Hiburan

Devano cerita tantangan hingga isi soundtrack film Rumah Singgah

Foto : Budi Santoso - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Menyuarakan Luka dan Harapan: Devano Ungkap Proses di Balik Film Rumah Singgah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Menyuarakan Luka dan Harapan: Devano Ungkap Proses di Balik Film Rumah Singgah

Atapkitadonasi.com – Film drama Indonesia yang dijadwalkan tayang di layar lebar pada 27 Agustus 2026 kembali menjadi sorotan setelah para pemainnya berbagi pengalaman di balik layar. Rumah Singgah, karya sutradara Dyan Sunu Prastowo, mengangkat tema penyintas kanker dan solidaritas antarmanusia di ruang yang seharusnya menjadi tempat pemulihan. Di antara para pemeran utama, Devano — aktor sekaligus musisi — memaparkan bagaimana perannya sebagai Luki, seorang penyintas kanker leukimia, menuntut kejujuran emosional yang melampaui teknik akting konvensional.

Mendalami Luki: Ketika Naskah Menuntut Kejujuran, Bukan Akting

Devano menjelaskan bahwa tahap riset karakter menjadi titik paling menantang dalam prosesnya. Naskah film ini, menurutnya, ditulis dengan tingkat keorganikan dan keautentikan yang membuat setiap adegan terasa seperti pengalaman nyata, bukan sekadar dialog yang harus dihafal. Kondisi tersebut memaksa dirinya meninggalkan pendekatan akting yang biasa ia gunakan dan menggantinya dengan keterbukaan penuh terhadap perasaan yang sesungguhnya.

“Ketika kami juga riset karakter ini, betapa terasa jujur dan organiknya script-nya, sehingga membuat kami juga terasa sangat sulit untuk menyampaikan perasaan sebenarnya. Jadi yang kami kasih justru bukan soal akting lagi tapi soal jujur,”

Pernyataan itu disampaikan Devano dalam konferensi pers yang digelar setelah pemutaran pratayang film di Jakarta pada hari Rabu. Ia menambahkan bahwa memerankan Luki memberinya pelajaran personal: pentingnya mempertahankan senyum dan sikap positif meskipun tubuh sedang berada dalam kondisi yang sangat membatasi kemampuan fisik maupun emosional. Bagi Devano, pesan tersebut tidak berhenti di layar — ia berharap penonton yang menonton Rumah Singgah dapat membawa pulang motivasi yang kuat dari perjalanan karakter-karakter di dalamnya.

“Film ini punya banyak nilai yang bisa diambil, motivasi yang sangat-sangat luar biasa, yang mungkin menyentuh hati teman-teman di luar sana,”

Surat Hati: Lagu Pribadi yang Menemukan Rumah di Layar Lebar

Di luar layar, Devano juga dipercaya oleh produser dan sutradara untuk menyumbangkan salah satu karya musiknya ke dalam soundtrack film. Lagu tersebut berjudul “Surat Hati”, sebuah komposisi yang sebelumnya telah meraih posisi sebagai lagu dengan jumlah streaming tertinggi di Spotify dari seluruh katalog Devano. Keputusannya untuk memasukkan lagu itu ke dalam film, menurutnya, bukan sekadar keputusan komersial melainkan respons emosional terhadap bagaimana melodi dan lirik tersebut berpadu dengan narasi di layar.

“Karena ‘Surat Hati’ ini adalah lagu yang ternyata menjadi streaming yang paling banyak di Spotify. Jadi bersyukur banget, ternyata setelah kami syuting, kami juga menonton, ternyata lagu ini sangat relate dan juga sangat menyentuh di filmnya gitu,”

Integrasi musik orisinal ke dalam film Indonesia bukan hal baru, namun ketika lagu tersebut merupakan karya pribadi sang pemeran, dimensi emosionalnya menjadi berlapis. Penonton tidak hanya mendengar sebuah soundtrack, melainkan mendengar suara karakter yang ia kenal dari layar, menciptakan ikatan afektif yang lebih dalam antara musik dan narasi.

Cerita di Balik Rumah Singgah: Persahabatan di Tengah Ujian

Alur film berpusat pada Karla, diperankan oleh Adhisty Zara, seorang atlet lari yang harus menerima diagnosis osteosarkoma — jenis kanker tulang yang agresif dan mengubah seluruh rencana hidupnya. Di tengah kekosongan yang ditinggalkan oleh penyakit, Karla tiba di sebuah rumah singgah. Di sana ia disambut oleh Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah yang hangat, serta berkenalan dengan penghuni lain: Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti).

Perlahan, ikatan persahabatan terbentuk di antara mereka. Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani setiap penghuninya, menjadi figur yang mengawal perjalanan emosional para karakter. Bersama-sama, mereka mengawali babak baru di mana mimpi yang nyaris padam menemukan kembali secercah harapan. Struktur narasi ini menempatkan solidaritas dan kehadiran satu sama lain sebagai mekanisme pemulihan, bukan sekadar latar belakang dekoratif.

Konteks Industri dan Penayangan

Rumah Singgah disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan dijadwalkan masuk jaringan bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film ini hadir di tengah meningkatnya minat penonton terhadap drama keluarga dan kesehatan mental yang disajikan dengan pendekatan realistis namun tetap mudah diakses. Tema penyintas kanker, khususnya pada anak dan remaja, masih jarang dieksplorasi secara mendalam dalam perfilman Indonesia, sehingga kehadiran karya semacam ini membawa dimensi edukasi sekaligus empati bagi penonton yang mungkin sedang atau pernah mengalami kondisi serupa.

Bagi Devano sendiri, proses pembuatan film ini menjadi pengalaman yang mengubah cara ia memandang hubungan antara seni peran dan kejujuran personal. Ia menegaskan bahwa pelajaran terbesar dari memerankan Luki bukan terletak pada teknik, melainkan pada kemampuan untuk tetap tersenyum ketika situasi tidak memungkinkannya tersenyum — sebuah pesan yang, menurutnya, jauh lebih penting dari sekadar menghibur di layar lebar.

Frequently Asked Questions

What is Devano cerita tantangan hingga isi soundtrack?

Devano cerita tantangan hingga isi soundtrack is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Devano cerita tantangan hingga isi soundtrack matter?

Devano cerita tantangan hingga isi soundtrack matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Budi Santoso - atapkitadonasi.com

Budi Santoso - atapkitadonasi.com

Budi Santoso merupakan kontributor yang menaruh perhatian pada transparansi, keamanan, dan praktik baik dalam dunia donasi dan amal. Di atapkitadonasi.com, ia menulis artikel informatif seputar panduan berdonasi, etika berbagi, serta edukasi publik agar masyarakat lebih cermat dalam menyalurkan bantuan. Budi meyakini bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas kebaikan.