Unhas Optimistis Pertahankan Juara Umum Pimnas 2026
Key Strategy –
Makassar, Selasa — Prof Dr Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, menyatakan keyakinan tinggi dalam menghadapi ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39 Tahun 2026. Ia mengatakan kampus tersebut berharap kembali meraih predikat juara umum sekaligus yang ketiga secara beruntun. “Meski saat ini berada di peringkat kedua dalam penerimaan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa, potensi Unhas untuk kembali menjadi juara tetap sangat menggiurkan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Komitmen Terhadap Budaya Ilmiah Unggul
Komitmen Unhas terhadap pengembangan budaya ilmiah menjadi faktor utama dalam menghadapi kompetisi tahunan tersebut. Prof Jamaluddin menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dan dosen pendamping dalam menjaga eksistensi kampus di tingkat nasional membutuhkan semangat pantang menyerah, inovasi, serta pembinaan yang konsisten. “Kualitas tim tidak selalu tercermin dari jumlah peserta, melainkan dari konsistensi perjuangan dan dedikasi yang mereka tunjukkan,” tambahnya.
Dalam peringkat terkini, Unhas berada di posisi kedua dengan 50 proposal yang mendapatkan pendanaan PKM. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengumumkan hasil tersebut, di mana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi juara pertama dengan 56 judul proposal. Meski belum berada di puncak, Prof Jamaluddin percaya bahwa Unhas memiliki peluang besar untuk menggeser posisi tersebut.
Program Kewirausahaan Mahasiswa: Capaian Nasional
Selain fokus pada riset dan inovasi, Unhas juga mencatat prestasi yang menonjol di bidang kewirausahaan. Dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), kampus ini berhasil meraih peringkat pertama secara nasional. Prof Jamaluddin menyebutkan bahwa pencapaian ini terbukti melalui 18 tim yang lolos seleksi internal dan mengirimkan proposal ke tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, enam tim berhasil memperoleh pendanaan.
Menurut rektor, hasil yang diungkapkan menunjukkan semangat kewirausahaan mahasiswa yang semakin berkembang. Ia menegaskan bahwa tujuan utama P2MW bukan hanya mencari dana, tetapi juga melahirkan wirausaha muda yang mampu menciptakan usaha berkelanjutan. “Pembinaan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan kemampuan manajerial mahasiswa agar mereka siap menghadapi tantangan pasar,” ujarnya.
Langkah Strategis Membawa Nama Kampus
Pimnas ke-39 akan diadakan di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, pada 2–7 November 2026. Prof Jamaluddin mengatakan keikutsertaan Unhas dalam acara ini tidak hanya sebatas memperkenalkan nama kampus, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem ilmu pengetahuan di Indonesia. “Setiap partisipasi di Pimnas berdampak langsung pada penguatan kekuatan akademik nasional,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya persiapan yang matang dari tim Unhas. Meski kompetisi tahun ini diprediksi lebih ketat, rektor yakin kampus tersebut memiliki strategi untuk memperkuat posisi. “Kami telah mengoptimalkan sistem evaluasi dan pelatihan bagi peserta, sehingga mereka lebih siap menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.
Hasil Sebelumnya: Dominasi Unhas di Pimnas 2024 dan 2025
Keberhasilan Unhas di Pimnas 2024 dan 2025 menjadi dasar optimisme mereka untuk tahun ini. Dalam dua ajang sebelumnya, kampus tersebut mendominasi dengan jumlah proposal dan kualitas yang mengalahkan pesaing lainnya. Prof Jamaluddin mengatakan dominasi ini tidak hanya mencerminkan keahlian akademik mahasiswa, tetapi juga pengelolaan program yang sistematis. “Kami melihat peningkatan konsistensi kinerja, baik dari segi jumlah peserta maupun kualitas proyek yang diajukan,” tambahnya.
Di samping itu, rektor menyoroti peran dosen pendamping dalam meningkatkan kualitas riset dan kreativitas mahasiswa. “Dosen tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga inspirator yang membantu mahasiswa merancang proyek sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Kebutuhan ini menjadi pendorong utama Unhas untuk menghadirkan solusi inovatif yang relevan.
Perbandingan dengan Pesaing: Kunci untuk Juara Umum
Prof Jamaluddin mengungkapkan bahwa perbedaan dengan UGM tetap bisa diatasi melalui pengelolaan yang lebih strategis. “Kita perlu memahami bahwa jumlah proposal bukan satu-satunya penentu kemenangan, tetapi juga kualitas ide dan implementasinya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Unhas memiliki keunggulan dalam pengembangan proyek yang berkelanjutan, baik secara teknis maupun sosial.
Dalam Pimnas 2026, Unhas berharap mampu memperlihatkan keunggulan tersebut. Dengan sebanyak 50 proposal yang lolos pendanaan, rektor memastikan bahwa kampus memiliki basis kuat untuk menghadapi persaingan. “Selain itu, kami juga fokus pada kolaborasi antar fakultas, agar proyek yang diajukan lebih komprehensif dan inovatif,” katanya.
Masa Depan yang Cerah: Konsistensi dan Pertumbuhan
Komitmen Unhas untuk tetap menjadi juara umum Pimnas di tahun ini akan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Prof Jamaluddin menjelaskan bahwa perjuangan untuk menjadi yang terbaik membutuhkan konsistensi, baik dalam penyusunan proposal maupun pengujian proyek di lapangan. “Kami ingin Pimnas 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan mumpuni Unhas,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya keberlanjutan dalam setiap proyek yang diajukan. “Kami mendorong mahasiswa untuk merancang solusi yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga nasional,” ujarnya. Hal ini menjadi harapan besar agar Unhas dapat memperluas dampak dari keterlibatannya dalam Pimnas.
Pengembangan Budaya Ilmiah: Tantangan dan Peluang
Sebagai kampus yang fokus pada pembelajaran aktif dan kolaborasi, Unhas berupaya membangun budaya ilmiah yang kuat. Prof Jamaluddin mengatakan bahwa pengalaman di Pimnas 2024 dan 2025 telah memberikan pelajaran berharga, termasuk cara menghadapi kritik dan menyesuaikan strategi. “Kami terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan lingkungan akademik,” jelasnya.
Pimnas 2026 diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat keunggulan tersebut. Dengan adanya dukungan dari Kemdiktisaintek dan komunitas akademik, Unhas akan terus memacu mahasiswa untuk menghasilkan proyek yang relevan dan berdampak. “Kami juga berharap Pimnas dapat membangun jaringan antar institusi, sehingga kolaborasi di masa depan lebih intensif,” tuturnya.
Komitmen Unhas dalam menghadapi Pimnas 2026 tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada peran sosial yang lebih luas. “Setiap proyek yang dana dari Pimnas seharusnya mampu berkontribusi pada kemajuan bangsa,” kata Prof Jamaluddin. Dengan harapan ini, Unhas terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas proyek, serta menjaga semangat kompetisi yang se