Humaniora kemarin: Daycare dan Tiga Faktor Penting Hadapi Disrupsi
Jakarta – Pada hari Minggu ini, sejumlah isu humaniora mendapat perhatian publik dan tetap relevan dibaca. Topik seperti pengawasan terhadap lembaga penitipan anak hingga tiga faktor utama dalam menghadapi perubahan global menjadi fokus utama. Berikut rangkuman berita yang layak diketahui.
Minister: Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Global
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan bahwa pembangunan bidang sains, teknologi, serta kerja sama lintas sektor adalah langkah krusial untuk mengatasi dinamika global yang kian tidak menentu. Ia menyoroti dampak langsung dari situasi ini pada sektor perdagangan, energi, dan rantai pasok.
“Kita harus siap menghadapi tantangan yang terus berubah. Penguatan di bidang sains dan teknologi, kolaborasi internasional, serta sinergi antar sektor akan membantu mengurangi risiko akibat ketidakpastian global,” kata Brian.
Kelompok Mahasiswa Ajarkan Teknik Perlindungan Data di Era AI
Selama ini, isu keamanan data sering menjadi sorotan. Mahasiswa program S2 Teknik Informatika Unpam, Tangerang Selatan, mengadakan sosialisasi untuk membantu pelajar menjaga keamanan informasi mereka di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka menyarankan penggunaan password yang rutin diperbarui.
“Dengan mengganti password secara berkala, individu bisa mengurangi risiko identitasnya diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” terang I Made Mustika Kerta Astawa.
BPKN Dorong Pengawasan Berkala terhadap Daycare
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak (daycare). Permintaan ini disampaikan khusus kepada Pemda DIY setelah terjadi kasus penganiayaan anak di salah satu daycare.
Jamaah Haji NTB Memadati Kantor Pertukaran Uang sebelum Berangkat
Saat ini, jamaah calon haji dari Nusa Tenggara Barat (NTB) membanjiri stan pertukaran uang riyal Arab Saudi di Asrama Haji Kota Mataram. Aktivitas ini ramai sejak pagi dan menjadi bagian dari persiapan sebelum perjalanan ke tanah suci.
“Kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrian dan memastikan proses pertukaran berjalan lancar sebelum keberangkatan,” kata salah satu jamaah.
BGN Bantah Kematian Balita di Cianjur Akibat Program MBG
Kematian balita bernama M Abdul Bais di Cianjur, Jabar, disangkal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengklarifikasi bahwa penyebab kematian tidak terkait langsung dengan program tersebut.
“Kabar yang menyebut kematian bayi dua tahun karena MBG tidak benar,” jelas Nanik.