Bisnis

New Policy: Pemkab Situbondo fasilitasi peternak ayam petelur pasok telur ke SPPG

Pemkab Situbondo Berikan Dukungan Peternak Ayam Petelur Pasok Telur ke SPPG

New Policy – Menjelang implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah berupaya memperkuat kemitraan dengan para peternak ayam petelur lokal. Upaya ini bertujuan memastikan kelancaran pasokan telur ayam ras sebagai bahan baku utama program tersebut. Dalam rangka mengakomodasi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah aktif memfasilitasi koordinasi antara Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

Langkah Pemerintah Situbondo

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Situbondo, Muh Abdul Rahman, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah Surat Edaran dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang mendorong dapur umum MBG untuk membeli telur langsung dari peternak. “Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para produsen, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku yang konsisten dan berkualitas,” ujarnya dalam wawancara Rabu lalu.

Menurut Rahman, pihaknya telah melakukan pertemuan antara sejumlah peternak ayam petelur dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Situbondo. “Kita berupaya membangun jembatan antara produsen lokal dan unit layanan gizi di tingkat kecamatan,” tambahnya. Pertemuan ini diharapkan mendorong terbentuknya kesepakatan kerja sama yang akan mempermudah alur distribusi telur ke SPPG.

Proses Kemitraan

Kemitraan antara APLS dan SPPG diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan produksi telur. Rahman menjelaskan bahwa selain pertemuan langsung, pihatnya sedang mempersiapkan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara kedua pihak. “Tujuannya adalah memastikan transparansi harga dan volume pasokan,” katanya.

Dalam MoU ini, SPPG akan membeli telur ayam ras dari peternak sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (BPN). “Harga tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan pendapatan para peternak,” lanjut Rahman. Proses penandatanganan ini diperkirakan segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan, sebagai tindak lanjut dari edaran bupati yang telah diterbitkan.

Manfaat bagi Peternak

Salah satu peternak yang turut merasakan dampak dari kebijakan ini adalah Yunardi dari Desa Kukusan, Kecamatan Kendit. “Dengan menyalurkan telur ke SPPG, kita bisa mendapatkan harga lebih baik dibandingkan penjualan ke pasar umum,” kata Yunardi. Ia menekankan bahwa harga jual melalui SPPG dinilainya lebih kompetitif, karena disesuaikan dengan HAP yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi jual beli ini memberikan kepastian bagi peternak. “Mereka tidak hanya membantu menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga mengurangi risiko fluktuasi harga di tengah situasi pasar yang dinamis,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama ini, Yunardi berharap pendapatan keluarga peternak bisa meningkat secara signifikan.

Persiapan Penyuplai Telur

Sebagai bagian dari upaya ini, APLS sedang aktif memastikan ketersediaan stok telur yang cukup untuk kebutuhan SPPG. Rahman menyebutkan bahwa pihaknya telah memverifikasi kapasitas produksi para peternak, sehingga memastikan keberlanjutan pasokan. “Kami ingin menjamin bahwa setiap kebutuhan bahan baku bisa terpenuhi tanpa mengganggu produksi untuk konsumen umum,” katanya.

Koordinasi dengan Korwil BGN Situbondo juga menjadi bagian penting dalam proses ini. “Kerja sama dengan BGN membantu kita memahami kebutuhan gizi masyarakat dan memastikan telur yang dipasok sesuai standar kualitas,” terang Rahman. Ia menambahkan bahwa SPPG akan memperoleh telur yang sudah diverifikasi keamanan dan nutrisinya, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang kurang mampu.

Kesiapan dan Harapan Masa Depan

Menyusul pertemuan dan kesepakatan awal, Rahman menyatakan bahwa proses penandatanganan MoU akan segera dilakukan. “Kita optimis bahwa ini akan menjadi langkah awal dari kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap, program MBG bisa berjalan lebih efektif, seiring keberhasilan penyuplai telur dari sektor peternakan lokal.

Yunardi pun menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah. “Kebijakan ini memberi dampak langsung pada penghasilan kami, terutama di tengah tantangan pasar yang terus berubah,” katanya. Ia menilai bahwa keterlibatan pemerintah akan menjadi pengamanan bagi peternak, sehingga mereka bisa fokus pada produksi tanpa khawatir akan ketergantungan harga.

Dalam beberapa bulan ke depan, Rahman juga berencana memperluas kerja sama ini ke lebih banyak kecamatan di Situbondo. “Kita ingin menyebarkan kebijakan ini ke seluruh wilayah, agar lebih banyak peternak bisa manfaatkan peluang ini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan hanya menguntungkan peternak, tetapi juga membantu masyarakat dalam memperoleh makanan yang bergizi secara murah.

“Dengan fasilitasi pemerintah, para peternak akan lebih terbantu, karena harga jual telur ke SPPG lebih tinggi dibandingkan pasar umum, seiring penerapan HAP yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

Kebijakan ini diharapkan menjadi contoh sukses dalam mengintegrasikan sektor pertanian dengan ke

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.