BI: EJIF 2026 hasilkan kesepakatan investasi Rp2,4 triliun di Jatim
Daftar Isi
Komitmen Rp2,4 Triliun Menguatkan Agenda Investasi Jawa Timur
Atapkitadonasi.com – BI – East Java Investment Forum (EJIF) 2026 mencatatkan kesepakatan investasi senilai Rp2,4 triliun di Jawa Timur. Nilai tersebut tercapai melalui 12 komitmen bisnis yang diarahkan untuk menopang ekspansi ekonomi daerah, sekaligus menciptakan ruang lebih besar bagi penyerapan tenaga kerja.
Capaian forum investasi ini menegaskan pentingnya menjaga arus modal ke sektor-sektor produktif. Bagi Jawa Timur, investasi tidak semata berbicara mengenai besaran dana yang masuk, tetapi juga kemampuan proyek-proyek tersebut untuk mendorong aktivitas usaha, memperluas rantai pasok, dan membuka kesempatan ekonomi di berbagai wilayah.
“Momentum investasi Jawa Timur perlu terus didukung melalui sinergi dan kolaborasi karena investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Jatim, Minggu.
Fondasi ekonomi yang berkelanjutan
Ibrahim menekankan bahwa iklim investasi yang sehat perlu berdiri di atas fondasi ekonomi yang kuat. Keberlanjutan fiskal, kestabilan sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang andal menjadi unsur penting untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.
Ketiga aspek itu saling berkaitan dalam menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Stabilitas keuangan membantu pelaku bisnis merencanakan investasi dengan lebih terukur, sementara sistem pembayaran yang baik mendukung kelancaran transaksi. Di sisi lain, pengelolaan fiskal yang berkelanjutan memberi ruang bagi pemerintah untuk terus menjalankan program pembangunan dan layanan publik.
Jawa Timur memiliki posisi penting dalam aktivitas ekonomi nasional karena ditopang oleh basis manufaktur dan pertanian yang luas. Kedua sektor tersebut juga menjadi daya tarik utama bagi investor yang ingin membangun atau memperluas kegiatan usaha di daerah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat dukungan demi menghadirkan suasana investasi yang kondusif. Kolaborasi antarpemerintah menjadi bagian penting karena proyek investasi pada akhirnya berjalan di wilayah-wilayah yang memiliki kebutuhan, karakter, dan kesiapan berbeda.
28 Proyek Siap Ditawarkan
EJIF 2026 berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 dengan membawa 28 proyek Investment Project Ready to Offer atau IPRO. Total potensi investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai Rp73,7 triliun, mencakup bidang manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri.
Kehadiran proyek siap ditawarkan memberi gambaran yang lebih jelas kepada calon investor mengenai peluang yang tersedia. Proyek IPRO pada dasarnya dirancang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan minat pelaku usaha, sehingga proses penjajakan investasi dapat berjalan lebih terarah.
Ragam sektor yang disajikan juga menunjukkan bahwa peluang investasi Jawa Timur tidak bertumpu pada satu bidang saja. Manufaktur dapat memperkuat kapasitas produksi dan pengolahan, sementara agroindustri membuka peluang peningkatan nilai tambah dari sektor pertanian. Pariwisata memiliki ruang untuk menggerakkan kegiatan ekonomi pendukung, sedangkan infrastruktur berperan dalam memperlancar konektivitas dan kegiatan bisnis.
Selain deretan proyek IPRO, forum ini turut memperkenalkan tujuh kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus. Sebanyak 80 aset potensial milik pemerintah daerah juga masuk dalam penawaran, disertai sejumlah peluang proyek yang berasal dari sektor perbankan.
Mempertemukan investor dan pemilik proyek
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, pemilik proyek, calon investor, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan. Jaringan peserta melibatkan investor dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, serta Malaysia.
Pertemuan langsung semacam ini penting karena keputusan investasi biasanya memerlukan pemahaman atas kesiapan proyek, kebutuhan pembiayaan, dukungan kebijakan, serta kondisi lokasi. Bagi pemerintah daerah, forum investasi dapat menjadi kesempatan untuk menjelaskan potensi wilayah dan menghubungkan proyek lokal dengan mitra yang memiliki kapasitas pendanaan maupun pengalaman pengembangan usaha.
Rangkaian EJIF 2026 juga dilengkapi diskusi panel yang menghadirkan Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Pembahasan difokuskan pada arah prospek investasi dan bentuk dukungan pemerintah bagi dunia usaha.
Kesepakatan Rp2,4 triliun yang terbentuk dalam forum ini menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan realisasi proyek secara konsisten. Keberhasilan investasi pada akhirnya akan terlihat dari aktivitas usaha yang benar-benar berjalan, manfaat ekonomi yang tersebar, serta peluang kerja yang tercipta bagi masyarakat Jawa Timur.
Dengan potensi proyek mencapai puluhan triliun rupiah, EJIF 2026 memperlihatkan besarnya ruang pengembangan ekonomi di provinsi ini. Sinergi antara pemerintah, sektor keuangan, pelaku usaha, dan investor akan menjadi unsur penentu agar peluang tersebut dapat berubah menjadi investasi nyata yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BI?
BI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BI matter?
BI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.