Bimo/Arlya selamat dari empat match point pada Kejuaraan Dunia
Atapkitadonasi.com – Bimo Arlya selamat dari empat match point pada laga debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, Selasa. Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menunjukkan mentalitas luar biasa ketika tertinggal 16-20 di gim penentuan melawan pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo. Alih-alih menyerah, Bimo Arlya selamat dari empat match point tersebut dan membalikkan keadaan untuk menutup gim ketiga dengan skor 22-20, sekaligus memastikan tiket ke babak berikutnya pada turnamen paling bergengsi di kalender bulu tangkis dunia.
Kebangkitan Dramatis di Gim Penentuan
Skor akhir pertandingan babak 64 besar itu tercatat 21-12, 13-21, 22-20. Bimo/Arlya membuka laga dengan dominasi penuh pada gim pertama, namun kehilangan ritme di gim kedua dan harus menelan kekalahan 13-21. Gim ketiga menjadi arena pertarungan mental yang sesungguhnya. Ketika papan skor menunjukkan 16-20, empat match point mengancam kelangsungan mereka di turnamen. Namun pasangan muda Indonesia itu memilih pendekatan tanpa beban dan berhasil membalikkan momentum poin demi poin hingga menutup gim dengan keunggulan dua angka.
“Alhamdulillah masih diberikan kemenangan hari ini, tadi sudah tertinggal 16-20 di gim penentuan tapi kami coba main nothing to lose saja, yakin dengan apa yang kami punya, tidak usah memikirkan menang atau kalah,” ujar Arlya dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.
Bimo menambahkan bahwa kunci kebangkitan mereka terletak pada keputusan untuk tidak melakukan kesalahan sendiri. “Akhirnya kami berpikir untuk fokus satu poin ini tidak boleh mati sendiri, akhirnya pelan-pelan bisa mengejar,” kata Bimo. Pendekatan satu-poin-demi-satu-poin itu terbukti efektif ketika tekanan atmosfer Kejuaraan Dunia menghantui setiap pukulan.
Makna Kejuaraan Dunia bagi Ganda Campuran Indonesia
Arlya mengakui bahwa ketegangan tampil untuk pertama kalinya di panggung Kejuaraan Dunia turut memengaruhi kualitas permainan mereka di gim-gim awal. “Kami harus bisa lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi di match selanjutnya,” tegasnya. Bimo menambahkan bahwa atmosfer Kejuaraan Dunia terasa berbeda secara signifikan dibandingkan turnamen-turnamen yang sebelumnya mereka ikuti, baik dari segi intensitas penonton maupun tekanan media.
Keduanya sepakat bahwa kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia tidak datang setiap tahun. “Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi, jadi kami mau maksimalkan sekarang,” ungkap Bimo. Pernyataan itu menegaskan bahwa kemenangan di babak 64 besar bukan sekadar angka di papan skor, melainkan fondasi mental untuk menghadapi lawan-lawan lebih berat di babak-babak berikutnya.
FAQ
Siapa yang menang di babak 64 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026? Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran (Indonesia) mengalahkan Julien Maio/Lea Palermo (Prancis) dengan skor 21-12, 13-21, 22-20.
Berapa banyak match point yang diselamatkan Bimo/Arlya? Mereka selamat dari empat match point ketika tertinggal 16-20 di gim penentuan sebelum membalikkan skor menjadi 22-20.
Di mana dan kapan pertandingan tersebut berlangsung? Laga itu dimainkan di New Delhi, India, pada Selasa dalam rangkaian Kejuaraan Dunia BWF 2026.