Strategi Penting: AirAsia X: Rute Bahrain sebagai hub strategis masih sesuai jadwal
AirAsia X: Rute Bahrain sebagai hub strategis masih sesuai jadwal
Dari Jakarta, maskapai penerbangan AirAsia X menyatakan bahwa pengembangan rute ke Bahrain tetap sesuai jadwal untuk dimulai pada 26 Juni 2026. Perusahaan optimis bahwa kondisi kawasan akan lebih stabil setelah periode yang diproyeksikan. “Rencana pengembangan rute ke Bahrain masih berjalan. Jika perang berakhir lebih awal, kita akan segera mengoperasikan penerbangan,” ungkap Bo Lingam, Group CEO AirAsia X, dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin.
“Bandara di Manama tampak dalam kondisi baik. Saya sudah melihat video tempat tersebut,” tambahnya.
Bo juga menjelaskan bahwa AirAsia X proaktif mengalihkan kapasitas ke rute seperti Almaty, Tashkent, dan Istanbul. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan permintaan yang terganggu. “Kami mencari jalur dengan performa dan yield lebih kuat agar bisa menyesuaikan strategi saat ini,” kata dia.
Pengembangan hub domestik Malaysia
Sementara itu, pengembangan hub domestik Malaysia di Senai, Johor Bahru, tetap menjadi fokus strategi jangka menengah perusahaan. “Kami terus mengeksplorasi peluang ini sebagai bagian dari tata kelola operasional yang lebih luas,” jelas Bo.
Kepercayaan terhadap model bisnis
Dalam kondisi lingkungan operasional yang semakin rumit, Bo Lingam tetap yakin pada kekuatan model bisnis AirAsia X, serta jaringan perjalanan di Asia Tenggara. “Permintaan ke destinasi ASEAN tetap tinggi, menunjukkan ketahanan jaringan kami dan keinginan masyarakat terhadap perjalanan regional,” katanya.
Bo menegaskan bahwa permintaan penerbangan tetap stabil. “Ini memperkuat komitmen kami dalam menjadikan Kuala Lumpur sebagai pusat hub utama dengan konektivitas yang lancar dan terjangkau,” ujarnya.
“Peran Kuala Lumpur sebagai hub utama semakin jelas, menegaskan posisinya sebagai LCC global yang menghubungkan penumpang secara efisien,” tambah dia.
Langkah strategis dari pihak Non-Eksekutif
Komisaris Utama Non-Eksekutif AirAsia X, Tan Sri Jamaludin Ibrahim, menyoroti pentingnya kolaborasi dengan mitra untuk memperkuat daya saing industri. “Tantangan saat ini melibatkan seluruh ekosistem aviasi, jadi kerja sama menjadi kunci,” katanya.
“Kami juga terus membuka peluang ekspansi, termasuk menambah pesanan pesawat dan opsi sewa untuk mendukung rencana perluasan jaringan ke destinasi baru,” imbuh Tan Sri Jamaludin.
