Program Terbaru: Arab Saudi desak AS buka blokade Selat Hormuz dan kembali berunding
Arab Saudi desak AS buka blokade Selat Hormuz dan kembali berunding
Istanbul – Saudi Arabia meminta Amerika Serikat untuk mengakhiri penguncian Selat Hormuz serta mengembalikan dialog dengan Iran, menurut laporan Wall Street Journal pada hari Selasa. Sumber lokal menyatakan kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap kemungkinan blokade Trump memicu Iran meningkatkan eskalasi, sehingga mengganggu jalur perdagangan penting lainnya.
Dalam laporan tersebut, dikemukakan bahwa Arab Saudi memperingatkan risiko Iran membalas langkah Washington dengan menutup Bab al-Mandeb, jalur strategis di Laut Merah yang menjadi pintu utama ekspor minyak negara tersebut. “Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur ekonomi vital mereka,”
katanya.
Banyak pihak, termasuk Arab Saudi, menekankan pentingnya penyelesaian masalah ini melalui meja perundingan. Meski tampil keras di hadapan publik, AS dan Iran masih menjalin komunikasi lewat perantara dan bersedia berdialog jika masing-masing pihak menunjukkan keflexibelan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembekuan operasi angkatan laut di Selat Hormuz, efektif Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Tindakan ini dilakukan setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Islamabad pada akhir pekan lalu. Perundingan tersebut bagian dari upaya mengakhiri serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah mengorbankan lebih dari 1.400 orang sejak 28 Februari.
Kesepakatan gencatan senjata dua minggu sebelumnya menjadi dasar bagi pembicaraan ini, tetapi belum mampu mengatasi ketegangan yang terus memuncak. Dengan blokade yang diterapkan, AS dianggap mengambil langkah keras untuk memperkuat tekanan terhadap Iran.
