Momen Bersejarah: Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul H-1 Lebaran
Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul H-1 Lebaran
Presiden dan Keluarga Berbagi Momen Ramadhan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membagikan foto bersama anaknya, Didit Hediprasetyo, dan istrinya Titiek Soeharto sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Unggahan tersebut dilakukan melalui akun Instagram @prabowo pada Jumat, 20 Maret 2026. Dalam tulisan di caption, Prabowo menyatakan,
“Alhamdulillah, 30 hari bulan suci Ramadhan telah kita lalui dengan penuh ketakwaan. Kini, kita sambut hari kemenangan dengan hati yang bersih.”
Foto yang dibagikan menampilkan Prabowo, Didit, dan Titiek duduk berkelompok di meja bundar yang dihiasi piring dan gelas. Kucing peliharaan mereka, Bobby Kertanegara, juga muncul dalam gambar, berada di atas meja sambil memerhatikan makanan di piring. Momen tersebut menunjukkan keakraban keluarga dan semangat kebersamaan menjelang hari raya. Prabowo juga mengajak publik untuk memanfaatkan kesempatan Lebaran sebagai ajang berkumpul dengan sanak keluarga.
“Semoga kita diberi kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun mendatang. Selamat berkumpul bersama orang-orang yang dicintai,”
tulisnya.
Pemerintah Tetapkan Tanggal Idul Fitri
Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah sebagai tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026/1447 Hijriah, jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah sidang isbat yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag). Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, hasil pengamatan hilal menjadi dasar utama dalam penetapan hari raya tersebut. “Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2026.
Penetapan awal Syawal didasarkan pada perhitungan astronomi dan pemantauan hilal dari ratusan titik di seluruh Indonesia. Proses ini dianggap penting untuk memastikan keakuratan pengumuman hari raya. Pemantauan hilal dilakukan sebagai bagian dari rukyatul hilal, yang menjadi acuan utama dalam menentukan awal bulan baru. Kemenag menyatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi bersama tim ahli dan pengamatan langsung di berbagai lokasi.
