Putri Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars 2025/2026
Menang Telak 5-0 di Kudus
Facing Challenges – Kudus menjadi saksi sejarah bagi sepak bola putri Jawa Tengah ketika Akademi Persib Bandung berhasil menyabet trofi juara pada kategori U-18 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars musim 2025/2026. Dalam laga final yang berlangsung penuh semangat di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari Minggu, tim berjuluk Maung Bandung ini tampil dominan dengan mengalahkan Putri Garut melalui skor mutlak 5-0. Kemenangan yang meyakinkan ini sebenarnya sudah terlihat sejak babak pertama ketika para pemain muda tersebut berhasil mencetak empat gol ke gawang lawan.
Performa gemilang Sucy Kanya Sholehah menjadi kunci utama dalam kemenangan tersebut. Pemain berbakat ini berhasil memborong tiga gol sepanjang pertandingan, menunjukkan kemampuan individu yang luar biasa. Sementara itu, Nasywa Salsabila Fatah turut memberikan kontribusi berharga dengan mencetak satu gol. Di babak kedua, Zahra Nafisa Dwi Agustin melengkapi pesta gol Akademi Persib Bandung dengan mencetak gol kelima yang memastikan kemenangan telak 5-0 untuk tim mereka.
Evaluasi dan Motivasi Tim
Setelah pertandingan berakhir, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan tim meraih gelar juara pada ajang sepak bola putri kategori U-18 HSL All-Stars 2025/2026. Menurut penjelasan beliau, pencapaian luar biasa ini tidak datang dengan mudah dan memerlukan perjuangan keras dari seluruh pemain. Tim ini memang menghadapi berbagai Facing Challenges selama perjalanan turnamen, namun mereka berhasil mengatasi setiap hambatan dengan semangat juang yang tinggi.
Dian Nadia Mutiara menjelaskan bahwa perjalanan tim tidak selalu mulus. Sebelumnya, Akademi Persib Bandung sempat mengalami kekalahan dari Akademi Arema FC Woman pada fase penyisihan grup. Namun, kekalahan tersebut justru menjadi pelajaran berharga bagi para pemain untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas permainan mereka secara keseluruhan. Dengan menghadapi Challenges yang ada, para pemain belajar untuk lebih solid dan kompak dalam setiap pertandingan berikutnya.
Alhamdulillah para pemain bisa berubah sangat cepat belajar dari kesalahan. Mereka kami motivasi untuk tetap semangat dan menyiapkan mental menjadi lebih baik lagi.
Atas dasar motivasi dan evaluasi yang dilakukan oleh tim pelatih, para pemain mampu bangkit dan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam setiap pertandingan. Dian juga mengakui bahwa padatnya jadwal pertandingan selama HSL All-Stars 2025/2026 menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Minimnya waktu istirahat memaksa tim untuk mengoptimalkan proses pemulihan pemain secara maksimal. Setiap Facing Challenges yang dihadapi justru memperkuat mental para pemain muda ini.
Kiper Bangga Atas Pencapaian Tim
Gadhiza Asnanza, kiper Akademi Persib Bandung, juga merasakan kebanggaan yang luar biasa atas pencapaian timnya yang berhasil keluar sebagai juara turnamen bergengsi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa motivasi sejak awal menjadi kunci kesuksesan mereka. Sebagai kiper, ia harus menghadapi banyak tantangan dalam menjaga gawang agar tetap bersih selama pertandingan berlangsung.
Sejak awal, kami dimotivasi siapa yang mau berlari kencang, dialah yang akan mendapatkan hasil. Di awal sempat kalah sama Arema FC Woman, tetapi Alhamdulillah akhirnya bisa juara.
Gadhiza menambahkan bahwa gelar juara ini dipersembahkan untuk orang tua dan seluruh pemain yang telah berjuang bersama. Ia juga menyebutkan bahwa HSL All-Stars 2025/2026 menjadi turnamen terakhir bagi dirinya dan sejumlah rekan setim di kategori U-18, karena selanjutnya mereka akan naik ke kelompok usia yang lebih tinggi. Upaya tim pelatih dalam memanfaatkan waktu istirahat untuk memperkuat komunikasi antar pemain dan melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang masih ada dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Akademi Persib Bandung mencapai podium tertinggi dalam turnamen ini. Dengan semangat yang terus menyala, para pemain siap menghadapi setiap Challenges di masa depan.