Rilis Pers

Key Strategy: WSBP Tingkatkan Kontribusi dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional, Dorong Penguatan Kinerja Perusahaan

Key Strategy WSBP: Perkuat Kontribusi Infrastruktur Nasional

Key Strategy – Jakarta — PT Waskita Beton Precast Tbk atau yang dikenal dengan singkatan WSBP secara konsisten berupaya memperbesar sumbangsihnya terhadap pembangunan infrastruktur di seluruh nusantara. Upaya ini sejalan dengan arah strategi perusahaan yang berfokus pada penguatan kinerja secara menyeluruh. Berdasarkan data yang dirilis hingga 30 Juni 2026, WSBP mencatatkan pendapatan usaha mencapai Rp808,07 miliar selama Semester I tahun 2026. Angka ini mencerminkan momentum positif yang diraih perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya. Sebagai bagian dari Key Strategy yang diterapkan, perusahaan terus mengoptimalkan setiap lini bisnis untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Penyumbang Pendapatan dari Tiga Lini Bisnis Utama

Capaian pendapatan tersebut merupakan hasil kontribusi dari tiga lini bisnis yang dikelola oleh WSBP. Lini bisnis Beton Precast memberikan kontribusi sebesar Rp310,30 miliar, sementara Readymix & Quarry menyumbang Rp180,95 miliar. Di sisi lain, lini Jasa Konstruksi juga turut berperan penting dengan kontribusi Rp316,81 miliar. Ketiga segmen bisnis ini bekerja sinergis untuk mendukung pencapaian target perusahaan secara keseluruhan. Implementasi Key Strategy ini memungkinkan setiap divisi untuk beroperasi dengan lebih efisien dan terarah.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai proyek strategis yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa proyek unggulan yang sedang dikerjakan meliputi Proyek Tangguh UCC Onshore, pembangunan Gedung KCN Marunda, serta Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3. Selain itu, WSBP juga menangani Proyek Perbaikan Jalan Tol KAPB dan berbagai proyek lainnya yang terus berjalan. Setiap proyek menjadi bukti nyata dari Key Strategy perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di sektor pendidikan dan fasilitas umum, perusahaan juga terlibat dalam Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, serta Proyek Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana. Semua proyek tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu penyelesaian, dan aspek keselamatan serta kesehatan kerja sebagai prioritas utama. Melalui pendekatan ini, Key Strategy WSBP tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.

Efisiensi Operasional dan Peningkatan Produktivitas Aset

Sejalan dengan pelaksanaan berbagai proyek tersebut, WSBP juga terus menjaga efektivitas operasional melalui penerapan berbagai langkah efisiensi secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari penurunan Beban Umum dan Administrasi (BUA) sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka BUA turun dari Rp191,85 miliar pada Semester I 2025 menjadi Rp161,18 miliar pada Semester I 2026. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan Key Strategy dalam mengendalikan biaya operasional perusahaan secara efektif.

Perseroan juga berhasil meningkatkan produktivitas aset dengan mengoptimalkan utilisasi fasilitas produksi guna mendukung efektivitas operasional secara berkelanjutan. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk menekan beban Non-Contributing Plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pengurangan beban ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Dengan demikian, Key Strategy yang diterapkan memberikan hasil yang terukur dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Perseroan terus berfokus menjaga keberlangsungan operasional melalui penyelesaian proyek secara tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan kerja. Di saat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus kami lakukan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap. Melalui Key Strategy ini, kami yakin dapat menghadapi tantangan industri konstruksi dengan lebih siap dan tangguh.

— Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP

Optimalisasi Kapabilitas dan Tata Kelola Perusahaan

WSBP terus mengoptimalkan kapabilitas operasional melalui peningkatan produktivitas fasilitas produksi, pengendalian biaya, serta optimalisasi pemanfaatan aset dan sumber daya yang dimiliki. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat fondasi operasional sekaligus menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi yang semakin kompetitif. Key Strategy yang konsisten diterapkan menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja operasional serta menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Implementasi Key Strategy ini akan terus dievaluasi untuk memastikan relevansinya dengan dinamika pasar.

Di tengah upaya memperkuat kinerja dan menjaga keberlanjutan usaha, WSBP terus memastikan setiap proses bisnis dijalankan dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan perusahaan yang profesional, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta pengambilan keputusan yang mengedepankan kepentingan jangka panjang Perseroan dan para pemangku kepentingan. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui Key Strategy yang terukur, WSBP siap menjadi pemimpin dalam sektor konstruksi nasional.

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.