Dmitry Bivol disebut akan melepaskan gelar juara dunia WBO

Bivol Diprediksi Lepaskan Sabuk WBO Demi Trilogi dengan Beterbiev

Atapkitadonasi.com – Jakarta memantapkan posisinya sebagai pusat perhatian dunia tinju internasional setelah munculnya kabar terbaru mengenai nasib Dmitry Bivol. Petinju asal Rusia yang saat ini memegang tiga sabuk juara dunia di kelas berat ringan dengan berat badan 79,3 kilogram ini dikabarkan bersiap melepaskan salah satu mahkotanya. Sabuk WBO yang dimilikinya berpotensi dilepas guna membuka jalan bagi pertarungan yang dinantikan banyak pihak, yaitu pertemuan ketiga melawan Artur Beterbiev.

Negosiasi Intens Dimulai

Vadim Kornilov, sang manajer, bersama dengan Bivol sendiri telah memberikan instruksi jelas kepada tim mereka. Mereka meminta agar proses negosiasi segera dimulai dengan pihak-pihak kunci yang mampu merealisasikan pertarungan impian tersebut. Dua entitas utama yang menjadi target adalah Umar Kremlev sebagai Presiden International Boxing Association (IBA) serta RCC Boxing Promotions.

Eddie Hearn, kepala Matchroom Boxing yang juga bertindak sebagai promotor Bivol, menyampaikan pernyataan resmi melalui laporan The Ring yang dipantau di Jakarta pada hari Rabu. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah siap menggelar pertarungan melawan Beterbiev karena hal tersebut merupakan keinginan utama dari Dmitry.

Pernyataan Hearn ini datang di tengah kebingungan yang sempat terjadi di kalangan penggemar tinju. Sebelumnya, pihak WBO telah mengeluarkan perintah resmi kepada Bivol untuk menghadapi Callum Smith sebagai penantang wajib sekaligus juara interim. Kedua belah pihak diberikan tenggat waktu hingga tanggal 26 Juli untuk mencapai kesepakatan final mengenai pertarungan tersebut.

Trilogi Lebih Diutamakan

Meskipun tenggat waktu sudah ditetapkan, peluang terjadinya pertarungan antara Bivol dan Smith dinilai sangat kecil. Alasannya sederhana, Bivol telah secara tegas menginstruksikan kepada para promotor untuk memprioritaskan upaya merealisasikan pertarungan ketiga melawan Beterbiev. Eddie Hearn sendiri mengakui bahwa kemungkinan besar Bivol tidak akan mempertahankan gelarnya melawan Smith dalam situasi saat ini.

Sebagai alternatif, Callum Smith diperkirakan akan menghadapi Joshua Buatsi untuk memperebutkan gelar juara yang akan kosong jika Bivol memutuskan untuk melepaskan sabuk WBO-nya. Keputusan ini menunjukkan bahwa Bivol benar-benar serius dalam mengejar pertarungan yang dianggap sebagai pertarungan terbaik di kelas berat ringan saat ini.

Klarifikasi Terkait Penolakan Tawaran

Ada kebingungan baru yang muncul setelah Presiden IBA, Umar Kremlev, menyatakan bahwa Bivol baru-baru ini menolak tawaran yang nilainya dua kali lipat lebih menguntungkan untuk melawan Beterbiev. Namun, Eddie Hearn dengan tegas membantah informasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia pertama kali mendengar laporan bahwa Bivol ditawari sebesar 14 juta dolar Amerika Serikat untuk pertarungan melawan Beterbiev.

Hearn kemudian menyampaikan pesan terbuka kepada siapa saja yang mungkin sedang mengikuti perkembangan ini. Ia meminta agar tawaran tersebut disampaikan kembali kepada Bivol, dan petinju Rusia itu akan menerimanya tanpa ragu-ragu.

Klarifikasi ini penting karena menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada nilai tawaran, melainkan pada faktor-faktor lain yang mungkin menjadi pertimbangan Bivol. Hal ini juga menegaskan bahwa Bivol tidak menolak kesempatan untuk bertarung, melainkan menunggu kondisi yang tepat.

Sejarah Pertemuan Pertama dan Kedua

Bivol dan Beterbiev telah berbagi kemenangan tipis melalui keputusan mayoritas dalam dua persaingan kejuaraan mereka sebelumnya. Pertemuan pertama terjadi pada Oktober 2024, di mana Beterbiev unggul tipis untuk menjadi raja kelas berat ringan sejati. Empat bulan kemudian, Bivol membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan yang memungkinkan ia merebut kembali mahkota yang sempat hilang.

Kedua pertarungan besar tersebut menjadi laga utama dalam acara tinju bergengsi di Arab Saudi yang didukung oleh Turki Alalshikh. Pertarungan-pertarungan ini tidak hanya penting bagi kedua petinju, tetapi juga bagi industri tinju secara keseluruhan karena menunjukkan kualitas pertarungan kelas dunia yang mampu menarik perhatian global.

Kondisi Fisik dan Rekor Saat Ini

Bivol saat ini sudah pulih sepenuhnya dari operasi punggung yang dilakukannya pada bulan Mei. Pemulihan ini terlihat jelas ketika ia dengan mudah mengalahkan penantang wajib IBF, Michael Eifert, untuk mempertahankan gelarnya sekaligus memperkuat rekornya menjadi 25 kemenangan dengan 12 knockout dan satu kekalahan.

Sementara itu, Beterbiev yang membukukan rekor impresif dengan 21 kemenangan, termasuk 20 knockout, dan satu kekalahan, belum tampil sejak pertarungan keduanya. Petinju Rusia ini telah vokal mengenai ketidakpuasannya mengenai keengganan Bivol untuk melanjutkan pertarungan ketiga. Situasi ini menciptakan ketegangan yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Dengan segala pertimbangan yang ada, pertarungan ketiga antara Bivol dan Beterbiev tampaknya semakin dekat. Jika negosiasi berjalan lancar dan Bivol memutuskan untuk melepaskan sabuk WBO-nya, dunia tinju akan disuguhkan dengan pertarungan yang layak menjadi pertarungan tahun ini. Kedua petinju telah membuktikan kualitas mereka, dan pertemuan ketiga ini bisa menjadi penentu siapa yang benar-benar layak disebut sebagai raja kelas berat ringan sejati.