Yang Dibahas: JD Vance masih yakin AS seharusnya berhenti danai konflik di Ukraina
JD Vance Masih Yakin AS Seharusnya Berhenti Danai Konflik di Ukraina
Di Washington, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan keyakinannya bahwa negara itu tidak lagi perlu mengalokasikan dana untuk membiayai pertempuran di Ukraina. “Saya telah menyatakan bahwa kita perlu menghentikan pendanaan perang di Ukraina, dan keyakinan itu tetap berlaku,” ujarnya dalam pidato di acara Turning Point USA, organisasi konservatif AS. Vance menilai langkah Presiden Donald Trump yang beralih dari menyuplai senjata ke Ukraina menjadi menjual persenjataan kepada Kyiv sebagai salah satu keberhasilan pemerintahan saat ini.
Komitmen Trump untuk Berhenti Memberikan Bantuan Finansial
Presiden Trump, dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte beberapa bulan lalu, menyatakan Washington tetap akan mendukung pengiriman senjata ke Ukraina, tetapi negara-negara Eropa diharapkan mengambil alih biaya seluruh persenjataan tersebut. Ia menggambarkannya sebagai “kesepakatan besar” di mana peralatan militer bernilai miliaran dolar AS akan dibeli oleh pihak Kyiv.
“Saya pernah bilang kalau kita harus berhenti mendanai perang di Ukraina … dan saya masih meyakini hal tersebut,”
Vance menyoroti keputusan Trump ini sebagai langkah penting yang memperkuat kebijakan AS untuk berhenti membiayai konflik. Namun, Rusia mengkritik tindakan tersebut, menganggap pendanaan militer ke Ukraina menghalangi usaha mencapai perdamaian dan membawa NATO lebih dekat ke tengah perang. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut pengiriman logistik apa pun yang mengangkut senjata bagi Ukraina akan dijadikan sasaran yang sah oleh Rusia.
