Latest Program: Menpora Dorong Sekjen dan Deputi Baru Wujudkan Hasil Nyata
Latest Program – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dalam dunia keolahragaan Indonesia setelah pelantikan dua pejabat strategis di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara resmi menunjuk Suyadi Prawiro sebagai Sekretaris Jenderal baru serta Teuku Arlan Perkasa Lukman sebagai Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Dalam sambutannya yang penuh makna, Menpora menekankan pentingnya kedua pejabat tersebut menjalankan amanah dengan orientasi pada pencapaian hasil yang dapat dirasakan langsung oleh berbagai pihak terkait.
Pelantikan ini telah dilakukan di Jakarta pada hari Jumat dengan dihadiri oleh para pejabat tinggi dan perwakilan media. Erick Thohir menyampaikan pesan penting kepada kedua pejabat barunya tentang pentingnya transformasi dalam pengelolaan program-program pemuda dan olahraga. Ia berharap seluruh program yang dijalankan oleh Kemenpora dapat memberikan manfaat nyata bagi atlet, generasi muda, masyarakat luas, maupun pemerintah. “Saya titipkan amanah kepada Pak Sekjen dan Pak Deputi, kita harus memastikan seluruh program yang kita jalankan benar-benar hasilnya terasa kepada atlet, pemuda, masyarakat, dan juga pemerintah,” ujar Menpora kepada para wartawan yang hadir.
Suyadi Prawiro: Pengalaman Panjang di Sektor Publik
Suyadi Prawiro dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di lingkungan Kemenpora dengan rekam jejak yang solid. Sebelumnya, ia mengabdi di Kementerian Luar Negeri selama beberapa periode yang memperkaya pengalamannya dalam bidang administrasi dan kebijakan publik. Dengan pengalaman tersebut, Suyadi kini menggantikan posisi Gunawan Suswantoro yang telah beralih menjadi Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga. Transisi kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengelolaan program-program pemuda dan olahraga di Indonesia.
Teuku Arlan Perkasa Lukman, di sisi lain, ditunjuk untuk mengisi posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga yang dinilai sangat krusial. Posisi ini menjadi sangat penting dalam membangun ekosistem pemuda dan olahraga dengan menggunakan paradigma investasi sebagai landasan utama. Menpora menjelaskan bahwa pembangunan olahraga tidak boleh hanya dilihat dari perspektif prestasi semata, yang seringkali memerlukan pengeluaran biaya besar untuk mencapainya. Sebaliknya, olahraga harus dilihat sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Prestasi olahraga merupakan bagian dari citra nasional di panggung dunia, tetapi olahraga juga bisa dikelola menjadi sumber pendapatan melalui industri olahraga dan wisata berbasis olahraga.
Kehadiran deputi khusus yang menangani industri olahraga menjadi langkah konkret untuk mendorong paradigma investasi tersebut secara serius. Selama ini, persepsi terhadap Kemenpora sering kali dianggap sebagai cost center atau pusat pengeluaran. Padahal, menurut Menpora, kementerian ini seharusnya dipandang sebagai investasi. Pemuda sendiri merupakan aset investasi yang sangat berharga bagi bangsa yang perlu dikembangkan potensinya secara optimal.
“Pemuda itu investasi. Banyak pemuda menjadi pengusaha, menjadi politikus, pakar-pakar di perguruan tinggi, ilmuwan,” jelas Erick Thohir dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menegaskan bahwa investasi pada pemuda akan memberikan return yang signifikan bagi pembangunan nasional dalam berbagai sektor. Melalui Latest Program yang digulirkan, Kemenpora berkomitmen untuk mengubah cara pandang terhadap pengelolaan sumber daya pemuda dan olahraga.
Proses Seleksi Ketat dan Visi Masa Depan
Proses seleksi untuk mengisi posisi deputi baru dilakukan melalui mekanisme bidding terbuka yang transparan dan kompetitif. Dari ratusan peserta yang mendaftar, seleksi dilakukan secara bertahap dengan standar ketat untuk menghasilkan kandidat terbaik. Hasilnya, Teuku Arlan Perkasa Lukman terpilih sebagai sosok yang mampu membawa perubahan dalam pengelolaan industri olahraga nasional. Proses ini menunjukkan komitmen Kemenpora dalam memilih pemimpin yang berkualitas.
Menpora berharap deputi baru tersebut mampu mewujudkan paradigma baru dalam pembangunan bidang pemuda dan olahraga secara menyeluruh. Paradigma ini menempatkan kedua sektor tersebut sebagai sumber pendapatan potensial bagi negara yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Banyak negara maju telah mulai menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada sektor-sektor baru, termasuk digitalisasi, artificial intelligence, dan yang tidak kalah penting adalah sport tourism serta sport industry.
Kedua pejabat baru ini diharapkan dapat bekerja sama dengan penuh dedikasi untuk mewujudkan visi tersebut dalam jangka panjang. Dengan dukungan penuh dari Menpora, mereka akan menjalankan tugas dengan fokus pada hasil nyata yang dapat diukur dan dirasakan oleh seluruh stakeholders. Pelantikan ini menandai babak baru dalam sejarah Kemenpora yang lebih berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan kontribusi ekonomi nasional melalui Latest Program yang telah dirancang dengan matang.