New Policy: Rehabilitasi Irigasi Sidrap untuk Ketahanan Pangan
New Policy – Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan kini tengah menjalani transformasi signifikan dalam sektor pertanian melalui program rehabilitasi sistem pengairan yang telah lama tertunda. Inisiatif kolaboratif antara Balai Wilayah Sungai Saddang bersama pemerintah daerah setempat ini menargetkan perbaikan infrastruktur irigasi sepanjang 12,5 kilometer yang akan melayani areal persawahan seluas 894,5 hektare. Program tahap pertama ini secara khusus difokuskan pada dua kecamatan, yaitu Panca Lautang dan Tellu Limpue, sebagai upaya memperkuat distribusi air ke lahan pertanian. Dengan adanya New Policy ini, petani di wilayah Sidrap dapat mengharapkan peningkatan produktivitas yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan.
Andi Faizal Fahrial, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, menyampaikan bahwa percepatan pelaksanaan proyek ini bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan. Melalui siaran pers yang dirilis pada hari Jumat, ia menjelaskan bahwa sinergi cepat antara berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia menambahkan bahwa New Policy ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah irigasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah Sidrap.
“Kolaborasi ini kita genjot secara cepat agar bisa swasembada pangan,” ujarnya dalam pernyataan resmi. “Dengan adanya New Policy ini, kita berharap dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan dan mendukung ketahanan pangan nasional.”
Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik saluran, tetapi juga melibatkan koordinasi intensif dengan Dinas Pengelola Sumber Daya Air serta berbagai kelompok tani dan petani lokal. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa manfaat perbaikan infrastruktur dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang bergantung pada sistem pengairan tersebut. Selain itu, New Policy ini juga mencakup program pendampingan teknis bagi petani dalam mengelola irigasi secara berkelanjutan.
“Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat,” tambah Andi Faizal Fahrial. “New Policy ini bukan hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif dalam menjaga infrastruktur penting bagi pertanian.”
Proyek Beranggaran Rp15 Miliar dengan Jangka Waktu Dua Tahun
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyatakan bahwa rehabilitasi Daerah Irigasi ini merupakan respons nyata terhadap keluhan petani yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Proyek senilai Rp15 miliar ini direncanakan dilaksanakan dalam periode Juli hingga Desember 2026. Fokus perbaikan mencakup ruas-ruas prioritas yang meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21, hingga BSI23. Dengan adanya New Policy ini, diharapkan seluruh ruas irigasi dapat diperbaiki sesuai standar teknis yang berlaku.
Menurut Bupati Sidrap, jaringan irigasi tersebut telah beroperasi selama kurang lebih lima puluh tahun tanpa mengalami rehabilitasi menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan berbagai masalah seperti sedimentasi, penumpukan sampah, dan kerusakan pada banyak bagian saluran yang berdampak pada distribusi air yang tidak optimal ke lahan pertanian. New Policy ini akan mengatasi masalah-masalah tersebut melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.
“Sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Kita mulai perbaikan itu kembali,” tegas Syaharuddin Alrif. “New Policy ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan yang terbaik bagi petani Sidrap.”
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait. Ia meminta agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal dengan solusi cepat apabila muncul kendala, bukan menjadikan masalah sebagai penghambat. Selain itu, New Policy ini juga memastikan transparansi dalam penggunaan anggaran untuk membangun kepercayaan publik.
Program Pendukung dan Pengembangan Jangka Panjang
Selain rehabilitasi DI Saddang, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Bendung Torere di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka. Program ini dijadwalkan berlangsung pada periode 2026 hingga 2028 dengan anggaran sekitar Rp43 miliar, yang bertujuan untuk mengairi 1.025 hektare sawah di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang. New Policy ini akan memperkuat sinergi antara berbagai program pembangunan infrastruktur pertanian di wilayah Sidrap.
Pemerintah juga akan melanjutkan program Optimasi Lahan Non Rawa yang saat ini memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Selain itu, pembangunan irigasi perpompaan akan dilakukan di Lajonga dan Elle Salewo dengan alokasi anggaran Rp4 miliar. Peluang untuk usulan rehabilitasi jaringan irigasi tahap kedua masih terbuka lebar, dengan harapan program ini dapat berlanjut hingga seluruh saluran induk irigasi selesai dibangun. New Policy ini membuka peluang baru untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di masa depan.
Sebelumnya, sosialisasi terkait rehabilitasi Daerah Irigasi telah digelar di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Bupati Sidrap, perwakilan SNVT PIPA, Dinas PSDA, Bapperida, Intel Kejari Sidrap, camat, lurah, Kapolsek, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan petani. Melalui New Policy ini, seluruh stakeholders diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Sidrap sebagai wilayah pertanian yang maju dan mandiri.