Bisnis

Important Visit: CISCE ajang rantai pasok energi bersih China wujudkan impian hijau

CISCE Menjadi Platform Energi Hijau Tiongkok

Important Visit – Beijing, pada pameran Rantai Pasok Energi Internasional Tiongkok (China International Supply Chain Expo/CISCE) keempat, sejumlah inovasi menarik mengemuka dalam memperlihatkan komitmen negara ini menuju pengembangan energi bersih. Dalam stan yang dipresentasikan oleh perusahaan energi nasional, seperti China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), terdapat pameran yang menggambarkan visi masa depan: peralatan ekstraksi minyak di laut yang tidak hanya efisien tetapi juga berdampingan harmonis dengan ekosistem laut. Pameran ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam struktur energi Tiongkok sebagai produsen utama di dunia.

Transformasi Energi dan Peran Teknologi

Presiden CNOOC, Huang Yongzhang, menekankan bahwa transformasi ke arah energi rendah karbon kini menjadi konsensus global. Ia menyoroti bagaimana perusahaan ini berkolaborasi dengan mitra internasional di berbagai tahapan produksi untuk mendorong perubahan ini. Tiongkok, sebagai produsen energi terbesar, kini mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam setiap tahap pengelolaan sumber daya, termasuk pengurangan dampak lingkungan dari proses ekstraksi.

“Pembangunan rendah karbon bukan hanya kebijakan, tetapi juga konsensus global. Kami berkomitmen untuk memimpin perubahan ini melalui inovasi dan kolaborasi,” kata Huang Yongzhang.

Dalam upaya menekankan pentingnya ekosistem energi bersih, pameran tersebut juga menampilkan peran kecerdasan buatan (AI) sebagai penggerak utama. Shenglong Electric, perusahaan swasta yang fokus pada jaringan pintar dan manajemen energi, menghadirkan switchgear tegangan rendah generasi berikutnya yang didukung AI dan sistem manajemen berbasis replika digital. Teknologi ini menawarkan solusi untuk mengurangi biaya operasional hingga 60 persen, sekaligus memudahkan pemantauan dan prediksi kerusakan.

Inovasi Energi Terbarukan di Pameran CISCE

Shenglong Electric meluncurkan produk inovatif yang tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi energi tetapi juga sebagai pusat kontrol yang intuitif. Seorang insinyur dari perusahaan tersebut, Hu Jia, menjelaskan bahwa AI menjadi “otak cerdas” di balik pengelolaan energi, memungkinkan pengguna mengecek performa sistem melalui satu antarmuka. Selain itu, teknologi ini mampu mengoptimalkan penggunaan energi dalam bangunan, menjadikannya pilihan strategis di berbagai proyek global.

“AI bukan sekadar alat, tapi strategi yang mengubah cara kita mengelola sumber daya energi. Teknologi ini memberikan efisiensi yang luar biasa,” ujar Hu Jia.

Di sisi lain, Ming Yang Smart Energy Group memperkenalkan terobosan di bidang energi angin, surya, dan penyimpanan daya. Perusahaan ini menghadirkan turbin angin terapung dengan teknologi canggih yang didasarkan pada data ekstensif dari lapangan angin lepas pantai. Saat ini, Ming Yang mengoperasikan lebih dari 20.000 turbin di seluruh dunia, sekaligus membangun kehadiran kuat di pasar Amerika Selatan, Jepang, dan Vietnam. Kemitraan baru dengan Arab Saudi menunjukkan ekspansi ke kawasan Timur Tengah yang signifikan.

Energi Tiongkok dan Kontribusi Global

Konsistensi Tiongkok dalam mengembangkan energi terbarukan terlihat dari angka statistik yang menunjukkan dominasi negara ini dalam konsumsi nonfosil. Menurut Liang Changxin, pejabat senior di Administrasi Energi Nasional Tiongkok (NEA), sistem energi terbarukan negara ini menjadi yang terbesar dan tercepat berkembang di dunia. Pada 2023, konsumsi energi nonfosil Tiongkok telah memimpin selama 11 tahun berturut-turut, dengan energi terbarukan menyumbang lebih dari 60 persen dari kapasitas daya terpasang.

“Tiongkok telah mencapai skala besar dalam pengembangan sumber daya terbarukan. Kami menjadi mitra utama bagi banyak negara dalam transisi hijau,” kata Liang Changxin.

Dari pihak lain, Ned Ekins-Daukes, dekan Fakultas Teknik Fotovoltaik dan Energi Terbarukan di Universitas New South Wales, mengapresiasi kemajuan Tiongkok dalam bidang energi hijau. Ia menyoroti bahwa ketika ia memulai karier di bidang ini, teknologi seperti solar fotovoltaik, baterai, dan angin masih dianggap mahal. Namun kini, kecepatan inovasi Tiongkok telah mengubah paradigma tersebut.

Ekosistem Energi Global Tiongkok

Para peserta pameran di paviliun tersebut, termasuk produsen besar, perusahaan peralatan, dan mitra internasional, menyajikan gambaran lengkap tentang ekosistem industri energi bersih Tiongkok. Tiongkok tidak hanya mengembangkan sumber daya dan manufaktur, tetapi juga menyebarluaskan solusi energi ke lebih dari 50 negara. Dari proyek pabrik minyak nabati di Brasil hingga pembangunan infrastruktur di Niger dan Indonesia, dampak perusahaan Tiongkok terasa jelas.

Menurut data terkini, Tiongkok memberikan lebih dari 80 persen komponen fotovoltaik dan 70 persen peralatan angin ke pasar global. Angka ini mencerminkan dominasi negara ini dalam memproduksi komponen kunci untuk transisi hijau di berbagai belahan dunia. Pameran CISCE menjadi ajang untuk menunjukkan bagaimana Tiongkok tidak hanya mengelola sumber daya dalam negeri tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi energi di tingkat internasional.

Transisi hijau Tiongkok tidak hanya berdampak pada produksi energi, tetapi juga pada struktur ekonomi dan lingkungan. Dengan menggabungkan skala industri yang masif, negara ini mampu menghadirkan solusi inovatif yang mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi. Kemitraan global menjadi strategi utama untuk mempercepat adopsi teknologi hijau, menjadikan Tiongkok sebagai pusat pengembangan energi yang diakui dunia. Pameran CISCE memperlihatkan bagaimana transformasi ini terus berkembang, sekaligus menginspirasi negara-negara lain untuk menjalani perjalanan serupa.

Dalam konteks global, partisipasi Tiongkok di pameran seperti CISCE menunjukkan komitmen jangka panjang. Negara ini terus berupaya memperkuat jaringan pasok energi hijau, sekaligus memberikan contoh nyata tentang bagaimana teknologi dan kolaborasi dapat membentuk masa depan energi yang berkelanjutan. Pameran ini tidak hanya menarik perhatian industri dalam negeri tetapi juga memperlihatkan kekuatan Tiongkok dalam membentuk arah dunia energi di masa depan.

Nadia Hakim

Nadia Hakim adalah penulis yang menaruh perhatian pada aspek nilai, etika, dan tanggung jawab dalam berdonasi. Tulisan-tulisannya di atapkitadonasi.com membahas zakat, sedekah, dan amal dari sudut pandang sosial dan moral, dengan bahasa yang tenang dan informatif. Nadia berkomitmen menghadirkan konten yang mendorong kebaikan tanpa menyesatkan pembaca.