa,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Sejak tahun 2020, Mulyono Lodji telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Masjid Istiqlal, termasuk pelaksanaan acara budaya Jepang yang menarik minat masyarakat Indonesia. Keberhasilan ini mencerminkan keberlanjutan kerja sama antara kedubes dan institusi keagamaan nasional. Dengan adanya penghargaan ini, harapan besar ditempatkan pada peran Voist dalam memperkuat ikatan bilateral.
Perspektif Masa Depan
Dubes Jepang menegaskan bahwa penghargaan ini menandai langkah penting dalam mempererat kerja sama dengan Indonesia. “Kami sangat menghargai peran Mulyono Lodji dalam menghubungkan dua bangsa melalui kemitraan yang berkelanjutan,” katanya. Ia juga menyampaikan harapan agar inisiatif serupa terus berkembang di masa depan, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi.
Mulyono Lodji, yang sebelumnya juga aktif dalam organisasi islam di Indonesia, menilai bahwa penghargaan ini menunjukkan kepercayaan dari pihak Jepang terhadap upayanya. “Ini bukan hanya pengakuan individu, tetapi juga representasi dari upaya bersama dalam membangun pertukaran yang lebih efektif,” ujarnya. Dengan menjadi bagian dari kegiatan budaya Jepang, Mulyono berharap masyarakat Indonesia bisa semakin memahami dan menghargai kultur serta politik Jepang.
Keberhasilan Voist dalam memperkuat hubungan bilateral mencerminkan pentingnya kolaborasi antara lembaga islam dan pemerintah. Selain itu, penghargaan ini menjadi bukti bahwa peran pemuda dalam diplomatik kebudayaan tidak bisa diabaikan. “Pemuda seperti saya adalah pilar penting dalam mengembangkan hubungan yang lebih luas di masa depan,” tutur Mulyono. Ia berharap penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi.
Sebagai bagian dari pros