Strategi Penting: Rektor Unhas: Integritas harus menjadi DNA di kampus
Rektor Unhas: Integritas Harus Menjadi DNA di Kampus
Dari Makassar, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa (JJ) menegaskan bahwa integritas harus dijadikan nilai dasar yang menjadi bagian dari identitas kampus. Menurutnya, integritas tidak hanya terlihat secara langsung, tetapi juga terasa dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh seluruh lapisan unit kerja Unhas.
Prof JJ mengatakan, Zona Integritas (ZI) bukan hanya sebagai instrumen administratif, tetapi juga sebagai penggerak semangat dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia menekankan bahwa konsep ini hidup dalam praktik civitas akademika, bukan sekadar dokumen atau indikator penilaian.
“Dalam konteks ini, peran pemimpin sangat penting. Integritas tidak bisa hanya diatur, tetapi harus dicontohkan. Kita mengharapkan, para pimpinan bisa menjadi role model untuk membangun kepercayaan dan konsistensi di tingkat unit kerja,” jelas Prof JJ dalam kegiatan sosialisasi ZI yang diadakan di lingkungan Unhas.
Menurut Prof JJ, membangun budaya integritas ini memerlukan upaya yang tidak mudah. Universitas Hasanuddin menyadari masih ada berbagai tantangan serta dinamika internal yang perlu diatasi. Untuk itu, pendekatan yang diterapkan mencakup pengendalian aturan serta revitalisasi sistem dan pola pikir.
Beberapa langkah telah dilakukan, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih rinci hingga penguatan mekanisme pelaporan. Sistem ini dirancang agar setiap proses berjalan secara adil dan transparan, sekaligus memberikan ruang bagi perbaikan terus-menerus.
Prof JJ menegaskan bahwa integritas dianggap sebagai asets strategis untuk menjaga kepercayaan publik. “Kami menyediakan ruang bagi partisipasi civitas akademika dalam menjaga integritas. Mekanisme pelaporan tidak hanya sebagai alat kontrol, tetapi juga bagian dari budaya saling mengingatkan,” tambahnya.
