Tim SAR kembali temukan satu jenazah korban KM Nurul Salsa

Operasi SAR KM Nurul Salsa Diperpanjang Tiga Hari Setelah Penemuan Jenazah Terbaru

Atapkitadonasi.com – Makassar mencatat perkembangan signifikan dalam upaya pencarian korban kecelakaan maritim KM Nurul Salsa. Pada hari ketujuh pelaksanaan operasi, tim gabungan berhasil mengidentifikasi satu jenazah tambahan yang mengapung di permukaan air. Jasad tersebut ditemukan mengenakan rompi pelampung di kawasan perairan yang terletak di sebelah timur Pulau Sanana Besar, tepatnya di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan atau yang lebih dikenal sebagai Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan ini terjadi pada hari Selasa dan menambah jumlah korban yang telah teridentifikasi sejak awal bencana.

Proses penemuan bermula ketika aparat Desa Pulau Matallang menyampaikan laporan kepada petugas SAR. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan Kapal Negara SAR Pacitan menuju titik koordinat temuan. Setelah jenazah berhasil dievakuasi, proses pemindahan dilakukan dengan bantuan KN SAR Kamajaya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jasad selama transportasi.

Keputusan Perpanjangan Berdasarkan Evaluasi Lapangan

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan penjelasan resmi mengenai keputusan perpanjangan operasi. Melalui keterangan videonya dari Posko Benteng Selayar, ia menegaskan bahwa standar operasional prosedur menetapkan batas maksimal tujuh hari untuk pelaksanaan pencarian dan pertolongan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan perlunya penyesuaian jadwal.

Setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh ini, maka kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan.

Keputusan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi. Selama periode perpanjangan, tim gabungan akan terus mengerahkan seluruh potensi laut dan alat utama yang tersedia. Penyesuaian area pencarian dilakukan berdasarkan analisis komprehensif terhadap pergerakan arus, kondisi angin, serta hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction atau SARMAP.

Daftar Kapal dan Pesawat yang Terlibat

Untuk memastikan cakupan pencarian yang optimal, berbagai unit kapal dan pesawat dikerahkan ke lokasi. Di antaranya terdapat KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, serta pesawat Boeing 737-200. Seluruh potensi SAR yang berada di sekitar lokasi juga tetap aktif melakukan pencarian sesuai dengan pembagian wilayah yang telah ditentukan.

Basarnas menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi dan identifikasi akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Jenazah-jenazah yang ditemukan akan dibawa ke Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulsel. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang akan terus berlanjut hingga masa perpanjangan berakhir.

Ringkasan Data Korban dan Kronologi Perjalanan

Berdasarkan data manifes, total terdapat 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa saat kapal tersebut berlayar. Hingga saat ini, sebanyak 59 orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk dua jenazah yang ditemukan pada hari ketujuh operasi. Sisanya, sebanyak 16 orang masih dalam status pencarian aktif.

KM Nurul Salsa diketahui memulai pelayarannya dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada hari Rabu tanggal 15 Juli sekitar pukul 05.00 WITA. Perjalanan tersebut membawa 78 penumpang dan awak kapal. Namun, kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan, tepatnya di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar. Kejadian ini memicu serangkaian operasi pencarian yang melibatkan berbagai pihak hingga saat ini.