Humaniora

Key Strategy: Undana mulai buka pendaftaran lewat jalur mandiri hingga 4 Juni

Undana Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Hingga 4 Juni 2026

Key Strategy – Kupang, Nusa Tenggara Timur – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang secara resmi meluncurkan pendaftaran bagi calon mahasiswa baru yang ingin mengikuti jalur mandiri pada tahun akademik 2026. Proses pendaftaran ini berlangsung mulai Minggu, 17 Mei hingga 4 Juni 2026. Kabar ini disampaikan oleh Wakil Rektor Undana, Prof Annytha Ina Rohi Detha, kepada ANTARA saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5).

Pengumuman Kuota Jalur Mandiri

Dalam wawancara tersebut, Prof Annytha menjelaskan bahwa Undana menargetkan penerimaan sekitar 2.000 mahasiswa melalui jalur mandiri. “Kita telah menetapkan kuota sebanyak 2.000 mahasiswa untuk jalur mandiri, dan detail lebih lanjut akan diumumkan setelah hasil Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dirilis,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendaftaran ini menyediakan peluang bagi lulusan SNBT yang memutuskan tidak melanjutkan studi melalui jalur kedinasan.

“Hasil SNBT akan dikeluarkan pada 25 Mei, dan kita akan menyesuaikan jumlah penerimaan berdasarkan data tersebut,” kata Prof Annytha.

Menurutnya, banyak lulusan SNBT yang memilih jalur kedinasan, sehingga Undana mengantisipasi adanya kebutuhan untuk menambah kuota mahasiswa mandiri. “Dengan demikian, calon mahasiswa yang tidak lolos SNBT tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar melalui jalur mandiri hingga 4 Juni nanti,” jelasnya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas Undana dalam menyediakan berbagai jalur masuk bagi calon mahasiswa.

Jalur Mandiri: Fleksibilitas dan Periode Pendaftaran

Prof Annytha juga menyampaikan bahwa jalur mandiri ini bukan hanya untuk lulusan SNBT, tetapi juga menerima calon mahasiswa yang memiliki ijazah Paket C. “Pendaftaran dibuka bagi lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026, serta mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur Paket C,” terangnya. Ia menekankan bahwa calon mahasiswa dengan ijazah Paket C tidak terbatas pada program studi tertentu, sehingga bisa memilih jurusan yang paling sesuai dengan minat mereka.

Besarnya kuota jalur mandiri ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penerimaan mahasiswa yang tidak terpenuhi melalui jalur SNBT. “Kita ingin menjaga agar jumlah pendaftar tetap seimbang, terutama karena ada peningkatan minat terhadap jalur kedinasan,” tutur Prof Annytha. Ia menambahkan bahwa jalur mandiri memberikan ruang bagi siswa yang ingin memperoleh kesempatan masuk ke perguruan tinggi secara mandiri, tanpa terikat pada hasil tes nasional.

Proses Pendaftaran dan Pengumuman Hasil

Pendaftaran jalur mandiri di Undana dilakukan secara online melalui platform resmi, dan calon mahasiswa diberi waktu sampai 4 Juni 2026 untuk mengirimkan berkas-berkasnya. “Calon mahasiswa yang tidak lulus SNBT bisa kembali mendaftar melalui jalur mandiri, karena batas waktu pendaftaran masih terbuka hingga tanggal tersebut,” lanjutnya. Menurut rencana, pengumuman hasil penerimaan akan dibagi menjadi dua tahap, yaitu pada 19 dan 26 Juni 2026.

Pengumuman hasil tersebut akan meliputi daftar mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri, serta informasi tentang proses seleksi lebih lanjut. “Kita akan memastikan bahwa semua pendaftar mendapatkan informasi yang jelas dan transparan,” kata Prof Annytha. Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran diawasi secara ketat untuk menghindari adanya kesalahan atau kesenjangan dalam distribusi kuota.

Manfaat Jalur Mandiri untuk Calon Mahasiswa Paket C

Salah satu keunggulan jalur mandiri adalah bahwa Undana menerima calon mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan Paket C. “Calon mahasiswa dengan ijazah Paket C tetap bisa mendaftar, asalkan usia mereka maksimal 25 tahun,” jelas Prof Annytha. Ini membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah kejuruan atau non-formal yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Proses pendaftaran jalur mandiri di Undana tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Kita ingin menyediakan akses yang lebih luas, terutama bagi lulusan yang tidak memenuhi syarat untuk jalur SNBT,” tuturnya. Dengan memperluas kuota, Undana berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa baru, baik dari kalangan lulusan SNBT maupun Paket C.

Situs Resmi Pendaftaran

Untuk memudahkan proses pendaftaran, Undana menyediakan portal khusus di situs https://smmu.undana.ac.id. Calon mahasiswa dapat mengakses situs tersebut untuk mengisi formulir, mengunggah berkas, dan memantau progres pendaftaran mereka. “Kita juga memberikan petunjuk detail terkait dokumen yang dibutuhkan, sehingga calon mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik,” kata Prof Annytha.

Menurutnya, jalur mandiri ini menjadi alternatif yang layak untuk peserta yang ingin mengikuti proses seleksi secara mandiri. “Kita menilai bahwa jalur mandiri tetap penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi lulusan yang memenuhi syarat usia dan tingkat pendidikan tertentu,” tuturnya. Dengan adanya dua tahap pengumuman hasil, Undana ingin memastikan bahwa proses seleksi berjalan secara terstruktur dan meminimalkan kerumitan bagi calon mahasiswa.

Prof Annytha berharap bahwa kebijakan ini dapat memberikan keadilan dan kesempatan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kita ingin agar setiap lulusan memiliki peluang untuk menempuh pendidikan tinggi, baik melalui jalur SNBT maupun mandiri,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa Undana terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa guna memenuhi kebutuhan pendidikan di Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Dengan pembukaan pendaftaran hingga 4 Juni 2026, Undana memberikan waktu yang cukup bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan segala aspek pendaftaran. “Kita yakin bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif, terutama bagi lulusan yang ingin menempuh jalur mandiri,” pungkas Prof Annytha. Ia pun berharap bahwa seluruh proses berjalan lancar, dan calon mahasiswa dapat memperoleh informasi terkini melalui situs resmi.

Nadia Hakim

Nadia Hakim adalah penulis yang menaruh perhatian pada aspek nilai, etika, dan tanggung jawab dalam berdonasi. Tulisan-tulisannya di atapkitadonasi.com membahas zakat, sedekah, dan amal dari sudut pandang sosial dan moral, dengan bahasa yang tenang dan informatif. Nadia berkomitmen menghadirkan konten yang mendorong kebaikan tanpa menyesatkan pembaca.