Dunia

Erdogan: Turkiye akan terus kembangkan hubungan dengan SCO

Xinhua-News-Agency
Foto : Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Presiden Erdogan Tekankan Peran Strategis SCO dalam Arsitektur Keamanan dan Ekonomi Global
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Presiden Erdogan Tekankan Peran Strategis SCO dalam Arsitektur Keamanan dan Ekonomi Global

Atapkitadonasi.com – Langkah Ankara untuk memperdalam keterlibatan dengan blok Asia Tengah dan Asia Timur kembali mendapat sorotan ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan komitmen Turkiye untuk terus memperluas kerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (7/9) seusai rapat kabinet, dan menjadi sinyal terbaru bahwa orientasi luar negeri Turkiye semakin condong ke arah timur, melampaui ketergantungan historis pada aliansi Atlantik.

Status Mitra Dialog dan Peningkatan Hubungan

Turkiye bukan anggota penuh SCO, melainkan berstatus mitra dialog sejak tahun 2010. Namun Erdogan menekankan bahwa kapasitas organisasi ini terus tumbuh dan bahwa hubungan bilateral maupun multilateral antara Ankara dan negara-negara anggota SCO telah mengalami eskalasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pidatonya, presiden menyebut SCO sebagai salah satu organisasi regional yang paling relevan bagi kepentingan strategis Turkiye.

“Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang mana kami merupakan mitra dialog, adalah salah satu organisasi regional yang hubungannya dengan kami telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.”

Pernyataan ini bukan sekadar retorika diplomatik. SCO, yang didirikan pada tahun 2001 oleh Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan, kini mencakup pula India dan Iran sebagai anggota penuh sejak 2023. Dengan cakupan wilayah yang membentang dari Laut Baltik hingga Samudra Hindia, organisasi ini mewakili lebih dari separuh populasi dunia dan porsi besar dari produk domestik bruto global. Erdogan secara eksplisit mencatat fakta demografis dan ekonomi tersebut sebagai dasar potensi SCO yang “cukup besar” bagi kemitraan dengan Turkiye.

Pertemuan SCO Plus di Bishkek

Konteks langsung dari pernyataan Erdogan adalah partisipasi Turkiye dalam format pertemuan “SCO Plus” yang digelar di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, pada 1 September. Format “Plus” memungkinkan mitra dialog dan negara pengamat untuk hadir dan berdiskusi di tingkat kepala negara atau menteri, meskipun tidak memiliki hak suara penuh sebagaimana anggota resmi. Kehadiran Erdogan di Bishkek menandai salah satu kunjungan tingkat tertinggi seorang pemimpin Turkiye ke kawasan Asia Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam forum tersebut, Erdogan menegaskan kembali tekad Ankara untuk meningkatkan volume perdagangan dengan negara-negara anggota SCO. Implikasinya luas: dari sektor energi dan infrastruktur hingga tekstil, pertanian, dan jasa konstruksi. Turkiye selama ini menjadi salah satu pemasok utama bahan bangunan dan kontraktor ke kawasan Asia Tengah, sementara aliran gas dan minyak dari Kazakhstan serta Uzbekistan ke pasar Eropa kerap melintasi atau berkoordinasi dengan koridor logistik yang terhubung ke Turki.

Multipolaritas sebagai Kerangka Ideologis

Salah satu agenda utama pertemuan Bishkek adalah pembahasan kontribusi SCO terhadap penguatan multipolaritas dunia. Erdogan menyebut bahwa topik ini menjadi bagian dari diskusi yang berlangsung. Dalam terminologi kebijakan luar negeri, multipolaritas merujuk pada tatanan internasional yang tidak lagi didominasi satu kutub hegemonik, melainkan melibatkan beberapa pusat kekuatan yang saling menyeimbangkan. Bagi Ankara, dukungan terhadap kerangka multipolar sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada mekanisme keuangan dan politik yang dikendalikan oleh institusi Barat, sekaligus membuka ruang manuver diplomatik yang lebih luas.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan “damai total” yang digaungkan Erdogan dalam beberapa tahun terakhir, yang menekankan diversifikasi mitra strategis dan pengurangan friksi dengan berbagai blok sekaligus. Dengan menjaga hubungan baik baik dengan NATO maupun dengan Rusia, Tiongkok, dan negara-negara Asia Tengah, Turkiye memposisikan dirinya sebagai jembatan antara dua dunia yang semakin terfragmentasi.

Implikasi bagi Kawasan Asia Tengah

Bagi negara-negara Asia Tengah seperti Kirgizstan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, pendalaman hubungan dengan Turkiye membawa dimensi ekonomi dan keamanan yang konkret. Ankara telah menjadi investor penting di sektor energi, transportasi, dan pendidikan di kawasan tersebut. Di sisi lain, kehadiran SCO sebagai forum koordinasi keamanan memberikan kerangka bagi kerja sama kontra-terorisme dan stabilitas regional yang selama ini menjadi kekhawatiran utama negara-negara pascasoviet.

Keputusan Erdogan untuk secara terbuka memuji potensi SCO dan menegaskan kembali ambisi perdagangan juga mengirim pesan kepada mitra-mitra Barat Turkiye bahwa Ankara tidak akan membatasi orientasi geopolitiknya pada satu poros saja. Dalam konteks ketegangan global yang terus meningkat, strategi multi-arah semacam ini menjadi instrumen utama bagi negara-negara menengah untuk mempertahankan otonomi kebijakan tanpa terjerat pada satu blok tertentu.

Ke depan, dinamika hubungan Turkiye–SCO akan menjadi indikator penting arah kebijakan luar negeri Ankara, terutama dalam isu-isu seperti koridor perdagangan trans-Eurasia, pengelolaan sumber daya air di Asia Tengah, dan posisi Turkiye dalam negosiasi perdagangan multilateral yang melibatkan Tiongkok dan Rusia. Pernyataan Erdogan di Bishkek dan pengulangan pesan tersebut di hadapan kabinet pada 7 September menegaskan bahwa jalur ini bukan sementara, melainkan bagian dari arsitektur strategis jangka panjang negara.

Frequently Asked Questions

What is Erdogan?

Erdogan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Erdogan matter?

Erdogan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.