Korban KM Nurul Salsa diberikan trauma healing di RS Selayar
Program Trauma Healing untuk Penyintas KM Nurul Salsa di RS Selayar
Atapkitadonasi.com – Korban KM Nurul Salsa diberikan trauma healing di Rumah Sakit Umum Daerah KH Hayyung yang berlokasi di Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tujuh orang pasien yang selamat dari kecelakaan kapal KM Nurul Salsa kini menjalani perawatan intensif sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh. Layanan khusus berupa trauma healing ini bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis para penyintas yang telah merasakan dampak mendalam akibat musibah tersebut. Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menyampaikan harapannya melalui keterangan resmi yang diterima di Makassar pada hari Rabu lalu.
Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap para korban dapat kembali merasa tenang, kuat, dan perlahan melupakan trauma yang mereka alami selama peristiwa tragis tersebut.
Dukungan dari Polwan dan Bhayangkari
Menurut AKBP Didid Imawan, para personel Polwan dan Bhayangkari hadir untuk mendampingi para korban selama masa pemulihan berlangsung. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga membantu memulihkan kondisi mental para penyintas yang telah merasakan dampak psikologis akibat musibah yang menimpa mereka. Pendekatan humanis menjadi kunci dalam kegiatan trauma healing ini, di mana para Polwan dan Bhayangkari mengajak para penyintas untuk berbincang santai sambil memberikan motivasi dan membangun semangat mereka.
Suasana hangat diciptakan agar para korban merasa lebih tenang dan nyaman selama menjalani proses pemulihan. AKBP Didid Imawan menjelaskan bahwa selain memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal, pihak kepolisian juga ingin memastikan kondisi psikologis mereka mendapat perhatian yang cukup untuk menguatkan mereka. Pihaknya selalu hadir mendampingi para korban hingga benar-benar pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Sinergi Berbagai Pihak
Upaya sinergi bersama tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait terus dilakukan agar para korban memperoleh pelayanan yang komprehensif, baik secara fisik maupun mental. Kegiatan trauma healing tersebut mendapat respons hangat dari para korban dan keluarga yang mendampingi mereka. Mereka merasa terhibur dan lebih bersemangat setelah mendapatkan perhatian, dukungan, maupun motivasi dari personel Polwan dan Bhayangkari.
Korban KM Nurul Salsa diberikan perhatian khusus melalui pendekatan yang berkelanjutan dan terstruktur. Kapolres Kepulauan Selayar menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis. Pelayanan ini tidak hanya terbatas pada aspek penegakan hukum dan penanganan bencana, tetapi juga turut memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang ditimpa musibah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada tugas-tugas formal, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat.
Operasi SAR dan Identifikasi Jenazah
Sementara itu, tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian di hari kedelapan. Operasi ini menyisir Perairan Pulau Sabalana yang terletak di Kecamatan Liuakang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau yang lebih dikenal sebagai Pangkep. Untuk efisiensi pencarian, tim SAR membagi dua SRU pada dua sektor area di timur dan barat pulau tersebut.
Sejak kemarin, dua jenazah telah ditemukan dan kini sedang diidentifikasi di Rumah Sakit Bayangkara Makassar. Proses identifikasi dilakukan di ruangan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel oleh tim DVI. Dari kedua jenazah tersebut, satu diantaranya belum teridentifikasi identitasnya, sementara satu lainnya diketahui merupakan penumpang KM Nurul Salsa.
Berdasarkan data yang tersedia, jumlah korban KM Nurul Salsa yang berada di atas kapal mencapai total 78 orang. Sebanyak 59 orang dinyatakan selamat dari musibah tersebut, tiga orang meninggal dunia, dan 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun banyak korban yang selamat, masih ada harapan untuk menemukan para penyintas yang belum ditemukan.
Proses trauma healing yang sedang berlangsung diharapkan dapat membantu para korban untuk pulih secara psikologis. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, tenaga kesehatan, dan keluarga, menjadi faktor penting dalam proses pemulihan ini. Dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, para penyintas diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik setelah melalui masa-masa sulit ini.