Bisnis

Special Plan: PIHPS: Harga cabai rawit Rp74.150/kg, telur ayam Rp30.300/kg

PIHPS: Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Mencapai Rp74.150/kg serta Rp30.300/kg

Special Plan – Jakarta, Rabu 10.00 WIB — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang berada di bawah pengelolaan Bank Indonesia, melaporkan perkembangan harga pangan pada hari ini. Dalam laporan terbaru, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mencatatkan kenaikan harga, dengan angka sebesar Rp74.150 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras juga mengalami peningkatan, sebesar Rp30.300 per kg.

Komoditas Lain yang Terdaftar

Dilansir dari Jakarta, data PIHPS menunjukkan bahwa harga pangan di tingkat pedagang eceran nasional tidak hanya mencakup cabai rawit merah dan telur ayam ras, tetapi juga mencakup berbagai komoditas lainnya. Contohnya, bawang merah tercatat dengan harga Rp49.050 per kg, sementara bawang putih memiliki harga Rp39.100 per kg. Kedua bahan pokok ini turut menjadi perhatian dalam pemantauan harga pangan bulan ini.

Beras juga menjadi salah satu komoditas yang terpantau secara rinci. Beras kualitas bawah I dijual dengan harga Rp14.750 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II tergolong lebih terjangkau dengan angka Rp14.550 per kg. Dalam kategori beras medium, harga tercatat lebih tinggi, yakni Rp16.200 per kg untuk beras kualitas medium I dan Rp16.050 per kg untuk medium II. Untuk beras kualitas super, harga terendah adalah Rp17.050 per kg untuk super II, sedangkan super I mencapai Rp17.500 per kg.

Komoditas Cabai dan Daging

Di sisi lain, harga cabai berbagai jenis juga terus dipantau. Cabai merah besar dijual dengan harga Rp57.050 per kg, cabai merah keriting tercatat pada Rp56.200 per kg, dan cabai rawit hijau memiliki harga Rp54.700 per kg. Ketiga jenis cabai ini sering dijadikan bahan baku dalam masakan sehari-hari.

Untuk komoditas daging, harga ayam ras segar mencapai Rp38.350 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I dijual dengan harga yang lebih tinggi, sebesar Rp147.350 per kg. Daging sapi kualitas II tergolong lebih murah dibandingkan kualitas I, dengan harga Rp140.700 per kg. Kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti permintaan tinggi di pasar dan ketersediaan pasokan yang terbatas.

Harga Gula dan Minyak Goreng

Terpisah, gula pasir kualitas premium tercatat dengan harga Rp20.700 per kg, sementara gula pasir lokal lebih terjangkau, yakni Rp19.250 per kg. Minyak goreng curah juga menjadi perhatian, dengan harga sebesar Rp20.300 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing terdaftar pada harga Rp23.900 dan Rp23.600 per liter.

Dalam laporan terkini, PIHPS memastikan bahwa harga pangan strategis di seluruh Indonesia tetap diperlakukan secara rapi dan transparan. Data ini digunakan sebagai acuan oleh Bank Indonesia dalam mengambil kebijakan moneter dan memastikan stabilitas harga pangan. Selain itu, harga-harga ini juga menjadi indikator bagi masyarakat dalam mengantisipasi kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari.

Analisis dan Keterkaitan dengan Inflasi

Kenaikan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp74.150 per kg memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat. Sebagai bahan baku utama dalam berbagai masakan, harga cabai yang meningkat bisa memengaruhi anggaran belanja rumah tangga. Begitu pula dengan telur ayam, yang saat ini terdaftar pada harga Rp30.300 per kg, menjadi bahan pokok yang sering dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa analis mengatakan bahwa peningkatan harga pangan harus dipantau secara berkala untuk meminimalkan risiko inflasi. Dalam konteks ini, data PIHPS berperan penting dalam memberikan gambaran real-time mengenai dinamika harga di pasar. Selain itu, harga yang disebutkan juga mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan komoditas tersebut.

Dari sisi produksi, harga cabai rawit merah yang relatif tinggi dapat dipengaruhi oleh cuaca yang tidak stabil di daerah penghasil utama. Sementara itu, harga telur ayam yang mengalami kenaikan mungkin terkait dengan pertumbuhan populasi ayam ras di berbagai daerah. Kedua faktor ini memengaruhi ketersediaan dan kestabilan harga di tingkat pedagang.

Perbandingan Harga Beras dan Daging

Perbandingan harga beras kualitas bawah I dan II menunjukkan perbedaan kecil, yaitu Rp14.750 dan Rp14.550 per kg. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh variasi kualitas dan kebijakan pengusaha dalam menentukan harga jual. Dalam

Tegar Ananda

Tegar Ananda menulis tentang isu sosial, donasi, dan peran individu dalam menciptakan perubahan positif. Melalui atapkitadonasi.com, Tegar menghadirkan konten yang mendorong kesadaran sosial tanpa klaim berlebihan. Ia percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan cara yang tepat.