Humaniora

Kemenkes minta RSUP Ngoerah ubah pola pikir tenaga kesehatan

Foto : Rachmat Razi - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Transformasi Digital dan Perubahan Mindset di RSUP Ngoerah Denpasar
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Transformasi Digital dan Perubahan Mindset di RSUP Ngoerah Denpasar

Atapkitadonasi.com – RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar kini menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan perubahan sistemik yang mencakup aspek teknologi informasi, sumber daya manusia, serta manajemen pelayanan. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan yang menekankan pentingnya transformasi menyeluruh untuk mendukung reformasi layanan kesehatan nasional dan digitalisasi rumah sakit secara komprehensif.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menegaskan bahwa perubahan paradigma menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan baru. Dalam kunjungannya ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut tersebut, ia menyampaikan bahwa tenaga medis dan tim manajemen perlu mempersiapkan diri menghadapi dampak-dampak yang akan muncul dari reformasi pelayanan kesehatan.

Secara garis besar sebenarnya lebih kepada bagaimana kita harus mengubah pola pikir, mindset perubahan, karena reformasi itu pasti akan ada dampaknya, dan dampak itu harus disiapkan solusi untuk mencegahnya, kebanyakan dari pelayanannya.

Kunjungan lapangan ini dilakukan dalam rangka evaluasi Implementasi Rujukan Berbasis Kompetensi Pelayanan atau yang dikenal dengan singkatan RBKP serta penerapan Indonesia Diagnosis Related Groups di lingkungan RSUP Ngoerah. Kedua program ini menuntut integrasi sistem yang lebih baik antar berbagai lini pelayanan kesehatan.

Penguatan Sistem Teknologi Informasi

Salah satu pilar penting dalam transformasi ini adalah penguatan infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Rumah sakit yang menerapkan RBKP harus memastikan bahwa seluruh proses pelayanan terintegrasi dalam satu aplikasi digital yang komprehensif. Mulai dari saat pasien masuk hingga proses pemulihan setelah pulang, semua tahapan harus tercatat dan terhubung dalam sistem yang sama.

Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa sistem tersebut harus mencakup pemeriksaan laboratorium, radiologi, pemberian obat, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi pasien. Integrasi ini memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara berbagai profesional kesehatan yang terlibat dalam perawatan pasien.

Selain aspek teknologi, pembenahan pada kualitas pelayanan dan kesiapan tenaga kesehatan juga menjadi prioritas utama. Tenaga medis perlu meningkatkan kemampuan dalam melakukan coding dan pencatatan rekam medis pasien dengan lebih akurat dan efisien.

Peran DJSN dalam Transformasi Pelayanan

Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum Dewan Jaminan Sosial Nasional Mickael Bobby Hoelman menyoroti pentingnya kesiapan sistem digital rumah sakit sebagai faktor penentu dalam transformasi pelayanan kesehatan. Memasuki dekade kedua pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, DJSN menilai bahwa transformasi pelayanan kesehatan tingkat lanjutan menjadi mendesak untuk memastikan mutu pelayanan yang berkeadilan bagi seluruh peserta.

Setiap harinya, tercatat sekitar 1,9 juta pelayanan kesehatan diberikan kepada peserta JKN. Dari total tersebut, sekitar 442.000 pelayanan atau setara dengan 23 persen merupakan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang disediakan oleh lebih dari 3.200 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut di 38 provinsi dan 514 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

Transformasi pelayanan lanjutan menjadi penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, adil, dan berkeadilan, terutama juga khususnya dari perspektif DJSN bagi para pesertanya.

Dari sisi anggaran, klaim pelayanan kesehatan tingkat lanjut mendominasi pengeluaran harian BPJS Kesehatan dengan nilai mencapai sekitar Rp455 miliar per hari. Kondisi ini menuntut pembenahan kebijakan dan sistem teknologi secara mendalam untuk mendukung pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang lebih efektif.

Kesiapan RSUP Ngoerah

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma memastikan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya telah siap mendukung implementasi RBKP dan transformasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Rumah sakit yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Sanglah ini telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang diperlukan.

Di antara infrastruktur yang telah disiapkan adalah standar Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS, uji coba E-Triase, serta aplikasi sistem informasi rumah sakit berbasis pengembangan bersama. Sukadarma menyatakan bahwa standar KRIS telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebagai bagian dari kesiapan rumah sakit.

Untuk mendukung integrasi digital secara optimal, RSUP Prof. Ngoerah menggunakan sistem bernama Simetris sebagai tulang punggung operasional pelayanan secara menyeluruh. Sistem ini dikembangkan secara joint development bersama Rumah Sakit Sardjito dan menjadi backbone untuk layanan end-to-end yang terintegrasi.

Sistem yang kita bangun Simetris ini adalah joint development dengan Rumah Sakit Sardjito, ini menjadi backbone untuk layanan end-to-end tadi.

Melalui Simetris, perjalanan pasien mulai dari pendaftaran, proses pelayanan dan pemeriksaan hingga pasien pulang telah terintegrasi dalam sistem teknologi informasi. Hal ini memungkinkan koordinasi yang lebih baik antar berbagai unit pelayanan dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit secara keseluruhan.

Transformasi yang sedang berlangsung di RSUP Ngoerah tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan penelitian dan pendidikan yang lebih terintegrasi. Dengan tiga fungsi utama rumah sakit yaitu pelayanan, pendidikan, dan penelitian, sistem informasi terintegrasi menjadi fondasi penting untuk mendukung sinergi antar ketiga bidang tersebut.

Ke depan, implementasi RBKP dan digitalisasi rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bali dan sekitarnya. Dengan dukungan teknologi informasi yang memadai serta perubahan pola pikir seluruh pemangku kepentingan, RSUP Ngoerah siap menjadi model rumah sakit modern yang berorientasi pada hasil dan kepuasan pasien.

Frequently Asked Questions

What is Kemenkes minta RSUP Ngoerah ubah pola?

Kemenkes minta RSUP Ngoerah ubah pola is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenkes minta RSUP Ngoerah ubah pola matter?

Kemenkes minta RSUP Ngoerah ubah pola matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - atapkitadonasi.com

Rachmat Razi - atapkitadonasi.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.