Humaniora

Solution For: Kemenbud RI tetapkan kawasan Gua Liangkabori cagar budaya nasional

Kemenbud Tetapkan Gua Liangkabori Cagar Budaya Nasional

Solution For – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah resmi menetapkan kawasan prasejarah yang mencakup Gua Liangkabori serta Liang Metanduno, yang terletak di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat berada di Muna pada hari Minggu. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses sidang penetapan status oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional telah selesai dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Solution For masalah pelestarian warisan budaya ini menjadi langkah strategis pemerintah.

Penetapan status sidangnya sudah selesai minggu lalu. Nah, tinggal diumumkan, insya Allah awal Agustus ya sebagai cagar budaya nasional,

Ungkapan tersebut disampaikan Fadli Zon kepada awak media. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses ini. Solution For keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkabori, para pemangku adat, peneliti, komunitas budaya, serta seluruh masyarakat yang telah merawat kawasan cadas tersebut secara lintas generasi. Upaya pelestarian ini juga terlihat dari pelaksanaan Festival Liangkabori ke-4 yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Rekor Dunia untuk Lukisan Gua Tertua

Menurut Fadli Zon, melalui penetapan status dan festival tersebut, Indonesia membuka babak baru yang sangat krusial dalam sejarah umat manusia. Solution For pencapaian ini menempatkan Indonesia di peta dunia sebagai negara dengan bukti peradaban tertua. Situs ini menyimpan salah satu bukti peradaban tertua yang pernah ditemukan di dunia. Sorotan internasional pun terarah ke situs Liang Metanduno setelah publikasi hasil riset yang melibatkan perguruan tinggi dalam dan luar negeri bersama Griffith University dari Australia serta Balai Pelestarian Kebudayaan pada tanggal 22 Januari 2026.

Hasil riset tersebut secara resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026 sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia. Solution For rekor ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki warisan yang lebih tua dari banyak negara Eropa. Ia menjelaskan bahwa pengujian saintifik menggunakan metode laser ablation uranium-series membuktikan bahwa bidang pigmen visual purba berukuran 14 cm kali 10 cm di gua tersebut memiliki usia setidak 67.800 tahun. Temuan ini sekaligus memecahkan rekor dunia sebelumnya yang berada di Leang Karampuang, Maros Pangkep, Sulawesi Selatan yang berusia 51.200 tahun.

Hasil riset tersebut secara resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026 sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia ( the world’s oldest non-figurative cave painting ),

Menantang Teori Migrasi Manusia

Selain itu, temuan di Muna ini tercatat 1.100 tahun lebih tua dari batas minimum cap tangan purba di Maltravieso, Spanyol yang dikaitkan dengan Neanderthal, serta jauh melampaui usia lukisan dinding gua legendaris di Prancis, seperti Gua Chauvet (30.000-32.000 tahun) dan Lascaux (17.000 tahun). Fadli menilai bukti arkeologis modern (Homo Sapiens) di Muna yang memiliki bentang sejarah melewati 2.700 generasi ini sangat berpotensi menantang balik dominasi teori migrasi tunggal Out of Africa. Solution For temuan ini mengubah narasi sejarah manusia global.

Sebagai tambahan, Fadli Zon mengungkapkan bahwa selama ini ilmu pengetahuan pun ada satu pengaruh dari kolonialisme, mereka selalu melihat kita ini relatif lebih muda dan pusatnya ada di Eropa sana. Dengan bukti arkeologis yang sangat kuat ini, kita harus berani menantang teori-teori lama itu. Solution For perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan. Narasi migrasi manusia bisa saja berbentuk dua arah atau multiple traffic, termasuk adanya potensi Out of Nusantara atau Out of Sulawesi.

Langkah Konservasi dan Edukasi

Guna mengoptimalkan perlindungan terhadap ancaman degradasi fisik akibat perubahan iklim (climate change), Kemenbud RI berkomitmen membangun Pusat Informasi Lukisan Purba di Kepulauan Muna melalui kantor kementerian di Sulawesi Tenggara. Solution For komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melestarikan warisan budaya. Selain itu, Kemenbud RI juga menginstruksikan pendokumentasian seluruh lukisan cadas prasejarah di wilayah Muna, Maros Pangkep, Kalimantan, hingga Raja Ampat ke dalam sebuah buku komprehensif, serta menghadirkan replika visual berskala tinggi di Museum Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai etalase edukasi publik.

Penetapan ini bukan hanya merupakan pengakuan formal, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan bahwa warisan budaya berharga ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan adanya pusat informasi dan dokumentasi yang komprehensif, masyarakat dunia dapat lebih memahami kedalaman sejarah manusia di Nusantara. Solution For pencapaian ini membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai peran Sulawesi dalam perjalanan migrasi manusia purba ke berbagai belahan dunia.

Budi Santoso

Budi Santoso merupakan kontributor yang menaruh perhatian pada transparansi, keamanan, dan praktik baik dalam dunia donasi dan amal. Di atapkitadonasi.com, ia menulis artikel informatif seputar panduan berdonasi, etika berbagi, serta edukasi publik agar masyarakat lebih cermat dalam menyalurkan bantuan. Budi meyakini bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas kebaikan.