Pramono: JKF 2026 Menunjukkan Kreativitas Masyarakat Jakarta Berkembang
Key Strategy – Jakarta, Sabtu – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti peran Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dalam memperlihatkan kreativitas masyarakat Jakarta yang semakin berkembang. Acara ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Perbankan (OJK), dan sejumlah pemangku kebijakan, yang menurut Pramono menjadi bukti kuat akan semangat inovasi di berbagai bidang.
Gerakan Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Kota
Dalam wawancara di Jakarta, Pramono mengungkapkan bahwa JKF bukan hanya acara tahunan biasa, tetapi juga inisiatif untuk membangun ekosistem kreatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi kota. “Kami berharap kolaborasi ini terus menjadi kekuatan Jakarta dalam mewujudkan kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia. Ia menekankan bahwa kreativitas warga bukan hanya terbatas pada sektor seni atau budaya, tetapi juga menginspirasi perubahan di bidang lain, termasuk pertanian perkotaan.
“Kami berharap semangat kolaborasi dan kreativitas ini terus menjadi kekuatan Jakarta dalam mewujudkan kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu.
Rekor MURI sebagai Bukti Inovasi Pertanian Perkotaan
Dalam acara tersebut, Pramono juga menyebutkan bahwa JKF 2026 berhasil meraih rekor MURI untuk kategori Pajangan Hasil Pertanian Perkotaan dengan jumlah jenis terbanyak. Rekor ini melibatkan 157 petani dan menampilkan 64 macam komoditas pertanian, yang menunjukkan bahwa kreativitas bisa tumbuh di segala sektor, termasuk pertanian. “Pencapaian ini membuktikan inovasi tidak hanya lahir dari industri kreatif, tetapi juga dari sektor-sektor yang sebelumnya dianggap tradisional,” ujarnya.
“Pencapaian ini menunjukkan inovasi tidak hanya lahir dari industri kreatif, tetapi juga tumbuh di sektor pertanian perkotaan,” kata dia.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendorong Ekonomi Nyata
Sementara itu, Iwan Setiawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di DKI Jakarta, menjelaskan bahwa JKF 2026 dianggap sebagai bentuk kerja sama yang intens antar berbagai lembaga. “Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, melainkan gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di DKI Jakarta,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan acara ini terjadi karena keterlibatan 67 lembaga dan instansi yang berpartisipasi, menciptakan peluang baru untuk akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, melainkan gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di DKI Jakarta,” kata dia.
Pengembangan Teknologi dan Peningkatan Literasi
Kegiatan JKF 2026 diisi dengan berbagai program yang mendukung transformasi ekonomi. Salah satunya adalah QRIS Jelajah Indonesia, yang bertujuan mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Selain itu, acara ini juga menyediakan edukasi kebanksentralan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk lokal dan kebijakan moneter. “Total transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 ditargetkan mencapai Rp40 miliar, naik dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp20 miliar,” tambah Iwan.
Kontribusi JKF Terhadap Ekonomi Nasional
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengapresiasi sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi kreatif. “Penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026 membuktikan bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi dapat berjalan seiring, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi Jakarta,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan JKF menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk memperkuat fondasi ekonomi kota.
“Melalui Jakarta Kreatif Festival, Bank Indonesia akan terus mendorong lahirnya inovasi, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional,” kata dia.
Kegiatan JKF 2026 juga menghadirkan berbagai inisiatif yang bertujuan membangun ekonomi inklusif. Selain menampilkan karya-karya kreatif, acara ini memberikan ruang bagi petani perkotaan untuk menunjukkan potensi mereka dalam mengembangkan produk pertanian yang inovatif. Pramono menilai bahwa keterlibatan para petani ini menunjukkan pergeseran paradigma masyarakat Jakarta dalam menggali peluang ekonomi dari sumber daya lokal.
Dalam konteks kota global, Pramono menyatakan bahwa JKF menjadi contoh nyata bagaimana Jakarta mampu menggabungkan tradisi dan inovasi. “Kreativitas warga Jakarta tidak hanya menyebar ke sektor seni, tetapi juga melibatkan bidang-bidang yang sebelumnya tidak terduga,” tambahnya. Ia berharap acara ini memperkuat daya saing kota sebagai pusat ekonomi yang dinamis.
Menurut Iwan Setiawan, kolaborasi yang terjalin antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan OJK menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil. “JKF 2026 menunjukkan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi daya penggerak utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya. Ia juga menyoroti peran teknologi digital dalam mempermudah transaksi dan promosi, yang menjadi bagian dari upaya Jakarta menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih modern.
Dengan melibatkan tiga sektor utama—olahraga, musik, dan film—JKF 2026 diharapkan mampu membangun fondasi ekonomi yang kuat. “Pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta menjadi strategi untuk menarik investasi dan meningkatkan daya tarik wisatawan,” ujarnya. Keterlibatan lembaga seperti BI dan OJK mencerminkan komitmen bersama dalam mengakselerasi transformasi ekonomi kota.
JKF 2026 tidak hanya menjadi platform bagi kreativitas warga Jakarta, tetapi juga menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi kota bisa dicapai melalui sinergi antar berbagai sektor. Selain meningkatkan akses pembiayaan, acara ini juga menawarkan pelatihan dan sumber daya untuk memperkuat kapasitas para pelaku usaha. “Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut, bahkan menjadi bagian dari visi Jakarta sebagai kota yang progresif dan berkelanjutan,” pungkas Pramono.