Warta Bumi

Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat banjir 14 hari

1000678227
Foto : Tegar Ananda - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Parigi Moutong Perpanjang Masa Darurat Banjir di Dua Kecamatan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Parigi Moutong Perpanjang Masa Darurat Banjir di Dua Kecamatan

Atapkitadonasi.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melanjutkan status tanggap darurat banjir bandang di Kecamatan Kasimbar dan Parigi Utara selama 14 hari. Kebijakan ini ditempuh karena pemulihan sarana dasar serta perlindungan di sejumlah titik sungai masih belum selesai.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong, Moh Rivai, menyampaikan bahwa perpanjangan status tersebut ditetapkan setelah pemerintah daerah melakukan pertimbangan teknis atas kondisi wilayah terdampak.

“Melalui pertimbangan teknis pemerintah daerah (pemda) melalukan perpanjangan status tanggap darurat di dua wilayah terdampak banjir di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar,” kata Moh Rivai di Parigi, Jumat.

Jadwal tanggap darurat di Kasimbar dan Parigi Utara

Status tanggap darurat di Kecamatan Kasimbar sebelumnya berakhir pada Jumat, 11 September. Masa penanganan kemudian diteruskan sejak 12 September hingga 25 September. Sementara itu, status di Kecamatan Parigi Utara telah berakhir pada 8 September dan diperpanjang mulai 9 September sampai 22 September 2026.

Perbedaan jadwal itu mengikuti masa tanggap darurat yang telah ditetapkan untuk masing-masing kecamatan. Pemerintah daerah masih memusatkan pekerjaan pada kebutuhan yang langsung berkaitan dengan keselamatan warga, akses air bersih, dan pengurangan risiko banjir susulan di area bantaran sungai.

Beberapa pekerjaan yang belum rampung mencakup pemasangan serta perbaikan jaringan air bersih, penempatan geobag di tepi sungai, dan normalisasi aliran sungai. Geobag merupakan wadah berisi pasir yang digunakan sebagai penguat sementara pada bagian sungai yang rawan tergerus atau terdampak aliran deras.

“Kegiatan percepatan pemulihan bencana kami kerjakan secara kolaborasi bersama masyarakat setempat,” ujarnya.

Penanganan di Desa Laemanta

Desa Laemanta di Kecamatan Kasimbar menjadi salah satu lokasi yang memerlukan perhatian lebih besar. Wilayah ini termasuk daerah yang mengalami dampak berat ketika banjir melanda pada 28 Agustus. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, terutama karena fasilitas air bersih turut terdampak.

BPBD memasang geobag sepanjang 500 meter di sungai yang berada di Desa Laemanta. Pekerjaan itu berjalan bersamaan dengan pemasangan pipa jaringan air bersih. Langkah tersebut diharapkan membantu melindungi kawasan di sekitar sungai sambil mendukung pemulihan layanan kebutuhan dasar bagi warga.

“Saat ini di Desa Laemanta, kami membantu menyuplai air bersih untuk warga menggunakan mobil tanki, di desa itu jaringan air bersih belum berfungsi karena masih pekerjaan rehabilitasi intek di bagian hulu sungai akibat dampak banjir,” tutur Rivai.

Pasokan air menggunakan mobil tangki dilakukan karena jaringan yang biasa melayani masyarakat belum dapat digunakan. Rehabilitasi intake di bagian hulu sungai masih berlangsung akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir. Dalam situasi seperti ini, keberlanjutan suplai air bersih menjadi kebutuhan penting bagi warga selama perbaikan sistem belum tuntas.

Perbaikan jaringan di Toboli Barat

Upaya serupa juga dilakukan di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara. Tim BPBD bersama warga setempat sedang memperbaiki jaringan air bersih di desa tersebut. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari percepatan pemulihan, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan koordinasi langsung di lingkungan terdampak.

Perpanjangan tanggap darurat memberi ruang bagi pemerintah daerah dan unsur kebencanaan untuk menuntaskan pekerjaan prioritas tanpa mengabaikan kondisi warga. Fokus penanganan tidak hanya berada pada penguatan bantaran sungai, tetapi juga pada pemulihan infrastruktur yang menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Normalisasi sungai menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan lanjutan. Penataan kembali aliran sungai diperlukan sejalan dengan pemasangan perlindungan di titik-titik yang mendapat dampak banjir. Penanganan tersebut dilakukan sambil memastikan kebutuhan dasar warga di dua kecamatan tetap terlayani.

Seiring membaiknya kondisi pengungsian, posko utama dan dapur umum telah dihentikan operasionalnya. Warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pemulihan di wilayah terdampak masih berjalan, terutama pada fasilitas air bersih dan perlindungan sungai.

“Posko induk dan dapur umum telah selesai, karena warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ucapnya.

Dengan masa tanggap darurat yang diperpanjang, pekerjaan rehabilitasi di Kasimbar dan Parigi Utara diharapkan dapat terus dilakukan secara terarah. Pemulihan jaringan air bersih, pemasangan geobag, serta normalisasi sungai menjadi langkah yang dibutuhkan agar warga dapat kembali menjalani kegiatan sehari-hari dengan layanan dasar yang lebih baik.

Frequently Asked Questions

What is Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat?

Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat matter?

Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Ananda - atapkitadonasi.com

Tegar Ananda - atapkitadonasi.com

Tegar Ananda menulis tentang isu sosial, donasi, dan peran individu dalam menciptakan perubahan positif. Melalui atapkitadonasi.com, Tegar menghadirkan konten yang mendorong kesadaran sosial tanpa klaim berlebihan. Ia percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan cara yang tepat.