Humaniora

Mendunia, Museum Pasifika hadirkan karya perupa perempuan Asia-Pasifik

Daftar Isi
  1. Mendunia, Museum Pasifika Hadirkan Karya Perupa Perempuan Asia-Pasifik
  2. Perjalanan Seni Perempuan Asia-Pasifik ke Panggung Dunia
  3. Makna “Nostalgi = Transendensi” dalam Pameran
  4. FAQ Pameran Perupa Perempuan Asia-Pasifik
  5. Related Reading

Mendunia, Museum Pasifika Hadirkan Karya Perupa Perempuan Asia-Pasifik

Atapkitadonasi.com – Mendunia Museum Pasifika hadirkan karya perupa perempuan melalui pameran “Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgi = Transendensi” di Nusa Dua, Bali. Pameran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kontribusi seniman perempuan dari kawasan Asia-Pasifik kepada masyarakat internasional, sekaligus memperlihatkan perjalanan seni perempuan selama lebih dari satu abad.

Berdasarkan siaran pers Museum Pasifika yang diterima di Jakarta, pameran berlangsung pada 9 Oktober hingga 9 Desember 2026. Sejumlah perupa perempuan dari lintas generasi, negara, latar budaya, serta tradisi artistik dipertemukan dalam satu pameran yang menempatkan karya mereka dalam percakapan seni global.

Acara ini diresmikan oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan dibuka oleh Prof Wiendu Nuryanti. Kehadiran pameran tersebut menegaskan upaya Museum Pasifika untuk memperluas pemahaman publik tentang peran penting perempuan dalam sejarah dan perkembangan seni rupa.

Perjalanan Seni Perempuan Asia-Pasifik ke Panggung Dunia

Mendunia Museum Pasifika hadirkan karya bukan sekadar sebagai presentasi koleksi seni, melainkan juga sebagai pengakuan terhadap jejak kreatif seniman perempuan Asia-Pasifik. Karya-karya mereka telah menjadi bagian dari koleksi museum dan institusi seni internasional, termasuk The Metropolitan Museum of Art, British Museum, Musée du quai Branly–Jacques Chirac, National Gallery Singapore, National Gallery of Australia, serta Smithsonian American Art Museum.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi perupa perempuan telah melampaui batas geografis. Karya mereka hadir dalam jaringan kebudayaan internasional dan ikut membentuk cara dunia membaca identitas, tradisi, pengalaman hidup, serta perubahan sosial melalui seni.

“Perubahan dalam seni tidak selalu berarti memutus hubungan dengan masa lalu. Pengetahuan dapat diwariskan, tetapi tidak pernah berhenti pada bentuk yang sama. Tradisi dapat ditafsirkan kembali,” kata Giring Ganesha Djumaryo.

Pernyataan itu menempatkan seni sebagai ruang perjumpaan antara warisan masa lalu dan perkembangan zaman. Dalam konteks pameran ini, pengalaman perempuan tidak dilihat sebagai satu narasi tunggal, melainkan sebagai beragam suara yang lahir dari lingkungan budaya, sejarah, dan praktik artistik yang berbeda.

Makna “Nostalgi = Transendensi” dalam Pameran

Tema “Nostalgi = Transendensi” menghubungkan memori, identitas, dan transformasi. Nostalgia dalam pameran ini tidak hanya dimaknai sebagai kerinduan terhadap masa lalu, tetapi juga sebagai cara untuk membaca ulang pengalaman, tradisi, serta pengetahuan yang telah diwariskan.

Melalui proses tersebut, masa lalu dapat memperoleh arti baru. Ingatan tidak berhenti sebagai catatan yang selesai, tetapi dapat menjadi sumber refleksi dan penciptaan. Gagasan inilah yang memperlihatkan bagaimana seniman perempuan Asia-Pasifik merespons tradisi tanpa harus terikat sepenuhnya pada bentuk lama.

“Masa lalu tidak berhenti sebagai sesuatu yang telah selesai. Ia dapat terus diingat, dibaca kembali, dan diberi makna baru,” ujar Giring.

Mendunia Museum Pasifika hadirkan karya perupa perempuan juga mengajak pengunjung melihat seni sebagai medium dialog. Setiap karya dapat membuka pembacaan baru mengenai hubungan antara ingatan personal, identitas budaya, dan perubahan yang terus berlangsung dalam masyarakat.

Informasi Kunjungan Museum Pasifika

Pameran “Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgi = Transendensi” terbuka untuk publik setiap hari di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali. Pengunjung dapat datang pada pukul 10.00–18.00 WITA selama periode pameran berlangsung.

FAQ Pameran Perupa Perempuan Asia-Pasifik

Kapan pameran berlangsung?

Pameran berlangsung dari 9 Oktober hingga 9 Desember 2026.

Di mana lokasi pameran?

Pameran diselenggarakan di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali.

Jam berapa Museum Pasifika dapat dikunjungi?

Pengunjung dapat mendatangi pameran setiap hari pada pukul 10.00–18.00 WITA.

Apa fokus utama pameran ini?

Pameran menampilkan perjalanan, kontribusi, memori, identitas, dan transformasi dalam karya perupa perempuan dari kawasan Asia-Pasifik.

Tegar Ananda - atapkitadonasi.com

Tegar Ananda - atapkitadonasi.com

Tegar Ananda menulis tentang isu sosial, donasi, dan peran individu dalam menciptakan perubahan positif. Melalui atapkitadonasi.com, Tegar menghadirkan konten yang mendorong kesadaran sosial tanpa klaim berlebihan. Ia percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan cara yang tepat.