Bisnis

Latest Program: Rest Area Km 88-Masjid At-Thohir Depok jadi contoh wisata halal Jabar

Latest Program: Rest Area KM 88 Depok Jadi Contoh Wisata Halal Jabar

Transformasi Pengelolaan Pariwisata Berbasis Data dan Kolaborasi

Latest Program – Sebagai bagian dari Latest Program unggulan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah resmi menetapkan dua lokasi strategis sebagai proyek percontohan dalam penataan infrastruktur pariwisata yang mengadopsi standar internasional ramah Muslim. Kedua kawasan tersebut adalah Rest Area Jalan Tol Km 88 serta Masjid At-Thohir yang berlokasi di Kota Depok. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mereformasi tata kelola sektor pariwisata di Jawa Barat agar selaras dengan kebutuhan wisatawan global, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan bahwa paradigma pengelolaan pariwisata harus mengalami perubahan fundamental melalui Latest Program ini. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan pasar modern. “Pariwisata hari ini tidak bisa dikelola dengan cara yang lama, tapi harus dibangun dengan data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi yang luas dan pendekatan yang inklusif,” tegas Erwan dalam pernyataannya di Bandung pada hari Minggu.

Keputusan ini didasari oleh fakta demografis yang signifikan. Jawa Barat merupakan wilayah dengan basis penduduk Muslim mencapai 97 persen. Angka ini menciptakan urgensi tinggi bagi provinsi untuk merombak sistem pengelolaan wisatanya melalui Latest Program. Tujuannya jelas, yaitu menarik pasar global yang semakin besar, terutama dari negara-negara tetangga dan kawasan Timur Tengah yang memiliki daya beli tinggi.

Integrasi Data dan Peluncuran SWJ-MFT Award 2026

Salah satu inovasi utama dalam proyek ini adalah penggunaan data dari Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN). Melalui integrasi data IPKN, pemerintah provinsi kini memiliki kemampuan untuk memetakan investasi pariwisata secara lebih akurat dan terverifikasi. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis bukti yang lebih solid dalam kerangka Latest Program.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa langkah taktis penunjukan kedua lokasi ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran ajang Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026. Acara ini juga menjadi momen publikasi capaian Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat yang diselenggarakan di Masjid At-Thohir, Kota Depok, pada Kamis, 9 Juli. Peluncuran ini merupakan bagian dari Latest Program yang lebih luas.

Menurut Iendra, proyek di Rest Area Km 88 akan memiliki fokus khusus pada standarisasi sarana dan prasarana ibadah. Selain itu, akan dilakukan kurasi ketat terhadap kuliner halal yang tersedia di kawasan tersebut. Di sisi lain, Masjid At-Thohir diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik wisata religi utama di Jawa Barat melalui intervensi digitalisasi pelayanan dalam Latest Program.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality,” jelas Iendra. Ia menambahkan bahwa Latest Program ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi industri pariwisata Jawa Barat.

Delapan Kategori Kompetisi dan Apresiasi Pusat

Untuk memperluas ekosistem wisata halal, SWJ-MFT Award 2026 membuka kompetisi standarisasi ramah Muslim yang mencakup delapan kategori operasional. Kedelapan kategori tersebut meliputi Kabupaten atau Kota Pariwisata Ramah Muslim, Hotel Ramah Muslim, Restoran Ramah Muslim, Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim, Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim, Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim, Desa Wisata Ramah, serta Mall Ramah Muslim. Semua kategori ini merupakan bagian dari Latest Program yang komprehensif.

Pemerintah pusat melalui plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, memberikan apresiasi penuh terhadap langkah akselerasi yang dilakukan Jawa Barat. Reza menilai bahwa inisiatif ini layak menjadi barometer bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia dalam mengembangkan destinasi ramah Muslim yang terpadu. Ia juga menyebutkan bahwa Latest Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata.

Meluruskan Stigma dan Memperkuat Destinasi Unggulan

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, turut meluruskan persepsi masyarakat mengenai konsep ramah Muslim. Ia menegaskan bahwa konsep ini tidak dibentuk untuk membatasi ruang gerak industri kreatif. “Pariwisata ramah Muslim bukan untuk membatasi wisata tetapi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Selain itu, menguatkan destinasi unggulan, indah dan aman, nyaman, inklusif dan berkelas dunia di Jabar,” ujar Chandra. Ia menambahkan bahwa Latest Program ini akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Proyek percontohan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Dengan kombinasi data yang akurat, kebijakan yang tepat, dan pendekatan yang inklusif, Jawa Barat bertekad menjadi pemimpin dalam pengembangan wisata halal di tingkat nasional maupun internasional melalui Latest Program.

Rafi Firmansyah

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.