WHO serukan dukungan mendesak bagi sistem kesehatan di negara-negara terdampak konflik Timur Tengah

Ads
RumahBerkat - Post

WHO Serukan Dukungan Mendesak bagi Sistem Kesehatan di Negara-Negara Terdampak Konflik Timur Tengah

Jenewa, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Jumat (3/4) mengungkapkan bahwa sistem kesehatan di lima negara terdampak konflik di Timur Tengah, yaitu Lebanon, Iran, Irak, Suriah, dan Yordania, membutuhkan bantuan darurat. Pernyataan ini disampaikan melalui posting media sosial, menyoroti tekanan yang semakin berat terhadap layanan medis akibat kekerasan yang terus-menerus berlangsung beberapa minggu terakhir.

Pemintaan Dana Darurat untuk Stabilkan Kesehatan

WHO telah menyatakan permintaan dana darurat sebesar 30,3 juta dolar AS untuk mendukung upaya penanggulangan konflik yang memuncak di wilayah tersebut. Dana ini ditujukan pada lima negara, dengan fokus pada penyediaan layanan kesehatan kritis, perawatan trauma, pengawasan penyakit, dan sistem peringatan dini. Selain itu, bantuan tersebut juga akan memperkuat kemampuan penanganan korban besar serta persiapan menghadapi bencana kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.

“Sistem kesehatan di negara-negara terdampak sedang mengalami tekanan yang signifikan setelah konflik terus memperparah kondisi,” kata Tedros.

Angka Korban dan Pengungsi

Hingga 31 Maret, konflik yang berlangsung di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang terpaksa berpindah tempat tinggal. Dalam periode yang sama, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 3.300 orang, sementara 30.000 lainnya mengalami luka-luka. Statistik ini memperlihatkan dampak serius yang diakibatkan oleh kekerasan yang menghancurkan infrastruktur dan layanan kesehatan di daerah-daerah terpukul.

Permintaan bantuan darurat yang mencakup periode Maret hingga Agustus 2026 bertujuan untuk memastikan akses yang tetap terjaga terhadap layanan medis esensial dan menjaga kesiapan darurat di tengah tekanan yang terus meningkat.

Ads
RumahBerkat - Post