Pemkab: Kopdes Merah Putih perkuat ekonomi rakyat Gowa
Pemkab Gowa Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Pemkab – Gowa, Sulawesi Selatan — Pemerintah Kabupaten Gowa atau yang dikenal sebagai Pemkab Gowa telah mengidentifikasi penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai strategi utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang lebih kokoh. Langkah strategis ini mencakup peningkatan akses terhadap pembiayaan, efisiensi dalam rantai distribusi, serta perluasan jangkauan pasar untuk produk-produk lokal. Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menyampaikan pandangannya di Gowa pada hari Jumat, bahwa koperasi terbukti memiliki peran vital sebagai penggerak ekonomi rakyat yang mampu bertahan bahkan di tengah krisis ekonomi. Pemkab Gowa optimis bahwa program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Saat membacakan sambutan resmi Menteri Koperasi dalam peringatan Hari Koperasi, Andy Azis menegaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pemkab Gowa terus mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam program ini. “Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Capaian dan Potensi Koperasi di Indonesia
Menurut Andy Azis, hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.061 koperasi telah mulai beroperasi secara aktif. Keberadaan koperasi-koperasi ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, sekaligus menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pemkab Gowa mencatat bahwa potensi koperasi di daerahnya masih sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pemerintah juga terus mendorong lahirnya koperasi sektor produksi sebagai motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini mengelola usaha produktif di sektor perikanan, pertanian, energi, hingga hilirisasi komoditas guna menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu, Pemkab mendorong transformasi koperasi modern melalui pemanfaatan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, kecerdasan buatan, dan analisis data agar mampu menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani milenial, nelayan, pekerja kreatif, hingga startup lokal.
“Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi juga usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan sebagaimana dicita-citakan Bung Hatta,” ujarnya.
Transformasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan
Menurut Andy, transformasi tersebut diharapkan memperkuat daya saing koperasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Ia menambahkan, melalui tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Pemkab mengajak seluruh insan koperasi untuk terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan tata kelola, memperluas kolaborasi, serta membangun koperasi yang sehat, modern, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Andy meyakini energi, kreativitas, dan semangat kolaborasi generasi muda akan menjadikan koperasi Indonesia semakin profesional dan mampu menjadi pilihan utama dalam membangun usaha bersama demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Pada kesempatan yang sama, Andy juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gowa untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan memperkuat peran koperasi, Pemkab Gowa berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Transformasi digital yang diterapkan pada koperasi juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang lebih pesat. Kolaborasi antar sektor menjadi kunci dalam mewujudkan visi tersebut, termasuk keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan koperasi modern.
Pemkab Gowa terus berkomitmen untuk mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat posisi koperasi dalam struktur ekonomi nasional. Melalui sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat, Gowa berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan model ekonomi kerakyatan yang efektif dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan akan memastikan keberhasilan program ini dalam jangka panjang.