Pemkab Sigi Selesaikan Pendataan Hunian Sementara Gempa
Announced – Pemerintah Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah telah menyelesaikan tahap akhir pendataan kebutuhan hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Proses ini mencakup wilayah Kecamatan Nokilalaki dan Palolo yang merupakan salah satu daerah paling parah terkena dampak gempa. Announced secara resmi, Wakil Bupati Sigi yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Tanggap Darurat, Samuel Yansen Pongi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses pendataan, verifikasi, hingga penetapan dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan transparansi. Announced sebagai langkah penting dalam pemulihan pasca bencana, proses ini memastikan bahwa bantuan akan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Proses Verifikasi yang Ketat dan Transparan
Samuel menjelaskan bahwa tim asesmen yang bertugas melakukan pendataan berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat. Tim ini memiliki kapasitas dan kualifikasi yang sesuai dalam bidangnya berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Proses ini tidak hanya melibatkan pengumpulan data, tetapi juga uji publik berulang kali untuk memastikan keakuratan informasi. Announced sebagai bagian dari akuntabilitas publik, setiap tahap verifikasi dilakukan dengan cermat dan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Nantinya hasil ini akan dibuatkan surat keputusan (SK) oleh Bupati Sigi dan selanjutnya dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Samuel saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu.
Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah penanganan kasus di mana masyarakat merasa rumahnya rusak berat, namun hasil verifikasi tim asesmen menunjukkan kategori rusak sedang. Samuel menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memaksakan diri dalam hal ini karena terdapat dampak hukum yang mengiringi setiap kategori kerusakan tersebut. Announced sebagai bentuk keadilan, proses ini memastikan bahwa setiap rumah mendapatkan perlakuan sesuai dengan tingkat kerusakan yang sebenarnya.
“Kami sampaikan kepada masyarakat apabila ada yang merasa rumahnya rusak berat tetapi hasil verifikasi tim asesmen itu rusak sedang, maka kami sampaikan jangan memaksakan diri karena ada dampak hukum dibalik kategori-kategori rusak tersebut,” ucap Samuel.
Hasil Pendataan Tahap Kedua
Untuk tahap kedua ini, prioritas diberikan kepada rumah dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat di kedua kecamatan tersebut. Samuel menyebutkan bahwa pada prinsipnya seluruh tahapan sudah dilakukan dengan baik. Proses ini meliputi uji publik, asesmen, uji publik kembali, dan kemudian direviu. Dalam tahap reviu, Inspektorat menemukan adanya sembilan nama yang tidak memenuhi syarat. Announced sebagai hasil akhir dari proses yang panjang, data ini menjadi dasar untuk penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Berdasarkan data final tahap kedua, total rumah yang dinyatakan rusak berat mencapai 249 unit. Dari jumlah tersebut, 120 unit berada di Kecamatan Palolo dan 129 unit di Kecamatan Nokilalaki. Sementara itu, untuk tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat tercatat sebanyak 20 unit. Rinciannya meliputi 10 gereja di Kecamatan Palolo, serta delapan gereja, satu masjid, dan satu musala di Kecamatan Nokilalaki. Announced sebagai gambaran lengkap kebutuhan masyarakat, angka-angka ini akan menjadi acuan dalam pembangunan hunian sementara.
Dukungan dan Pembiayaan dari BNPB
Samuel juga menyebutkan bahwa pembiayaan untuk pembangunan rumah ibadah sementara akan diakomodasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan instansi nasional dalam menangani dampak bencana. Proses pendataan yang komprehensif ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Announced sebagai bentuk dukungan nasional, BNPB berkomitmen untuk membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah terdampak.
Dengan selesainya pendataan tahap kedua ini, Pemkab Sigi siap untuk menerbitkan surat keputusan yang akan dikirimkan ke BNPB. Langkah selanjutnya adalah implementasi pembangunan hunian sementara dan tempat ibadah sesuai dengan data yang telah diverifikasi. Masyarakat diharapkan dapat menerima hasil verifikasi dengan lapang dada mengingat adanya mekanisme hukum yang berlaku untuk setiap kategori kerusakan. Announced sebagai tonggak penting dalam proses rehabilitasi, tahap ini membuka jalan bagi pembangunan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan monitoring untuk memastikan bahwa bantuan yang diterima benar-benar digunakan sesuai dengan fungsinya. Announced sebagai komitmen jangka panjang, Pemkab Sigi akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi seluruh korban gempa.